Stok Vaksin Terus Bertambah Guna Dukung Pencapaian Target Vaksinasi Nasional

Terkini.id, Kupang – Upaya untuk menekan semaksimal mungkin penularan virus corona yang telah merundung dunia hampir dua tahun ini, masih terus dilakukan pemerintah Indonesia. Selain menegaskan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, juga menggenjot vaksinasi guna mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity di Tanah Air.

Oleh karena itu, pemerintah terus memenuhi kebutuhan untuk program vaksinasi di Indonesia. Dalam perkembangan terkini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan emergency use of authorization (EUA) bagi vaksin Covovax pada 17 November 2021. Covovax sendiri merupakan vaksin Covid-19 ke-11 yang mendapatkan standardisasi EUA dan diproduksi Serum Institute of India.

“Peruntukannya bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Pemberian vaksinnya sendiri akan dilakukan sebanyak dua dosis dengan rentang interval dosis pertama dan kedua selama 21 hari,” terang Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis 25 November 2021.

Baca Juga: Tak Ada Provinsi Luar Jawa-Bali Berstatus PPKM 3-4, Menko Airlangga:...

Dalam siaran pers rutin yang juga disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Wiku menyampaikan target vaksinasi secara nasional saat ini untuk dosis satu yaitu 60 persen pada November 2021, dan akan mencapai 70 persen di Desember 2021.

“Ini dari target populasi atau dari total 208 juta penduduk yang memenuhi kriteria vaksinasi. Saat ini, stok vaksin terus bertambah untuk mendukung pencapaian target vaksinasi secara nasional,” imbuhnya.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

Menurutnya, di Desember 2021 mendatang ketersediaan vaksin akan bertambah sekitar 102 juta dosis baik yang berasal dari skema pembelian maupun hibah.

Selain itu, sebut Wiku, pemerintah juga melakukan upaya lain seperti penyediaan minimal satu unit cold chain di setiap gudang penyimpanan di provinsi, mendorong penggunaan vaksin dengan memberdayakan unsur TNI/Polri dan unsur lainnya.

“Juga mendorong kepala daerah untuk menyerap vaksin yang ada sesegera mungkin, seta memberi edukasi kepada masyarakat terkait manfaat untuk divaksin,” katanya.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

Wiku menambahkan, upaya percepatan vaksinasi akan terus dilakukan di setiap daerah. Dijelaskan, saat ini 26 ibu kota provinsi di Indonesia telah mencapai target lebih dari 70 persen target vaksinasi per daerah di November 2021 ini.

“Diharapkan, capaian 70 persen ini akan tercapai pada seluruh daerah di akhir tahun ini,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, untuk perkembangan program vaksinasi hingga 27 November 2021, penerima vaksin pertama bertambah sebanyak 614.409 orang dengan total sudah melebihi angka 138 juta orang atau tepatnya 138.119.613 orang.

Sementara itu, penerima vaksinasi kedua bertambah 561.810 orang dan totalnya meningkat melebihi 93 juta orang atau angka tepatnya 93.666.839 orang. Adapun penerima vaksin ketiga atau booster, angka kumulatifnya melebihi 1,2 juta orang atau 1.224.061 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Bagikan