Kejar Target Vaksinasi Covid-19, Sumba Timur-Malaka Mulai Capai Progres Menggembirakan

Terkini.id, Kupang – Guna merealisasikan tercapainya herd immunity atau kekebalan kelompak demi memutus rantai penularan virus corona, pemerintah daerah (Pemda) termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya menggenjot program vaksinasi Covid-19, paling tidak hingga akhir 2021.

Berkat hal itu, progres vaksinasi Covid-19 di Sumba Timur mengalami kemajuan. Hal tersebut tercapai seiring upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan lintas elemen, baik dari Pemda, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) maupun pemerintah desa bersama pemangku kepentingan terkait di wilayah tersebut.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, progres vaksinasi di wilayah tersebut hingga 26 Oktober 2021 lalu mencapai angka 42,23 persen untuk vaksinasi dosis pertama.

Baca Juga: Tak Ada Provinsi Luar Jawa-Bali Berstatus PPKM 3-4, Menko Airlangga:...

Adapun cakupan vaksinasi mencapai 73.773 orang dari total 147.123 sasaran penerima vaksin. Sementara itu, untuk progres vaksinasi dosis kedua mencapai 18,02 persen atau setara 31.378 warga.

Selanjutnya, untuk vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster bagi tenaga kesehatan (nakes) mencapai 64,48 persen atau setara 1.298 tenaga kesehatan dari total 2.013 orang.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

Persentase tertinggi vaksin dosis pertama berdasarkan sasaran yaitu nakes dengan persentase 108,89 persen atau setara 2.192 nakes dari total 2.013 sasaran.

Selain itu, progres vaksin untuk pelayan publik juga telah mencapai angka 80,30 persen atau setara 15.408 dari total 19.189 sasaran pelayanan publik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumba Timur Domu Warandoy saat ditemui wartawan di Kota Waingapu, Sumba Timur, Kamis 28 Oktober 2021, mengatakan guna mempercepat cakupan vaksinasi dan capaian target vaksinasi, Pemkab mulai melakukan vaksinasi di wilayah pinggiran.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

Hal itu, sebut Domu, juga dimaksudkan untuk menurunkan kembali status dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 menjadi Level 2 di Kabupaten Sumba Timur.

“Ini yang menjadi fokus perhatian kita mulai saat ini, karena masyarakat di luar kota atau daerah pinggiran itu yang menjadi persoalan selama ini,” beber Domu.

Ia menambahkan, penetapan PPKM Level 3 untuk Sumba Timur dilakukan lantaran progres vaksinasi belum mencapai 40 persen hingga 18 Oktober 2021 lalu.

Kendati demikian, meskipun saat sudah mencapai target, Domu menjelaskan Pemkab Sumba Timur akan terus gencar melakukan vaksinasi, terutama di wilayah pinggiran hingga mencapai 70 persen.

“Bahkan, kalau bisa hingga akhir tahun ini bisa mencapai 100 persen,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Sumba Timur Khristofel Praing mengungkapkan, kenaikan level dari PPKM Level 2 menjadi PPKM Level 3 ditetapkan berdasarkan pertimbangan belum tercapainya standardisasi vaksinasi di daerah tersebut.

“PPKM yang jadi kebijakan pemerintah pusat prinsipnya kita siap laksanakan. Tetapi harus dicatat, kita naik pada Level 3 karena belum sampai 40 persen sebagaimana dipersyaratkan,” imbuhnya pada Sabtu 23 Oktober 2021 lalu.

Khristofel Praing yang didampingi Sekda Sumba Timur Domu Warandoy mengaku, selain di wilayah Kota Waingapu sebagai ibu kota kabupaten, vaksin di wilayah kecamatan lain di luar kota masih menjadi persoalan.

“Tingkat vaksin di Puskesmas pinggir (luar) kota itu memang jadi persoalan, di samping memang kita terbatas tenaga kesehatan (nakes). Pada saat yang sama, kita juga harus buat prioritas,” imbuhnya.

Untuk itu, Khristofel Praing berharap dalam waktu tersisa, progres vaksinasi di Sumba Timur dapat mencapai target.

Sekadar diketahui, penetapan Sumba Timur menjadi PPKM Level 3 tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 54 Tahun 2021 yang diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Senin 18 Oktober 2021 lalu.

Selama seminggu terakhir, vaksinasi telah gencar dilakukan untuk wilayah perifer yang menjadi penyangga Waingapu sebagai ibu kota Kabupaten Sumba Timur.

“Vaksinasi gencar kita lakukan di desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Kanatang serta Kecamatan Pandawai,” jelas Khristofel Praing.

Sementara itu, serupa yang dilakukan Pemkab Sumba Timur, Pemkab Malaka juga menggenjot program vaksinasi. Hal itu dapat dilihat dari aksi pemangku kepentingan Puskesmas Bentun, Kecamatan Malaka Tengah yang terus bersafari ke setiap desa untuk memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

Safari itu diimplementasikan untuk mempercepat vaksinasi kepada masyarakat sekaligus menindaklanjuti instruksi Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) terkait vaksinasi Covid-19.

“Kita akan upayakan agar setiap hari harus ada pelayanan vaksinasi kepada masyarakat hingga akhir tahun,” terang Kepala Puskesmas Betun Fritz Makbalin di Betun, Rabu 27 Oktober 2021.

Ia menambahkan, target pihaknya untuk setiap hari adalah distribusi 200 dosis. Apabila dalam pelayanan tidak mencapai 200 dosis, maka sisanya akan dibawa pulang.

Menurut Fritz, masyarakat antusias terhadap program vaksinasi yang dilakukan Puskesmas Betun. Dengan demikian, ia menargetkan hingga akhir 2021 pelayanan vaksinasi di Malaka Tengah dapat mencapai 70 persen atau 80 persen.

“Atau minimal mendekati angka tersebut. Soalnya, pelayanan vaksinasi kepada masyarakat juga untuk mengejar target hard Immunity di Indonesia. Di sini, 70 persen masyarakat Indonesia harus divaksin,” ungkapnya.

Fritz mengatakan, secara umum animo masyarakat untuk ikut vaksin menunjukkan progres yang menggembirakan.

“Ada peningkatan kesadaran, hal itu dilihat dari sisi kehadiran di setiap desa rata-rata di atas 200 orang pada setiap pelayanan vaksinasi,” paparnya.

Oleh karena itu, Fritz menyampaikan apresiasinya kepada semua elemen masyarakat baik pemerintah desa maupun dari pihak TNI-Polri atas keterlibatan mereka dalam pelayanan vaksinasi.

“Terima kasih untuk semua elemen masyarakat yang sudah terlibat aktif dalam pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat Kabupaten Malaka, khususnya masyarakat Kecamatan Malaka Tengah,” imbuhnya.

Bagikan