Tak Ada Alasan Tolak Vaksin Covid-19, Ketahui Manfaatnya Demi Kemaslahatan Kesehatan

Terkini.id, Kupang – Pada Senin 6 September 2021 kemarin, program vaksinasi Covid-19 nasional telah mencapai 32,1 persen dari total jumlah sasaran 208 juta jiwa. Ini termasuk untuk lansia yang capaian angka vaksinasi berkisar 20 persen.

Capaian tersebut merupakan hasil peran aktif seluruh pihak, dari alumni perguruan tinggi, institusi swasta, organisasi sosial maupun TNI-Polri.

“Terus dukung program percepatan vaksinasi, segera dapatkan vaksin bila ada kesempatan, jangan takut dan jangan ragu, karena vaksin aman dan dapat melindungi,” demikian imbau Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam keterangan tertulisnya, Selasa 7 September 2021.

Baca Juga: Ini Upaya Penyelenggara Bimas Buddha Kupang Bentengi Keluarga dari Destruksi...

Menurutnya, cakupan vaksinasi yang makin luas akan dapat menekan angka kematian akibat Covid-19. Selain itu, disiplin terhadap protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) adalah ikhtiar bersama demi kemaslahatan kesehatan. 

Sebelumnya, pemerintah melalui arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah merealisasikan program sejuta vaksin per hari yang diklaim dapat mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity.

Baca Juga: Percepat Tercapainya Herd Immunity, Wali Kota Kupang Perintahkan Lurah-Camat Data...

Capaian itu kini ditingkatkan dan digenjot menjadi dua juta vaksin per hari dalam implementasi vaksinasi. Tentu bukan isapan jempol bila semua pemangku kepentingan terkait bersama masyarakat bahu membahu merealisasikannya.

Seperti diketahui, pemerintah berusaha mempercepat program vaksinasi Covid-19 pada 208 juta penduduk Indonesia semata-mata demi mengendalikan pandemi. Kendati demikian, masih saja ada segelintir masyarakat yang naif dan menolak untuk disuntik vaksin

Padahal, berdasarkan data terbaru dari Satgas Covid-19, risiko kematian akan lebih tinggi bagi pasien atau penyintas Covid-19 yang belum divaksinasi.

Baca Juga: Ini Peran Kesbangpol dalam Upaya Penanggulangan Covid-19 di NTT

“Vaksin Covid-19 sangat penting, tidak hanya untuk mencegah penularan tetapi juga melindungi kita dari risiko sakit parah, bahkan kematian akibat infeksi Covid-19,” beber Menkominfo Johnny.

Sementara itu, merujuk data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), vaksinasi memiliki kaitan erat dengan tingkat keparahan dan kematian lantaran virus corona. Pasalnya, berdasarkan data pada 5 September 2021, tercatat dari 135.861 pasien Covid-19 yang meninggal dunia, 94 persen di antaranya belum mendapat vaksinasi.

Johnny menambahkan, evaluasi efektivitas vaksin Covid-19 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI juga membuktikan, vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi Covid-19 serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan (nakes).

Evaluasi tersebut dilakukan melalui studi terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta yang meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi, dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari-Juni 2021.

Pengamatan sendiri dilakukan terhadap kasus konfirmasi positif Covid-19, perawatan, dan kematian lantaran Covid-19 pada tiga kelompok tenaga kesehatan, yaitu yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama, vaksinasi lengkap (dosis kedua), dan yang belum divaksinasi.

Selain itu, penelitian yang dilakukan King College London di Inggris juga menyimpulkan, orang yang divaksinasi Covid-19 secara lengkap tidak hanya mengurangi risiko penularan, tetapi juga bisa memperkecil risiko ‘Long Covid’.

Berdasarkan penelitian ini, dua dosis vaksin Covid-19 juga akan mengurangi gejala kesehatan yang timbul hingga 50 persen apabila mengalami reinfeksi.

Johnny mengungkapkan, penelitian dan data terbaru baik dari Inggris maupun Indonesia membuktikan vaksinasi berperan penting guna menurunkan risiko infeksi dan dampak fatal dari Covid-19. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu dan mau segera divaksin.

“Pemerintah akan terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi, dengan mengupayakan dua juta suntikan per hari untuk seluruh masyarakat Indonesia. Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama mendukung upaya ini dengan segera melakukan vaksinasi dan tidak perlu ragu lagi dengan efektivitas vaksin,” tegasnya.

Bagikan