Gubernur NTT: Organisasi Profesi-Parpol Harus Terlibat Percepatan Vaksinasi

Terkini.id, Kupang – Guna mengimplementasikan pencapaian herd immunity atau kekebalan komunal seperti yang menjadi tujuan utama dalam mengeradikasi virus corona (Covid-19), Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat meminta organisasi profesi dan partai politik (parpol) terlibat aktif dalam membantu percepatan vaksinasi di NTT.

Hal itu ditekankan Viktor usai mendapat vaksin dosis kedua di depan ruang rapat Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari 52, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, NTT, Selasa 5 Oktober 2021. Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi di berbagai fasilitas kesehatan (faskes) yang tersedia.

Menurutnya, beberapa kabupaten di NTT masih belum capai target, di antaranya Kabupaten Malaka dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Baca Juga: Vaksinasi Lansia Dikebut Jelang Nataru, Upaya Tekan Lonjakan Corona Pasca...

“Kita harapkan dengan partisipasi dan dorongan dari semua pihak, bisa meningkatkan capain target vaksinasi,” kata Viktor.

Ia menambahkan, telah mendapat laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT, Danlantamal sudah bersedia membantu percepatan vaksinasi di Malaka sebagai daerah terendah cakupan vaksinasinya.

Baca Juga: Kabar Baik, Tak Ada Lagi Wilayah Zona Merah Kasus Corona...

“Seluruh organisasi profesional dan parpol juga ikut berperan. Saya harap, semua parpol ikut berperan untuk melakukan vaksin. Begitu juga organisasi profesi seperti Kadin dan HIPMI, serta organisasi lainnya untuk terus bekerja demi mencapai percepatan vaksinasi,” imbau Viktor.

Ia juga mengungkapkan komitmen pemerintah provinsi (Pemprov) untuk mengejar target vaksinasi terutama dosis kedua.

“Vaksin kedua yang ini kita dorong terus supaya mempermudah masyarakat dalam banyak hal. Juga untuk kejar target lepas masker pada akhir tahun (2021),” papar Viktor.

Baca Juga: Begini Cara Jaga Nutrisi Bayi-Batita dalam Masa Pandemi Covid-19

Terkait tren penurunun kasus Covid-19 di NTT, politisi dari Partai Nasdem itu berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi. Pasalnya, vaksinasi merupakan aspek penting untuk membuat virus Covid-19 menjadi endemik.

“Ke depannya, kita berbicara bukan lagi pada positivity rate tetapi mortality rate-nya atau tingkat kematiannya. Karena ini virus, pasti selalu ada. Kalau mortality rate-nya sudah tidak ada, berarti vaksinnya efektif. Artinya, virus ini jadi virus biasa dengan adanya vaksin,” imbuh Viktor.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil NTT Emma Simanjuntak memaparkan, capaian vaksinasi dosis pertama di NTT hingga saat ini adalah 31,46 persen atau 1.205.288 orang.

Adapun dosis kedua sebesar 15,67 persen atau 600.256 orang, dan dosis ketiga atau booster khusus tenaga kesehatan (nakes) mencapai 60,97 persen.

Menurut Emma, total sasaran vaksinasi di NTT adalah 3.831.439 orang. Ia mengungkapkan, kabupaten yang capaian vaksinasinya masih rendah adalah Malaka, TTS, Flores Timur, Alor, dan Ende.

“Kami terus mendorong dan memberi support terhadap kabupaten yang masih rendah (vaksinasinya) agar mempercepat vaksin. Sejauh ini, vaksin yang kami peroleh dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah banyak, tidak ada masalah,” jelasnya.

Emma menjelaskan, pihaknya bergerak cepat dalam program vaksinasi. Begitu vaksin tiba, sebutnya, dalam tempo dua tiga hari langsung didistribusikan ke Kabupaten dan kota. Untuk itu, pihaknya juga tetap optimistis guna meningkatkan capaian vaksinasi tersebut.

Bagikan