Sambut Pembelajaran Tatap Muka, Sekolah-sekolah di Kupang Makin Perketat Prokes

Terkini.id, Kupang – Jelang pembelajaran tatap muka (PTM), sekolah-sekolah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) jauh-jauh hari telah mempersiapkan kelengkapan protokol kesehatan (prokes). Prokes yang dimaksud adalah pengadaan peralatan maupun instruksi terhadap kepatuhan prokes yang dikeluarkan instansi terkait.

Pihak SMAN 2 Kupang saat ini masih menunggu instruksi atau keputusan Pemprov NTT tentang pelaksanaan sekolah tatap muka. Pihak sekolah telah mempersiapkan semua persyaratan sekolah tatap muka.

Hal tersebut disampaikan Kepala SMAN 2 Kupang Max Nggeolima di kantornya, Jalan SK Lerik, Kelapa Lima, Kota Kupang, Jumat 10 September 2021.

Baca Juga: Ini Upaya Penyelenggara Bimas Buddha Kupang Bentengi Keluarga dari Destruksi...

Menurut Max, kesiapan untuk pelaksanaan sekolah tatap muka di SMAN 2 Kupang sudah sangat siap.

“Kalau kesiapan untuk tatap muka, kami sudah sangat siap. Hanya, masih dalam suasana PPKM sehingga masih ada pembatasan, masih membatasi kita,” imbuhnya.

Baca Juga: Percepat Tercapainya Herd Immunity, Wali Kota Kupang Perintahkan Lurah-Camat Data...

Max menjelaskan, segala persiapan terkait penerapan protokol kesehatan sudah siap, termasuk pengaturan ruas kelas.

“Karena itu, kami di sekolah tetap menunggu kapan ada instruksi untuk dilaksanakan sekolah tatap muka, maka kita akan lakukan,” jelasnya.

Sekadar diketahui, persiapan terkait pembelajaran tatap muka di sekolah ini sudah ada sejak tahun lalu seperti tempat cuci tangan dilengkapi wadah sabun dan juga hand sanitizer.

Baca Juga: Ini Peran Kesbangpol dalam Upaya Penanggulangan Covid-19 di NTT

Sementara itu, menjelang pembelajaran tatap muka di SMPK Santo Yoseph Naikoten, pihak sekolah menyiapkan strategi pemetaan dan pengaturan siswa dalam ruang kelas. Upaya tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan sekolah.

Saat ditemui di kantornya, Jalan Herewila 27, Kelurahan Naikoten II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Kamis 9 September 2021, Kepala SMPK Santo Yoseph Naikoten, Romo Amanche Frank Ninu mengungkapkan sejak 2020 lalu, pihaknya bahkan sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Tahun ini kita juga siap pembelajaran tatap muka langsung secara terbatas. Strategi yang kami tempuh, yaitu melakukan pemetaan dan pengaturan siswa di dalam kelas,” beber Amanche.

Ia menjelaskan, penerapan protokol kesehatan yang dilakukan pihaknya bukan saja di luar ruangan seperti mencuci tangan, tetapi di dalam ruang kelas juga diatur.

“Ini terutama jarak tempat duduk dan jumlah siswa setiap ruangan,” kata Amanche.

Menurutnya, hal itu dimplementasikan sesuai instruksi Wali Kota Kupang khususnya terkait pelaksanaan sekolah atau belajar tatap muka.

“Makanya, kita sudah siap (dari tahun lalu). Persiapan sarana prasarana protokol kesehatan, tempat cuci tangan, dan juga jarak tempat duduk maupun jumlah siswa per kelas,” imbuh Amanche

Ia menambahkan, pada 2020 lalu SMPK Santo Yoseph juga telah menyiapkan skenario pembelajaran tatap muka terbatas.

“Saya contohkan, di tahun lalu jumlah siswa kami 459 orang, kita atur siswa yang masuk sekolah tiga rombongan belajar, maksimal 30 orang per rombongan belajar, bahkan kita buat 10-15 siswa per rombongan belajar,” ungkap Amanche.

Dijelaskan, saat ini pihaknya juga tengah melakukan persiapan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan peserta yang terpilih mengikuti AKM ke sekolah agar dibekali pembelajaran.

“Anak-anak datang, dan kita juga bagi (jadwal) sehingga tidak semua datang serentak. Persiapan kita lakukan, yaitu literasi dan numerasi. AKM ini juga tentu berbasis IT,” imbuh Amanche.

Amanche mengatakan, selama pembelajaran secara online alias daring, ia melakukan pembenahan seperti menambah kapasitas internet dan juga memberikan konsumsi bagi para guru.

“Karena para guru ini harus bekerja ekstra dari pagi hingga sore,” ungkapnya.

Sementara itu, imbuh Amanche, dana yang digunakan berasal dari bantuan operasional sekolah (BOS), yayasan, dan komite sekolah sendiri.

Terpisah, ditemui dalam kegiatan workshop Bimas Buddha Kanwil Kemenag NTT bertajuk “Peningkatan Kompetensi SDM Penyuluh Agama Buddha Non PNS” di Hotel Kristal, Jalan Timor Raya, Pasir Panjang, Kota Lama, Kota Kupang, Jumat 10 September 2021, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha NTT Artadi Wijaya mengungkapkan, dalam pembelajaran tatap muka Sekolah Minggu Buddha (SMB) di NTT, ia menekankan pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan.

“Nantinya, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka yang dilakukan guru-guru sekolah Minggu agama Buddha dengan anak didiknya masing-masing tetap mengedepankan protokol kesehatan 5M plus 1D,” papar Artadi.

Protokol kesehatan 5M plus 1D yang dimaksudnya merujuk pada poin-poin esensial seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, serta doa.

“Dengan demikian, kita semua dapat mencegah penularan Covid-19 sekaligus tetap dapat beraktivitas secara aman dan sehat. Doa sangat penting karena kita dapat memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi dapat segera teratasi,” ungkap Artadi.

Adapun SMKN 6 Kupang juga sudah mempersiapkan kelengkapan protokol kesehatan menjelang diterapkannya kegiatan belajar mengajar (KBM) pembelajaran tatap muka.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 6 Kupang, John Sion saat ditemui di kantornya, Jalan Gerbang Media, Kelapa Lima, Kota Kupang, menjelaskan untuk kesiapan sekolah serta impementasi protokol kesehatan sudah sepenuhnya dilakukan. Saat ini masih menunggu jadwal KBM tatap muka langsung.

“Jadi untuk kesiapan tatap muka sudah kita lakukan persiapan, termasuk persiapan protokol kesehatan. Semua sudah siap, hanya kita menunggu jadwal pelaksanaan belajar dan mengajar tatap muka,” beber John.

Ia menambahkan, selain pengaturan protokol kesehatan, pihak sekolah juga sementara berupaya agar para siswa di sekolah menerima vaksin.

“Agar KBM tatap muka ini bisa berjalan lancar, maka kami juga upayakan agar siswa yang ada juga bisa divaksin. Vaksinasi ini untuk meningkatkan imunitas tubuh siswa,” papar John.

Ia menambahkan, untuk vaksinasi pihaknya bekerja sama Puskesmas Oesapa. Sesuai data yang ada, siswa yang sudah terdaftar sebanyak 600 orang.

“Siswa yang sudah vaksin mandiri sebanyak 150 orang, karena itu jika semua siswa telah menerima vaksin maka KBM tatap muka langsung sudah bisa berjalan,” kata John.

Bagikan