Dukung Terbentuknya Herd Immunity di Flores Timur, BIN NTT Gelar Vaksinasi Massal

Terkini.id, Kupang – Masifnya penularan Covid-19 varian baru Omicron yang telah menyebar di beberapa negara, meningkatkan kewaspadaan pemerintah Indonesia. Tidak kurang berbagai upaya dilakukan guna menahan laju penularan agar tidak masuk ke Tanah Air.

Salah satu yang terus diserukan pemerintah adalah menuntaskan vaksinasi agar tercapai tujuan terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok.

Untuk itulah, bekerja sama Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pelayanan vaksinasi massal di Desa Riangkotek, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Sabtu 4 Desember 2021 dengan sasaran masyarakat umum.

Baca Juga: Warga Labuan Bajo Antusias Ikut Vaksin yang Digelar Polres Manggarai...

Kegiatan yang terpusat di Puskesmas Lewolema tesebut dipantau langsung Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Flores Timur dr Ogy Silimalar.

Kepala Puskesmas Lewolema Elias Sayang Hala menjelaskan, vaksinasi tersebut menyasar masyarakat umum dengan pemberian 1.000 dosis vaksin jenis AstraZeneca.

Baca Juga: Stok Vaksin Terus Bertambah Guna Dukung Pencapaian Target Vaksinasi Nasional

“Sasarannya selain masyarakat umum, juga lansia. Tim vaksinatornya adalah tenaga medis dari Puskesmas Lewolema sebanyak 24 orang,” bebernya.

Elias menambahkan, vaksinasi massal yang diinisiasi BIN NTT tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur guna percepatan pencapaian vaksinasi serta terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok dalam masyarakat.

Terkait upaya vaksinasi yang dilakukan BIN Daerah NTT, Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur dr Ogy Silimalar mengatakan pihaknya atas nama Pemkab Flores Timur mengapresiasi BIN NTT yang telah memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat Lewolema.

Baca Juga: Ini Upaya yang Dilakukan Kadin NTT Guna Percepat Herd Immunity

“Ini dosis pertama dengan target 1.000 orang,” imbuhnya.

Ogy menjelaskan, saat ini untuk suntikan pertama dari target 203.604 sasaran baru mencapai 90.429.000 atau sekitar 44,33 persen. Sementara untuk suntikan kedua baru mencapai 52.755.000 sasaran atau 25,91 persen.

Stok vaksin kita masih mencukupi. Saat ini di Dinas Kesehatan, vaksin jenis AstraZeneca masih sekitar 2.000 vial dengan sasaran 20 ribu orang. Kami optimistis bisa mencapai 70 persen di akhir tahun,” tutupnya.

Bagikan