Tegakkan Protokol Kesehatan, Wawalkot Kupang: Tak Ada Izin Pesta Selama PPKM Level 4!

Terkini.id, Kupang – Dalam arahannya terkait evaluasi implementasi kebijakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Wakil Wali Kota (Wawalkot) Kupang Hermanus Man mengungkapkan jika penerapan protokol kesehatan 5M di Kota Kupang masih belum optimal.

Menurutnya, mobilisasi warga yang terbilang masih sangat tinggi menjadi sorotan penting dalam evaluasi pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait.

Dalam kesempatan evaluasi rutin yang menjadi kegiatan esensial Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Jalan SK Lerik, Kelapa Lima, Kota Kupang pada Kamis 19 Agustus 2021 lalu pun, terlihat Hermanus serius mengingatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan 5M yang dimaksud.

Baca Juga: Ini Upaya Penyelenggara Bimas Buddha Kupang Bentengi Keluarga dari Destruksi...

“Sekali lagi, tidak henti-hentinya saya ingatkan untuk selalu mematuhi 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman minimal 1,5 meter hingga dua meter, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Ini agar kita dapat terhindar dari penularan virus corona,” imbaunya.

Untuk itu, ia menegaskan tidak ada izin untuk menyelenggarakan pesta dan acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan selama PPKM Level 4 di Kota Kupang.

Baca Juga: Percepat Tercapainya Herd Immunity, Wali Kota Kupang Perintahkan Lurah-Camat Data...

Sekadar diketahui, evaluasi yang dilakukan Hermanus guna menindaklanjuti mandat dari pemerintah pusat terkait ‘Evaluasi PPKM Level 4 untuk Wilayah Papua, Maluku dan NTT’ yang dilakukan bersama Menko Perekonomian dan sejumlah menteri terkait lainnya sehari sebelumnya.

Turut hadir dalam evaluasi tersebut, Kapolres Kupang Kota, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Kalak BPBD, Kadis Perindag Kota Kupang, Kasat Pol PP Kota Kupang, para Kapolsek, Danramil, para camat beserta Kasie Trantib masing-masing wilayah.

Dalam arahannya, Hermanus juga mengakui jika kerumunan warga, pesta, dan acara sejenisnya masih terus terjadi.

Baca Juga: Ini Peran Kesbangpol dalam Upaya Penanggulangan Covid-19 di NTT

“Hampir setiap hari tim patroli gabungan Pemda dan TNI-Polri menemukan masih ada warga yang menyelenggarakan pesta, dan harus ditertibkan bahkan dibubarkan,” ungkapnya.

Hermanus mengatakan, ada laporan warga berani menggelar pesta lantaran mengaku sudah mendapat izin.

“Karena itu, saya tegaskan tidak ada izin untuk menyelenggarakan pesta atau acara apapun selama PPKM Level 4,” tegasnya.

Selain pesta, sebut Hermanus, ada beberapa pelanggaran yang masih dilakukan warga terkait protokol kesehatan, di antaranya soal pemakaian masker yang belum semua ditaati warga.

Selain itu, jumlah pengunjung di mal dan pasar modern juga melampaui batas ketentuan serta belum semua pedagang kuliner menjalankan aturan dan ketentuan take away.

Menurut Hermanus, belum disiplinnya warga mengakibatkan kasus positif Covid-19 di Kota Kupang belum menurun secara signifikan, sehingga masih berkutat di angka ratusan penyintas.

“Secara epidemologi, penularan Covid-19 di Kota Kupang masih tinggi. Ini kita buktikan dari angka tes yang masih tinggi,” bebernya.

Kenati demikian, Hermanus mengakui tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 mengalami kenaikan. Hal itu, sebutnya, telah menunjukkan upaya penanganan sudah lebih baik lantaran ditunjang ketersediaan obat dan tabung oksigen.

Dalam kegiatan evaluasi, ia mengimbau kepada para camat untuk berkoordinasi dengan lurah-lurah di wilayahnya guna mengaktifkan posko Covid-19, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Para camat juga diminta untuk menjalin komunikasi dengan Kapolsek dan Danramil di wilayahnya masing-masing untuk melakukan pengawasan bersama di wilayahnya.

“Jika tidak mampu ditangani di tingkat kelurahan dan kecamatan, bisa minta bantuan Satgas Covid-19 tingkat Kota Kupang untuk patroli bersama,” kata Hermanus.

Nantinya, dalam patroli akan disertakan juga petugas untuk melakukan testing pada oknum warga yang diduga menimbulkan kerumunan.

Terkait posko Satgas Covid-19, Hermanus meminta dilakukan pembenahan khususnya personel dengan melibatkan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, serta Dinas Sosial dan Dinas Kominfo Kota Kupang untuk pelaporan dan penyajian data.

“Agar nantinya informasi pendataan kasus, kematian, kesembuhan, BOR, tracing, testing, bansos dan vaksinasi per wilayah keluar dari satu pintu,” imbau Hermanus.

Kapolres Kupang Kota AKBP KBP Satrya Perdana P Tarung Binti dalam kesempatan yang sama, juga meminta agar Satgas Covid-19 di tingkat kelurahan dan kecamatan ditingkatkan efektivitasnya.

“Petugas dari Kepolisian dan TNI siap memberikan dukungan. Kepada tim patroli, Kapolresta mengimbau untuk tidak segan dan takut dalam menegakkan aturan menertibkan warga yang belum taat prokes,” katanya.

Satrya Perdana juga memberi apresiasi kepada jajaran Dinas Perhubungan bersama petugas dari TNI dan Polri yang selama ini sudah bergerak menegakkan PPKM Level 4 dan penyekatan di pintu-pintu gerbang masuk Kota Kupang.

Bagikan