Ini Alasan Epidemiolog Belanja Offline Hanya bagi Penerima Vaksin Lengkap

Terkini.id, Kupang – Salah satu poin penting dalam penerapan protokol kesehatan atau prokes 5M adalah menjauhi kerumunan. Kerumunan menjadi salah satu cara mengurangi penyebaran virus corona selain poin dalam 5M lainnya seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, dan mengurangi mobilitas.

Oleh karena itu, aktivitas sosial dan ekonomi diimbau dapat dilakukan secara digital, termasuk berbelanja atau shopping.

Hal tersebut diungkapkan Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta belum lama ini.

Baca Juga: Ini Upaya Penyelenggara Bimas Buddha Kupang Bentengi Keluarga dari Destruksi...

Dicky juga menyarakankan, untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari masyarakat juga diimbau melakukannya seminggu sekali atau bahkan lebih.

“Di sini sedang PPKM ya, kita belanjanya itu bisa seminggu sekali atau lebih. Kebutuhan dalam seminggu lebih sekali belanja,” pesan Dicky, seperti dikutip Kupang.Terkini.id, Sabtu 14 Agustus 2021 dari keterangan resminya.

Baca Juga: Percepat Tercapainya Herd Immunity, Wali Kota Kupang Perintahkan Lurah-Camat Data...

Ia kembali mengimbau, saat kondisi positivity rate di Indonesia yang masih tinggi, masyarakat dianjurkan dapat berbelanja secara online.

Jika misalkan terpaksa harus keluar untuk berbelanja, imbuh Dicky, disarankan jangan dilakukan setiap hari. Ada baiknya yang pergi berbelanja adalah mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap dan tidak memiliki komorbid.

“Ketika memang terpaksa harus keluar rumah belanja offline, pertama pastikan sebaiknya yang keluar rumah itu sudah (mendapat) vaksin lengkap, tidak memiliki komorbid, kemudian juga menerapkan 5M dan pergi pada waktu yang orang nggak banyak keluar,” imbaunya.

Baca Juga: Ini Peran Kesbangpol dalam Upaya Penanggulangan Covid-19 di NTT

Menurut Dicky, yang paling penting ketika akan berbelanja secara offline adalah sudah menentukan apa saja yang akan dibeli dan kemana saja tujuannya.

Pasalnya, berbelanja offiline tidak bisa dilakukan beramai-ramai mengajak anggota keluarga lainnya terutama anak kecil.

Atas kondisi saat ini, masyarakat sudah tak bisa lagi melakukan window shopping.

“Nggak bisa kita oh nanti mau lihat-lihat dulu di sana lalu ke sini. Harus sudah ditentukan mau belanja apa dan di mana. Kalau bisa kurang dari 30 menit lebih bagus. Kalau kelihatan ramai tempatnya, ya jangan dulu. Tunggu sampai sepi atau paling tidak bisa jaga jarak,” pesan Dicky.

Sementara itu, untuk berbelanja online sebaiknya tidak langsung menerima pesanan secara langsung dari kurir. Dicky menyarankan untuk menghindari kontak langsung. Sebaiknya pesanan dapat ditaruh di teras atau lokasi yang sudah ditentukan.

“Pesanan mungkin taruh di mana dulu, kita ambil saat jeda waktunya. Ini tuh masalah sirkulasi, misalnya di situ angin kecepatannya sangat kecil maka kalau barang sudah diletakkan lebih dari 15 menit kita bisa ke situ ambil. Apakah perlu disemprot? Ya enggak, kan yang dihindari itu adalah kontak langsung,” katanya.

Adapun untuk belanjaan yang dibeli secara offline, Dicky menyarankan dapat dicuci terlebih dulu terutama untuk sayuran dan lainnya.

Menurut Dicky, pada dasarnya Covid-19 tidak menular melalui air ataupun makanan melainkan melalui udara dan droplet.

Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memegang sesuatu.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Covid-19 kemungkinan hidup cukup lama dengan masyarakat.

Dalam keterangan persnya seusai pemerintah mengumumkan perpanjangan PPKM Level 4 hingga 16 Agustus 2021 mendatang pada Senin 9 Agustus 2021 lau, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bilang kemungkinan virus corona akan hidup cukup lama dengan masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, imbuh Budi Gunadi, pemerintah akan menyusun roadmap untuk mengatur aktivitas masyarakat karena hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Ke depannya mungkin besar bahwa virus ini akan hidup cukup lama bersama kita. Jadi arahan Presiden (Joko Widodo), kita harus miliki roadmap bagaimana kalau ke depannya virus ini hilang butuh waktu sampai tahunan,” ungkapnya.

Budi Gunadi menambahkan, pemerintah ingin aktivitas masyarakat dan ekonomi tetap bisa berjalan dengan kondisi yang lebih aman. Untuk itu, pemerintah akan segera membuat pilot project yang mengatur secara digital penerapan-penerapan protokol kesehatan (prokes) di enam aktivitas utama.

“Perdagangan modern seperti mal, department store, perdagangan tradisional seperti pasar basah atau toko kelontong, kantor dan kawasan industri, transportasi baik darat laut udara, pariwisata hotel resto event, keagamaan, pendidikan,” jelasnya.

Kemenkes Budi menjelaskan, protokol kesehatan yang mendampingi kehidupan masyarakat ke depan bisa benar-benar praktis. Misalnya berbasis digital atau teknologi informasi (IT).

“Sudah diputuskan Presiden akan gunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai dasar, dan minggu depan mulai di beberapa mal kerja sama dengan asosiasi mal Indonesia,” imbuhnya.

Bagikan