Kasus Aktif Corona Mulai Terjadi di Kupang, Satgas Covid-19 Imbau Patuhi Protokol Kesehatan

Terkini.id, Kupang – Kendati secara general kasus penularan Covid-19 di Indonesia melandai, namun masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan lalai terhadap protokol kesehatan (prokes). Hal itu diwanti-wanti pemerintah agar penularan gelombang ketiga pasca libur tidak terjadi seperti sebelum-sebelumnya.

Pasalnya, kepatuhan terhadap protokol kesehatan merupakan kunci untuk menekan penularan virus akut yang diklaim menular perdana di Wuhan, Hubei, China pada pengujung 2019 lalu.

Kendati demikian, di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Dinas Kesehatan Kota Kupang melaporkan jika kasus aktif Covid-19 bertambah satu orang sehingga jumlah kasus Covid-19 di daerah ini menjadi 15.410 orang.

Baca Juga: Tak Ada Provinsi Luar Jawa-Bali Berstatus PPKM 3-4, Menko Airlangga:...

“Penambahan kasus aktif Covid-19 mulai terjadi lagi dalam dua pekan terakhir, sekalipun penambahan itu tidak terlalu signifikan,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kupang Ernest Ludji di Kota Kupang, Sabtu, 6 November 2021.

Ernest memaparkan, total keseluruhan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah berjuluk ‘Kota Sasando’ ini sejak awal penanganan pandemi Covid-19 hingga saat ini telah mencapai 15.410 orang.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

Dari jumlah itu, sebutnya, yang telah dinyatakan sembuh dari paparan Covid-19 mencapai 15.029 orang, sementara yang meninggal dunia mencapai 331 orang.

Selain itu, pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan baik di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) maupun yang tengah isolasi mandiri (isoman) mencapai 50 orang.

Untuk itu, Ernest mengimbau agar warga Kota Kupang untuk tidak lengah dengan semakin melandai atau menurunnya kasus Covid-19.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

“Warga Kota Kupang harus tetap waspada, terutama pada akhir tahun 2021 saat perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) berlangsung,” katanya.

Ernest juga mengimbau masyarakat di Kota Kupang untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berpotensi memicu kerumunan. Ini untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya penularan kasus Covid-19.

“Ikuti aturan protokol kesehatan sehingga tidak mudah terpapar virus corona, karena saat ini di Kota Kupang masih ditemukan adanya kasus aktif Covid-19 sehingga harus tetap diwaspadai,” tegasnya.

Satgas Covid-19 Kota Kupang sendiri mengungkapkan, Kelurahan Oepura dan Kelurahan Kelapa Lima di Kota Kupang hingga saat ini masih memiliki kasus aktif Covid-19 tertinggi.

“Ada dua kelurahan di Kota Kupang yang masih memiliki kasus positif Covid-19 tertinggi, sehingga pembatasan kegiatan masyarakat terus dilakukan pada daerah-daerah yang memiliki warga terpapar Covid-19,” imbuh Ernest.

Adapun dua kelurahan yang memiliki kasus tertinggi, sebutnya, yaitu Kelurahan Oepura di Kecamatan Maulafa dengan 10 kasus aktif Covid-19, dan Kelurahan Kelapa Lima di Kecamatan Kelapa Lima dengan tujuh kasus aktif Covid-19.

Ernest menambahkan, terdapat 19 kelurahan di Kota Kupang yang memiliki satu hingga empat orang dari warganya yang masih dalam perawatan lantaran terinfeksi virus corona.

“Kami berharap masyarakat Kota Kupang, terutama pada daerah-daerah yang masih memiliki kasus Covid-19 untuk mengikuti protokol kesehatan secara serius untuk mengantisipasi penyebaran virus corona,” imbaunya.

Ernest menjelaskan, kabar baiknya sudah 30 kelurahan di ibu kota NTT itu dinyatakan nihil kasus Covid-19.

Kendati demikian, meskipun tidak ditemukan kasus corona di 30 kelurahan itu namun pembatasan kegiatan masyarakat tetap dilakukan lantaran saat ini Kota Kupang masih memberlakukan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Oleh karena itu, Ernest berharap kesadaran seluruh masyarakat Kota Kupang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 agar tidak terjadi peningkatan kasus lagi.

Bagikan