Percepat Tercapainya Herd Immunity, Wali Kota Kupang Perintahkan Lurah-Camat Data Warga Belum Vaksin

Terkini.id, Kupang – Saat ini, percepatan penanganan Covid-19 sangat urgensial dan mendesak sehingga diperlukan pemberdayaan berbagai pihak, baik dalam pemerintahan maupun komponen masyarakat. Salah satunya adalah menggenjot vaksinasi. Hal itu dilakukan demi tercapainya herd immunity atau kekebalan kelompok.

Untuk itulah, di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore memerintahkan para lurah dan camat se-Kota Kupang untuk segera mendata warga yang belum divaksin dalam satu-dua hari ke depan.

Arahan itu disampaikan Jefri saat memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Kota Kupang yang berlangsung secara virtual, Senin 13 September 2021.

Baca Juga: Ini Upaya Penyelenggara Bimas Buddha Kupang Bentengi Keluarga dari Destruksi...

Dalam arahannya, orang nomor satu di Kota Sasando, demikian julukan wilayah Kupang, mengungkapkan, pemerintah akan menargetkan 10 ribu warga yang belum divaksin.

Oleh karena itu, data warga yang belum divaksin di setiap kelurahan nantinya dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, untuk selanjutnya diatur jadwal vaksinasinya di setiap kelurahan pula.

Baca Juga: Ini Peran Kesbangpol dalam Upaya Penanggulangan Covid-19 di NTT

Jefri mengakui, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memiliki persediaan vaksin AstraZeneca yang harus segera dimanfaatkan. Untuk itu, masing-masing kelurahan akan dijatah 250-300 warga untuk divaksin baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua.

“Jadwal vaksinasi akan dimulai dua hari mendatang. Saya imbau para lurah dan camat memberikan edukasi kepada warga, vaksin AztraZaneca aman digunakan,” katanya.

Selain masyarakat umum, Wali Kota juga menginstruksikan para pimpinan perangkat daerah untuk memastikan semua staf dan keluarganya sudah divaksin, dibuktikan dengan sertifikat vaksin.

Baca Juga: Belum Ada Vaksin yang Efikasinya 100 persen, Tetap Patuhi Prokes!

“Akan ada sanksi bagi pegawai yang belum divaksin, dan mereka tidak diperbolehkan masuk kantor,” tegasnya.

Sementara itu, sebut Jefri, bagi warga atau pegawai yang lantaran alasan kesehatan tidak dapat divaksin, harus dibuktikan dengan keterangan dokter.

Menurutnya, evaluasi yang digelar pihaknya hari ini bertujuan untuk mengukur kinerja pencapaian vaksinasi Covid-19 di Kota Kupang.

Hal itu, imbuh Jefri, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perkembangan percepatan penanganan Covid-19 di Kota Kupang, khususnya terhadap upaya Pemkot Kupang dalam mendukung program vaksinasi.

“Progres vaksinasi di Kota Kupang saat ini sudah mencapai 64 persen. Diharapkan, hingga akhir September nanti sudah 70 persen dan secepatnya bisa mencapai herd immunity. Sehingga, warga bisa lebih leluasa beraktivitas termasuk dalam upaya peningkatan ekonomi,” terang Jefri.

Kendati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kupang sudah turun status, dari sebelumnya level 4 ke level 3, namun Jefri mengimbau seluruh warga Kota Kupang untuk tetap waspada dengan mentaati protokol kesehatan (prokes) serta mengikuti vaksinasi.

Adapun vaksinasi untuk para pelajar, Wali Kota menjelaskan pihaknya akan mengatur jadwal pendistribusian dan pelaksanaannya tersendiri di sekolah masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang Fahrensy Priestley Funay yang mendampingi Wali Kota dalam rapat itu, menegaskan kepada para lurah, camat, dan pimpinan perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti arahan Wali Kota tersebut.

Pasalnya, sebut Fahrensy, percepatan vaksinasi ini akan menjadi prioritas utama Pemkot Kupang dalam beberapa waktu ke depan.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg Retnowati. Menurutnya, pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari lurah dan camat terutama soal data target sasaran yang belum divaksin.

Retnowati juga meminta secara khusus kepada para lurah yang dalam wilayah kerjanya memiliki pasar tradisional untuk mengatur jadwal vaksinasi bagi para pedagang di pasar.

Ia sendiri mengungkapkan optimistisnya dengan mengatakan, jika progres vaksinasi sudah mencapai 80 persen, Kota Kupang sudah bisa pulih dan mencapai herd immunity.

Bagikan