Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed yang Lebih Cepat Tekan Harga Emas

Terkini.id, Jakarta – Kabar kurang menggembirakan bagi pelaku investasi emas lantaran dalam sepekan aset ‘pelindung nilai’ ini belum menunjukkan kemilaunya seperti pada awal hingga pertengahan November 2021.

Ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang lebih cepat menekan harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang. Sehingga, tren penurunan harga emas batangan ini tidak dapat terhindarkan.

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 929 ribu. Harga emas Antam ini tidak bergerak dari harga Rabu 24 November 2021. Kendati demikian, dalam sepekan harga emas Antam menurun 2,82 persen dari Rp 956 ribu.

Baca Juga: Ini Harga Emas 24 Karat Antam per 29 Mei 2021

Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo mengungkapkan, harga emas pada Rabu 24 November 2021, jatuh setelah indeks dolar naik ke level tertinggi dalam 16 bulan. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga naik ke level tertinggi dalam satu bulan di 1,69 persen.

“Namun, imbal hasil US Tresury berbalik menurun sehingga memicu short covering pada harga emas,” beber Sutopo di Jakarta, Kamis 25 November 2021.

Harga emas juga terbeban dari adanya ekspektasi atas kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat dari jadwal.

Dalam hasil risalah pertemua Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang rilis pada Rabu 24 November 2021 kemarin, para pejabat The Fed menginginkan percepatan tapering sehinga suku bunga AS juga dapat naik lebih cepat di kuartal kedua 2022.

Padahal, pelaku pasar selama ini memproyeksikan omongan kenaikan suku bunga AS baru muncul di semester kedua 2022.

Akan tetapi, Sutopo memproyeksikan penurunan harga emas Antam saat ini hanya sementara. Ada kemungkinan para investor membeli emas Antam di tengah koreksi saat ini. Menurutnya, prospek harga emas masih ada kemungkinan untuk sedikit bullish dalam waktu dekat, kendati tidak signifikan sebelum jatuh pada tahun depan.

“Bagaimana pun kenaikan suku bunga akan memacu pada penurunan inflasi, dan harga komoditas seperti emas berpotensi terkoreksi hingga di bawah Rp 900 ribu,” paparnya.

Oleh karena itu, Sutopo merekomendasikan investor sebaiknya membeli emas Antam saat harga terkoreksi.

Bagikan