Kabar Baik, Pemkot Kupang Ungkap PPKM Level 4 Bisa Turun ke Level 3

Terkini.id, Kupang – Kebijakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah diimplementasian di Kota Kupang selama ini, agaknya sudah menunjukkan hal positif dengan melandainya angka penularan Covid-19.

Sehingga, untuk itulah Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memberi kabar baik terkait bakal diturunkannya level PPKM dari 4 menjadi 3 untuk ‘Kota Sasando’, demikian julukan wilayah Kupang.

Sinyal untuk menurunkan level PPKM itu disampaikan langsung Wakil Wali Kota (Wawalkot) Kupang Hermanus Man di Kantor Wali Kota Kupang, Jalan SK Lerik, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 20 Agustus 2021.

Baca Juga: Ini Upaya Penyelenggara Bimas Buddha Kupang Bentengi Keluarga dari Destruksi...

Tandem Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore itu menjelaskan, di atas kertas jumlah kasus telah menunjukkan penurunan signifikan. Kendati demikian, pria yang akrab disapa ‘Herman’ itu menyebut positif rate kasus masih cukup tinggi.

“Meskipun ke level 3, positif rate kita masih tinggi. Jadi kita tidak berani (menurunkan PPKM sekarang),” ungkap Herman.

Baca Juga: Percepat Tercapainya Herd Immunity, Wali Kota Kupang Perintahkan Lurah-Camat Data...

Persiapan untuk menurunkan level PPKM itu, pihaknya akan mengevaluasi dan meninjaunya hingga 24 Agustus 2021 mendatang. Hal itu juga sesuai surat instruksi Wali Kota Kupang.

Herman sendiri memaparkan, dari sekian banyak pemeriksaan diperoleh sebanyak 35 persen positif virus corona.

“Itu berarti potensi penularan Covid-19 masih ada,” imbuhnya.

Baca Juga: Ini Peran Kesbangpol dalam Upaya Penanggulangan Covid-19 di NTT

Menurut Herman, Pemkot Kupang juga tidak ingin tergesa-gesa mengambil langkah untuk menurunkan level PPKM. Pasalnya, dikhawatirkan masyarakat rentan mengabaikan protokol kesehatan lantaran menganggap semua telah selesai.

“Hal itu tentu akan mengganggu psikologis masyarakat maupun Pemkot sendiri,” imbuhnya.

Herman mengaku, Pemkot Kupang dan Forkompimda merasa lega mendengan kabar menyoal bakal diturunkannya level PPKM tersebut.

Kendati demikian, ia menegaskan realisasi itu pada akhirnya harus dipersiapkan betul, dengan penanganan dan pemantauan di lapangan pasca penurunan level PPKM nantinya.

“Ini karena psikologis masyarakat (yang menganggap kasus selesai). Makanya, kita tidak mau gembar gemborkan. Karena yang dikhawatirkan, mereka akan lengah,” imbau Herman.

Dalam rapat evaluasi bersama gugus tugas sehari sebelumnya, Herman meminta PPKM beberapa hari ke depan agar terus diperketat. Apalagi, sebutnya, pemerintah pusat juga menyoroti tingginya mobilitas warga di Kota Kupang yang dinilai masih tinggi.

Kendati capaian vaksinasi dosis pertama melampaui target nasional, Pemkot Kupang diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Selain itu, tetap memberlakukan PPKM sesuai ketentuan sebelum mengambil keputusan menurunkan level PPKM.

Herman menambahkan, perbedaan PPKM level 3 dan 4 tidak begitu berbeda karena yang terpenting dari pemberlakukan PPKM adalah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Di level 4 dengan pelarangan tempat umum seperti rumah ibadah dan pusat perbelanjaan, urainya, pada PPKM Level 3, tempat-tempat itu akan mulai dilonggarkan dan mulai bisa digunakan masyarakat dengan batasan tertentu.

Untuk itu, Herman kembali menegaskan, Pemkot tidak ingin mengambil langkah terburu-buru untuk menurunkan level PPKM, yang nantinya bisa berdampak buruk jika tidak disertai kajian yang baik.

Bagikan