Ini Upaya yang Dilakukan Kadin NTT Guna Percepat Herd Immunity

Terkini.id, Kupang – Tidak ada yang pihak manapun yang berleha-leha ataupun berpangku tangan menanggapi kondisi pandemi Covid-19 yang telah berjalan hampir dua tahun. Semua elemen bangsa bersatu dan bergerak guna memutus mata rantai penularan virus corona yang destruktif tersebut.

Dalam institusi negara misalnya, terlihat progres yang patut diapresiasi terhadap TNI-Polri dalam program percepatan vaksinasi dalam program ‘Serbuan Vaksinasi Covid-19’. Demikian pula, terlihat upaya-upaya serupa yang dilakukan berbagai organisasi pengusaha Indonesia seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Melalui Kadin Nusa Tenggara Timur (NTT), wadah yang menaungi pelaku usaha di seluruh Tanah Air tersebut memiliki tujuan visioner demi kemaslahatan kesehatan bangsa. Salah satunya adalah turut terlibat menyediakan vaksin secara mandiri dalam internal organisasi, serta sekaligus mendistribusikan vaksin tersebut bagi masyarakat.

Baca Juga: Tak Ada Provinsi Luar Jawa-Bali Berstatus PPKM 3-4, Menko Airlangga:...

Hal itu dilakukan untuk mencapai percepatan terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok di Indonesia, khususnya di wilayah berjuluk ‘Tanah Flobamora’ tersebut.

Kegiatan vaksinasi Gotong Royong itu sendiri, seperti diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin NTT Bidang Properti Bobby Lianto di Kota Kupang, Jumat 26 November 2021, vaksin yang diberikan pihaknya bukan bantuan pemerintah.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

“Kalau vaksin pada umumnya adalah bantuan pemerintah. Ini dari konglomerat dan para pengusaha,” beber Bobby.

Dalam kegiatan vaksinasi kali ini, ia menjelaskan jika Kadin NTT membagikan vaksin Gotong Royong bagi 5.000 warga. Sebelumnya, sebut Bobby pihaknya telah melakukan hal serupa

Bobby menambahkan, pelaksanaan vaksin Gotong Royong ini berarti vaksin yang dilaksanakan Kadin Indonesia adalah kegiatan bersama seluruh rekan dan mitra. Untuk di NTT, kegiatan vaksinasi ini dilakukan pihaknya bermitra bersama Kimia Farma.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

“Ini bukan vaksin bantuan pemerintah. Kalau vaksin pada umumnya adalah bantuan pemerintah. Ini dari konglomerat dan para pengusaha,” ungkapnya.

Bobby menjelaskan, vaksin yang didistribusikan Kadin NTT bersama mitra berbeda dibandingkan vaksin pada umumnya.

“Vaksin yang kami gunakan adalah Sinopharm. Harga vaksin ini jutaan, dan dibayar teman-teman pengusaha. Ini vaksin yang kualitasnya bagus. Tetapi ini semua diberikan kepada masyarakat secara gratis,” bebernya.

Di NTT sendiri, imbuh Bobby, mendapatkan 10.000 dosis sehingga untuk dua kali vaksin maka akan ada 5.000 orang yang akan divaksin dengan vaksin Gotong Royong pihaknya tersebut.

“Dari 5.000 orang ini dibagi dalam beberapa kabupaten, yaitu Kota Kupang dapat 300 orang,  Kabupaten Kupang 1.000 orang, Kabupaten TTS 1.000 orang, Kabupaten TTU 1.000 orang, Belu dapat 1.000 orang, dan Malaka dapat 700 orang,” urainya.

Bobby menjelaskan, di Kota Kupang hanya 300 orang karena di Kota Kupang ini ada banyak pihak yang melaksanakan vaksinasi, sementara di daerah masih kurang sehingga alokasi vaksin yang banyak itu di daerah.

Adapun pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong yang dilakukan di Kota Kupang adalah selama dua hari, yaitu pada Jumat-Sabtu 26-27 November 2021. Sementara itu, Kabupaten Kupang dijadwalkan kemudian hingga menunggu waktunya pada awal Desember 2021.

Bobby memaparkan, di Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pelaksanaan vaksin akan dimulai pada 6-7 Desember 2021. Sementara, di Timor Tengah Utara (TTU) pada 8-9 Desember 2021.

“Untuk Kabupaten Belu vaksinasi akan dilaksanakan pada 11-12 Desember 2021 dan di Kabupaten Malaka pada 13 Desember 2021,” lanjutnya.

Untuk lokasi pelaksanaan, Bobby mengatakan, Kadin NTT berkoordinasi dengan Kadin di daerah. Nantinya, Kadin di daerah berkoordinasi dengan pemerintah, Satgas Covid-19, serta gereja dan rumah sakit. Di Kota Kupang sendiri, Kadin NTT bekerja sama Universitas Citra Bangsa.

Untuk tahap pertama vaksinasi Gotong Royong pihaknya, ia mengatakan pelaksanaan vaksin Covid-19 masih di kabupaten/kota di Pulau Timor.

“Kadin NTT masih menunggu bantuan, dan akan terus lanjut ke Flores dan daerah lainnya,” imbuh Bobby.

Terkait tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tersebut, Bobby mengungkapkan pihaknya berharap agar tercapai percepatan herd immunity di NTT.

“Kenapa Kadin terus bekerja keras? Karena kami menyadari kalau kami ini di bidang perekonomian. Dengan tercapainya herd immunity maka kita bisa beraktivitas dengan baik. Kalau tidak, kita juga sendiri yang dirugikan. Karena itu, kita menyentuh hati para pengusaha untuk ‘ayo bersama’ untuk mengusahakan hal (vaksinasi Gotong Royong ini. Kalau masyarakat pulih maka perekonomian jadi baik,” katanya.

Kegiatan yang berjalan lancar tersebut, dihadiri Kepala Kimia Farma NTT. Dewi sendiri dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, karena vaksin berasal dari Kimia Farma maka pihaknya berkepentingan untuk mengawal pelaksanaan vaksinasi sehingga berjalan tanpa kendala.

Selain Dewi, kegiatan juga dihadiri Wakil Ketua Umum Kadin NTT Bidang Organisasi Keanggotaan dan Pemberdayaan Tony Pitoby, Wakil Ketua Umum Kadin NTT Bidang Hubungan Internasional Yeskie Natonis, Wakil Ketua Umum Kadin NTT Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Eveline Mauboy, Wakil Ketua Umum Kadin NTT Bidang Pemberdayaan Perempuan Christina Tallo, dan para Wakil Ketua Umum Good Corporate Governance/Corporate Social Responsibility (GCG/CSR) Kadin NTT lainnya.

Komitmen untuk Terus Jadi Motor Pembangunan di Masa Pandemi

Sebelumnya, dalam masa-masa sulit pandemi Covid-19 yang sempat meluluh-lantakkan perekonomian secara nasional, khususnya di NTT, Kadin NTT bertekad terus menjadi motor penggerak pembangunan.

Kadin dalam komitmennya yang selaras terhadap visi dan misinya, juga akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak guna membangun NTT sehingga menjadi lebih baik.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Kadin NTT Abraham Liyanto di Kota Kupang belum lama ini. Menurutnya, pihaknya bertekad selalu berada di depan dalam pembangunan.

“Percuma kami (Kadin NTT) ada, kalau tidak dirasakan kehadirannya,” tegas Abraham.

Kakak kandung Bobby Liyanto tersebut menambahkan, sebagai wadah bagi para pengusaha, Kadin berusaha semaksimal mungkin memobilisasi semua sumber daya, khususnya dari sektor permodalan guna membangun NTT yang lebih maju.

“Dengan banyaknya modal yang masuk, roda pembangunan dapat berputar dan bergerak dengan cepat,” imbuh Abraham.

Anggota DPD RI dari Provinsi NTT ini juga mengatakan, organisasi Kadin telah hadir sejak 49 tahun lalu. Selama kiprahnya, Kadin sudah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara, termasuk untuk NTT.

“Kadin ini organisasinya ada di antarkabupaten, antarprovinsi, dan antarnegara. Jadi, sekarang kehadiran Kadin lebih mengakar. Kami harap, ini bisa eksis dan terus berkontribusi bagi bangsa dan daerah,” beber Abraham.

Selama beberapa tahun terakhir, sebut pemilik Universitas Citra Bangsa ini, roda organisasi agak terganggu. Hal tersebut lantaran munculnya wabah Covid-19 yang membatasi kegiatan manusia, khususnya dalam sektor perekonomian.

“Tentu, kondisi ini membuat mobilitas anggota Kadin dalam membangun NTT cukup tersendat. Di era penuh tantangan seperti sekarang, Kadin siap kembali bergerak. Pembangunan harus kembali bangkit dan berjalan dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes),” ungkap Abraham.

Untuk itu, Abraham meminta pengurus Kadin daerah agar memastikan realisasi investasi di daerah masing-masing. Selanjutnya, menyelesaikan permasalahan dan hambatan-hambatan yang mengalangi iklim investasi.

“Hal lain yang harus dilakukan adalah mendorong percepatan usaha yang berkarakteristik cepat, menghasilkan devisa, membuka lapangan pekerjaan, dan mengembangkan ekonomi regional maupun lokal,” paparnya.

Abraham juga mengimbau untuk mempercepat pelaksanaan kerja sama antara investor dengan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Selain itu, ia menegaskan anggota Kadin di daerah-daerah tidak boleh menjadi ‘makelar’ yang menghambat investor dalam berinvestasi.

“Saat ini, sudah ada Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi yang bertugas memberantas para makelar investasi. Jangan main-main dengan praktik makelar investasi itu. Karena anggota Satgas ada Wakapolri dan Wakil Jaksa Agung. Satgas akan hadir sampai daerah-daerah. Mereka ini akan menindak para makelar investasi,” tegasnya.

Abraham mengatakan, selama ini pihaknya berkomitmen mendorong dan mengembangkan sektor UMKM di setiap daerah di NTT, apalagi di tengah rundungan pandemi Covid-19.

Bagikan