Terdapat 107 Pasien Corona dalam Perawatan, Wawalkot Kupang: Jangan Euforia Berlebihan!

Terkini.id, Kupang – Penurunan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari sebelumnya empat dan tiga hingga menjadi dua saat ini, direspons secara bijak Wakil Wali Kota (Wawalkot) Kupang Hermanus Man.

Pasalnya, masih terdapat dan terjadi kasus penularan sehingga masyarakat diminta untuk tidak bereuforia berlebihan. Selain itu, pria yang akrab disapa ‘Herman’ ini menyebut pasien Covid-19 di Kota Kupang ada 107 orang dan sekarang dalam perawatan.

“Pasien ini dengan rincian 78 orang sedang lakukan isolasi mandiri (isoman), dan 29 orang sedang dirawat di rumah sakit,” paparnya kepada wartawan di Kota Kupang, Kamis 7 Oktober 2021.

Baca Juga: Angka Testing Lebih Sejuta per Pekan, Satgas Covid-19: Bukti Rendahnya...

Hermanus menjelaskan, mayoritas pasien didominasi jenis kelamin perempuan sebanyak 57 orang dan pria 50 orang. Adapun total kasus keselurahan sebanyak 15.267 orang, sementara pasien yang sembuh sebanyak 14.829 orang.

Data yang disampaikan Wawalkot Kupang pada Kamis 7 Oktober 2021 tersebut, juga dapat dilihat di laman resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, kupangkota.go.id dan covid19.nttprov.go.id berdasarkan hasil yang disampaikan Satgas Covid-19.

Baca Juga: Vaksinasi Lansia Dikebut Jelang Nataru, Upaya Tekan Lonjakan Corona Pasca...

Sementara itu, jumlah kematian tercatat sebanyak 380 orang dengan kategori meninggal lantaran terkonfirmasi sebanyak 328 orang, suspek 14 orang, dan probable 38 orang.

Data sebaran kasus per kecamatan, Oebobo menjadi wilayah paling tinggi dengan 39 kasus, Maulafa 23 kasus, Alak 21 kasus, Kelapa Lima 10 kasus, Kota Raja delapan kasus, dan Kota Lama enam kasus.

“Saat ini, kelurahan Namosain berada di zona merah dengan 12 kasus. Sementara empat kelurahan berada di zona orange dengan jumlah kasus di bawah 10. Sebanyak 21 kelurahan saat ini sudah berada di zona hijau atau nol kasus,” imbuh Hermanus.

Baca Juga: Kabar Baik, Tak Ada Lagi Wilayah Zona Merah Kasus Corona...

Sebelumnya, sebanyak 25 kelurahan di Kota Kupang dilaporkan telah berada di zona hijau atau nol kasus sebaran kasus covid-19. Selain dari penjelasan Hermanus, data ini juga telah disampaikan Satgas Covid-19 melalui laman resmi kupangkota.go.id dan covid19.nttprov.go.id per 3 Oktober 2021 lalu.

Kelurahan itu di antaranya Air Mata, Airnona, Bonipoi, Fatubesi, Fatufeto, Fatukoa, Fontein, Kuanino, Lai-Lai Bissi Kopan (LLBK), Mantasi, Manulai II, Manutapaen, Merdeka, dan Naikoten II.

Selanjutnya, Kelurahan Naimata, Nunbaun Delha, Nunbaun Sabu, Nunhila, Nunleu, Oesapa Barat, Oesapa Selatan, Oetete, Penfui, Kampung Solor, dan Tode Kisar.

Sementara itu, saat ini Kelurahan Namosain menjadi satu-satunya kelurahan zona merah dengan jumlah 16 kasus aktif. Adapun tiga kelurahan yaitu Liliba, Oeba, dan Tuak Daun Merah (TDM) berada di zona orange dengan jumlah kasus di bawah 10. Sementara, sisa kelurahan lain berada di zona kuning.

Kecamatan Oebobo menjadi wilayah paling tinggi sebaran kasusnya, yaitu sebanyak 24 kasus, Alak 22 kasus, Maulafa 19 kasus, Kota Lama 13 kasus, Kelapa Lima 12 kasus, dan Kota Raja enam kasus.

Hingga saat ini, total kasus dilaporkan sebanyak 15.226 dengan kesembuhan mencapai 14.802 orang, dan 96 lainnya tengah dalam perawatan.

Pasien yang dirawat dengan rincian 69 sedang isolasi mandiri serta dalam perawatan di rumah sakit sebanyak 27 orang.

Adapun jumlah kematian tercatat sebanyak 380 orang, dengan kategori meninggal terkonfirmasi sebanyak 328 orang, suspek 14 orang, dan probable 38 orang.

Untuk itu, Hermanus mengimbau agar warga jangan bereuforia berlebihan, baik ketika kasus Covid-19 di Kota Kupang menurun maupun penurunan level PPKM.

“Masyarakat harus tetap mendisiplinkan diri dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes), juga mengurangi kerumunan. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai instruksi pemerintah,” tegasnya.

Menurut Hermanus, intinya masyarakat harus bisa mengurangi mobilitas dan kerumunan. Pasalnya, di tengah penurunan level PPKM ini, banyak kegiatan seperti acara dan pesta yang tak mengindahkan protokol kesehatan.

Selain menekankan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, ia mengatakan pemerintah juga fokus mempercepat vaksinasi.

“Vaksinasi harus dipercepat karena ini salah satu indikator yang menentukan kategori level. Mari tetap perhatikan anjuran pemerintah sehingga kota kita bisa keluar dari pandemi Covid-19,” imbau Hermanus.

Bagikan