Apresiatif, Ini Upaya Polri dalam Pemulihan Psikosial Anak-anak Terdampak Covid-19

Terkini.id, Kupang – Akibat pandemi Covid-19, dunia tengah menghadapi krisis kesehatan global dan sosial ekonomi yang belum pernah mendestruksi berbagai sendi kehidupan separah ini. Di Indonesia, kehidupan jutaan anak dan keluarga seakan-akan terhenti.

Pembatasan sosial dan penutupan sekolah beberapa waktu lalu, berdampak terhadap pendidikan, kesehatan mental, dan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar. Kendati virus corona menginfeksi siapa saja tanpa memandang usia, tingkat pendapatan ataupun asal usul etnis, dampak terberat akan dirasakan anak-anak dari kelompok yang paling rentan.

Anak-anak dari kelompok yang paling rentan dimaksud yaitu kelompok yang sudah lebih dulu tidak mendapatkan pelayanan kesehatan memadai, gizi, dan kebutuhan urgensial seperti air bersih layak konsumsi.

Baca Juga: Sumber Informasi Tepat Dapat Cegah Penularan Covid-19, Ini Alasannya

Berdasarkan data angka kematian yang tercatat, begitu pun sistem kesehatan dan pendidikan yang terganggu, keluarga-keluarga rawan jatuh miskin. Hal tersebut juga dapat meningkatan risiko kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang dampak psikologisnya dirasakan anak-anak.

Untuk itu, dibutuhkan aksi sesegera mungkin agar krisis kesehatan ini, baik fisik maupun mental tidak menjadi krisis berkepanjangan dan menggerus hak-hak anak.

Baca Juga: Proteksi Anak Terhadap Pandemi, Prokes Wajib Disosialisasikan Orang Tua

Seperti diketahui, sejak Indonesia mengonfirmasi kasus Covid-19 yang pertama di Tanah Air, United Nations International Children’s Emergency Fund (Unicef) atau Dana Darurat Anak Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah memimpin berbagai upaya guna merespons pandemi ini bersama pemerintah, World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, dan mitra terkait lainnya.

Unicef sendiri telah membagikan perlengkapan kesehatan yang esensial bagi keselamatan nyawa, memastikan pelayanan kesehatan dan gizi yang penting tetap terlaksana, membangun sarana air dan kebersihan, serta memastikan anak-anak sekolah baik laki-laki maupun perempuan tetap mendapatkan pendidikan dan perlindungan yang baik.

Seperti dilansir dari Unicef.org, Selasa 2 November 2021, Unicef sendiri telah meluncurkan kampanye komunikasi publik untuk memberikan pesan-pesan dan nasihat kesehatan kepada anak dan orang tua. Terutama terkait risiko virus corona dan cara melindungi diri.

Baca Juga: Unicef Bilang Corona Berdampak pada 80 Juta Anak Indonesia

“Menyadari misinformasi pada masa seperti ini dapat sangat merugikan, Unicef pun bermitra dengan platform seperti Facebook, Instagram, TikTok dan LinkedIn untuk menangkal rumor dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi faktual,” demikian Unicef Indonesia dalam keterangan resminya.

Unicef juga menjelaskan, pihaknya telah melibatkan anak-anak muda melalui platform U-Report, bahkan sebelum kasus pertama Covid-19 dilaporkan pada Maret 202.

Melalui platform ini, Unicef mengungkapkan, mereka mengamati cara pemuda menghadapi wabah dan mengukur pengetahuan mereka tentang gejala, penularan, dan pencegahan Covid-19.

“Berdasarkan hasil jajak pendapat di U-Report, Unicef telah membuat chatbot melalui WhatsApp (WA) sebagai sarana berbagi informasi penting dengan lebih dari 500 ribu pengguna.

Sebagai bagian dari usaha recovery atau pemulihan psikososial, upaya Unicef itu diklaim untuk menekan penyebaran Covid-19 dan meminimalkan dampaknya terhadap anak-anak.

Terkait dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19 bagi anak-anak, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), serupa yang dilakukan Unicef, berbagai elemen bangsa juga ikut berupaya memperbaiki kondisi tersebut tidak terkecuali Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Oleh karena itu, melalui upaya-upaya yang terbilang apresiatif, Polri melalui 34 Polda di seluruh Indonesia menggelar kegiatan esensial serentak sebagai bentuk kepedulian bagi penyembuhan psikologis anak-anak dalam acara bertajuk ‘Dukungan Psikososial bagi Anak-anak Terdampak Covid-19 Tahun 2021’ dengan sub tema ‘Peduli Anak Indonesia Tangguh’.

Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual tersebut, dibuka langsung Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Jakarta. Sementara, aksi yang dilakukan Polda NTT dilaksanakan di Hotel Pelangi, Jalan Veteran, Fatululi, Kota Kupang, Selasa 2 November 2021.

Hadir dalam acara di NTT, Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif beserta pejabat utama Polda NTT lainnya.

Dalam kesempatan itu, Lotharia Latif mengatakan anak-anak yang hadir mengikuti kegiatan ini merupakan potret anak yang terdampak di wilayah NTT.

Menurutnya, banyak anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya akibat virus corona maupun badai seroja yang terjadi beberapa waktu lalu di NTT.

“Saya dapat informasi, ada 58 anak-anak terdiri dari 28 orang anak yang orang tuanya terdampak atau meninggal dunia karena Covid-19, lalu 16 anak yatim dari panti asuhan, delapan anak disabilitas, dan delapan orang anak jalanan (loper koran),” imbuhnya.

Lotharia Latif mengungkapkan, anak-anak yang hadir saat ini hanya keterwakilan dari sekian banyak anak yang ada di wilayah NTT.

Ia juga menyampaikan, berkat adanya sinergi antara Polri dengan semua pihak maka dapat membantu meringankan beban anak-anak di Indonesia, khususnya di NTT.

“Tentu saja hal ini tidak mudah untuk dilakukan, bahkan kegiatan ini bukan merupakan serimonial biasa melainkan harus ditingkatkan sesuai kemampuan yang ada,” beber Lotharia Latif.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya sinergi pemangku kepentingan dalam jajaran Polri-TNI dan pemerintah daerah (Pemda) bagi anak-anak yang terdampak.

“Kita lakukan semampunya, tentunya butuh dukungan dari Pemda khususnya Dinas Sosial (Dinsos),” papar Lotharia Latif.

Ia juga menegaskan, perlunya bekerja sama lintas agama dengan segala kemajemukan yang ada.

“Ini menunjukkan, apa yang kita lakukan berdasarkan ketulusan dan keikhlasan demi masa depan anak-anak,” kata Lotharia Latif.

Ia menjelaskan, bagi anak-anak disabilitas yang butuh penanganan, TNI/Polri didukung Pemda akan melakukan pendampingan agar anak-anak itu dapat tumbuh dan berkembang secara baik.

Dalam akhir sambutannya, ia mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Bagikan