Ini Alasan Upaya Kolaboratif Mahasiswa-Pemuda Penting dalam Pengendalian Covid-19

Terkini.id, Kupang – Guna mereduksi penularan Covid-19 yang hampir mewabah selama dua tahun ini, mahasiswa dan dosen Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menginisiasi kegiatan positif yang kolaboratif.

Kegiatan itu mengusung isu penting terkait penegakan protokol kesehatan (prokes) dalam masa pandemi Covid-19. Sehingga, pemantuan protokol kesehatan dianggap urgensial untuk dapat mengendalikan penularan Covid-19 di daerah.

Seperti diketahui, perkembangan kasus Covid-19 di tingkat nasional saat ini telah menunjukkan penurunan. Kasus positif dan bed occupancy rate (BOR) menurun sejak akhir Juli 2021 hingga akhir September 2021. Sejalan hal tersebut, tingkat kesembuhan juga meningkat hingga awal Oktober 2021.

Baca Juga: Ini Dampak Buruk Kesehatan Mental yang Tak Baik dalam Masa...

Kendati demikian, perkembangan yang baik itu harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Ini agar seluruh provinsi di Indonesia berhasil mengendalikan kasus Covid-19 dan berdampak baik secara nasional.

Menyikapi hal itu, Program Studi (Prodi) Sanitasi Kemenkes Kupang bekerja sama United Nations International Children’s Emergency Fund (Unicef) Indonesia atau Dana Darurat Anak Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia dan Pengurus Daerah Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia Nusa Tenggara Timur (HAKLI NTT), memprakarsai webinar bertajuk ‘Pengendalian Pandemi Covid-19 melalui Upaya Sanitasi dan Pemantauan Protokol Kesehatan’.

Baca Juga: Vaksinasi Lansia Dikebut Jelang Nataru, Upaya Tekan Lonjakan Corona Pasca...

Webinar yang diselenggarakan sekaligus Dies Natalis ke-26 Prodi Sanitasi Poltekes Kemenkes Kupang, menghadirkan pembicara Ketua Umum PP HAKLI Prof Arif Sumantri, Dekan Fakultas Teknik Unisba dr Mohamad Satori, Wash in Emergency Officer Unicef Jakarta Enrico Rahadi Djonoputro, dan Ketua Prodi Sanitasi Poltekes Kemenkes Kupang Karolus Ngambut.

Selain pembicara tadi, webinar juga menghadirkan ribuan mahasiswa, alumni, serta pemangku kepentingan terkait guna mengimplementasikan kegiatan pemantauan protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman) dengan melibatkan mahasiswa dan pemuda secara umum.

Pemantauan tersebut direncanakan bakal dilakukan hingga akhir Oktober 2021, dan dapat diperpanjang berdasarkan situasi dan kondisi Covid-19 di Tanah Air.

Baca Juga: Kabar Baik, Tak Ada Lagi Wilayah Zona Merah Kasus Corona...

Mahasiswa dan pemuda akan melakukan dua pengamatan selama enam hari dalam seminggu. Pengamatan akan dilakukan di beberapa lokasi berbeda juga dalam waktu seminggu.

Selain itu, dalam pemantauan tersebut mereka juga akan melibatkan kerabat dan keluarga di lingkungannya masing-masing.

Direktur Poltekes Kemenkes Kupang Dr RH Kristina menyambut baik kegiatan yang diniscayai sangat strategis di masa pendemi ini.

“Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa untuk civitas akademika, khususnya Prodi Sanitasi yang menggagas kegiatan bergengsi skala nasional, sehingga pesan pencegahan ini bisa menjangkau masyarakat secara luas,” demikian ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima wartawan di Kota Kupang, Kamis 7 Oktober 2021.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Unicef Indonesia NTT-NTB Yudhistira Yewangoe juga menyampaikan hal serupa.

Menurutnya, melalui pelibatan insan kampus dalam pemantauan dan kampanye perilaku hidup sehat serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan, diklaim pihaknya dapat meningkatkan kesadaran dalam masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa dalam upaya mengeradikasi pandemi Covid-19.

“Unicef percaya, setiap anak dan pemuda memiliki kesempatan serta potensi dalam pembangunan di Indonesia. Kami percaya, komitmen dukungan mereka akan memberikan kontribusi nyata. Sehingga, perlu ada sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam penanggulangan dan pencegahan Covid-19,” terangnya.

Menurutnya, peran civitas academika dalam setiap kegiatan khususnya dalam pemantauan protokol kesehatan merupakan sumbangsih penting bagi perkembangan dan kemajuan kemaslahatan kesehatan NTT itu sendiri.

Bagikan