Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang Wajib Dipatuhi Warga

Terkini.id, Kupang – Guna mereduksi penularan Covid-19 yang masih terjadi di Kota Kupang, khususnya menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengeluarkan surat edaran (SE) penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. PPKM Level 2 ini tersebut berlangsung hingga 23 Desember 2021.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore ketika dikonfirmasi di Kantor Wali Kota Kupang, Jalan SK Lerik, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 11 Desember 2021, mengatakan pelaksanaan PPKM Level 2 itu menindaklanjuti instruksi Mendagri No 65/2021 tentang PPKM Level 4,3,2 dan 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di desa/kelurahan guna mengendalikan penyebaran Covid-19, bagi wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Kota Kupang ditetapkan sebagai wilayah yang menerapkan PPKM Level 2 pada 23 November hingga 6 Desember 2021. PPKM yang dilakukan saat ini akan berlangsung hingga 23 Desember 2021,” jelas Jefri.

Baca Juga: Tak Ada Provinsi Luar Jawa-Bali Berstatus PPKM 3-4, Menko Airlangga:...

Ia menambahkan, dalam PPKM Level 2 ada beberapa kriteria yang harus dilakukan, yaitu untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah zona kuning dan hijau dilakukan secara pedoman teknis dari Kemendikbud, Riset dan Teknologi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Sementara di wilayah zona orange, dilakukan tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh dan zona merah dilakukan pembelajaran jarak jauh.,” imbuh Jerfri.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

Kemudian untuk kegiatan perkantoran, lanjut Jefri, tempat kerja pemerintah dan swasta untuk zona hijau dan kuning dilakukan pembatasan dengan work from home (WFH) 50 persen dan work from office (WFO) 50 persen.

Dalam surat edaran tersebut, dinyatakan untuk wilayah zona merah dan orange, WFH 75 persen dan WFO 25 persen. Adapu pelaksanaan kegiatan di sektor esensial dilakukan 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

“Begitu juga pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen, outlet dan sebagainya tetap diizinkan beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” papar Jefri.

Baca Juga: Memaknai Pengorbanan Para ‘Pahlawan’ di Masa Pandemi Covid-19

Selanjutnya, ia menjelaskan jika pelaksanaan makan minum di tempat umum juga dibatasi. Pelaksanaan kegiatan di pusat perbelanjaan, perdagangan untuk zona hijau sampai pukul 21.00 Wita dengan pengunjung 75 persen, zona kuning aktivitas perdagangan dibatasi hingga pukul 20.00 Wita.

Sementara itu, wilayah zona orange dan merah hanya sampai pukul 17.00 Wita, begitu juga dengan kegiatan di bioskop pun dibatasi. Adapun pelaksanaan konstruksi diizinkan 100 persen.

Untuk kegiatan peribadatan, urai Jefri, di zona hijau 75 persen, zona kuning 50 persen. Sementara, wilayah zona orange dan zona merah diperbolehkan dengan kapasitas 25 persen. Selain itu, Pemkot Kupang juga mengatur kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan dibatasi hingga pukul 21.00 Wita.

Seperti diketahui, selama ini Pemkot Kupang melalui berbagai program mengampanyekan pentingnya disiplin protokol kesehatan, di antaranya 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Yang tak kalah pentingnya, juga keikutsertaan masyarakat dalam program vaksinasi yang saat ini masif dilakukan pemerintah.

“Untuk itu, kita tidak pernah lelah untuk menyampaikan hal tersebut (protokol kesehatan) agar dipatuhi warga Kota Kupang. Selama ini, kita melibatkan berbagai unsur baik dalam internal Pemkot Kupang sendiri maupun elemen masyarakat yang ada,” tutup Jefri.

Bagikan