Pakai Masker Harga Mati! Ini Alasan Pemda Luar Jawa-Bali Harus Tingkatkan Pengawasan Prokes

Terkini.id, Kupang – Pakai masker harga mati! Ini alasan pemda luar Jawa-Bali harus tingkatkan pengawasan prokes. Guna mengeradikasi atau paling tidak menurunkan tingkat lonjakan penularan virus corona, ada beberapa poin esensial yang ditegaskan Satgas Penanganan Covid-19. Poin tersebut di antaranya tingkat kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker yang masih harus dimaksimalkan.

“Ini terutama dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Karena, hal memakai makser adalah hal paling sederhana yang dapat mencegah penularan,” demikian ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam dalam keterangan pers harian PPKM Darurat secara daring, yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat 8 Juli 2021.

Ia menjelaskan, data menunjukkan pada 2.654 kelurahan di Indonesia, menyatakan tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 60 persen patuh. Provinsi dengan ketidakpatuhan tertinggi ternyata berada di luar Pulau Jawa-Bali, yaitu Aceh.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Wiku menambahkan, sebaran kelurahan itu terdapat di provinsi Aceh (584), Jawa Barat (503), Jawa timur (493), Jawa Tengah (186), Sumatera Utara (174), Kalimantan Selatan (131), Sulawesi Selatan (103), Sumatera Barat (85), Sulawesi Tenggara (62), dan Banten (61).

“Ingat, memakai masker adalah hal termudah dan tersederhana yang bisa dilakukan, dan berdampak besar apabila dilakukan secara disiplin dan bersama-sama,” imbaunya.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

Wiku menegaskan, saat ini PPKM Mikro yang mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri No 15 Tahun 2021 masih berlaku untuk provinsi yang tidak menjalankan PPKM Darurat. PPKM Mikro yang saat ini masih berjalan harus diterapkan secara bersungguh-sungguh, terutama kepatuhan terhadap protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M).

Dalam hal ini, imbuhnya, Pemda berperan penting melakukan pengawasan.  Selain itu, juga harus meningkatkan pengawasan kepatuhan terhadap protokol kesehatan di titik-titik keramaian dan pastikan pelanggar ditindak tegas.

“Mohon untuk pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat di provinsi luar Jawa dan Bali, untuk tidak lengah dan tetap siaga meskipun tidak menjalankan PPKM Darurat,” pesan Wiku.

Baca Juga: Vaksin Diklaim Dapat Tekan Potensi Lahirnya Varian Baru Covid-19, Ini...

Angka Kesembuhan Tertinggi Terus Meningkat 21.000 Orang per Hari

Lonjakan penularan virus corona yang meningkat belakangan ini, juga diikuti kabar baik terkait perkembangan penanganan pandemi Covid-19 per 8 Juli 2021 secara nasional. Ini dapat dilihat dari angka kesembuhan harian yang juga terus meningkat hingga mencapai angka tertinggi sebanyak 21.185 orang sembuh per hari.

Angka tertinggi sebelumnya dicapai pada 6 Juli 2021 sebanyak 15.863 orang sembuh per hari. Adanya penambahan pasien sembuh pada Kamis 8 Juli 2021, meningkatkan angka kumulatif kesembuhan sudah mendekati angka dua juta orang sembuh, atau tepatnya 1.994.573 orang dengan persentase sembuh sebanyak 82,5 persen

Sejalan semringah itu, penerima vaksin pertama terus bertambah. Per Jumat 8 Juli 2021 ada sebanyak 820.889 orang dengan total melebihi 34 juta orang atau 34.860.686 orang yang telah divaksin. Sementara, yang menerima vaksinasi kedua juga meningkat menjadi 14.622.502 orang termasuk tambahan per Jumat 8 Juli 2021 sebanyak 178.689 orang. Adapun untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 40.349.049 orang.

Kendati demikian, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, bertambah 16.354 kasus, dan total mencapai 359.455 kasus (14,9 persen). Pada pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), bertambah sebanyak 38.391 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga Jumat 8 Juli 2021 mencapai 2.417.788 kasus.

Sementara itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 852 kasus dan kumulatifnya mencapai 63.760 kasus (2,6 persen). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 200.381 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 100.839 kasus.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi DKI Jakarta yang tertinggi menambahkan pasien sembuh sebanyak 10.857 orang dan kumulatifnya juga tertinggi sebanyak 511.940 orang, diikuti Jawa Barat tertinggi harian menambahkan 3.259 orang dan kumulatifnya sebanyak 343.671 orang, Jawa Tengah menambahkan 2.239 orang dan kumulatifnya 220.663 orang, Jawa Timur menambahkan 1.291 orang dan kumulatifnya 158.780 orang serta DI Yogyakarta menambahkan 918 orang dan kumulatifnya 53.319 orang.

Selanjutnya, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat lima provinsi dengan angka tertinggi, yaitu DKI Jakarta masih tertinggi dengan 12.974 kasus dan kumulatifnya 623.277 kasus, diikuti Jawa Barat menambahkan 7.772 kasus dan kumulatifnya 432.978 kasus, Jawa Tengah menambahkan 4.232 kasus dan kumulatifnya 280.830 kasus, Jawa Timur menambahkan 2.551 kasus dan kumulatifnya 187.175 kasus, serta DI Yogyakarta menambahkan 1.424 kasus dan kumulatifnya 70.894 kasus.

Selain itu, terdapat lima provinsi dengan angka kematian tertinggi harian di antaranya tertinggi di Jawa Tengah menambahkan 229 kasus dan kumulatifnya 12.364 orang, Jawa Timur menambahkan 165 kasus dan kumulatifnya 13.458 kasus, Jawa Barat menambahkan 136 kasus dan kumulatifnya 5.848 kasus, DKI Jakarta menambahkan 130 kasus dan kumulatifnya 9.121 kasus, serta Kalimantan Timur menambahkan 26 kasus dan kumulatifnya 1.983 kasus.

Di samping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 21.182.629 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 4.655.494 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 14.849.207 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 42,00 persen dan positivity rate spesimen mingguan (27 Juni 2021 hingga 3 Juli 2021) di angka 39,25 persen. Sementara itu, spesimen invalid dan inkonklusiv per hari berjumlah 764 spesimen.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per Jumat 8 Juli 2021, ada 135.936 orang dan kumulatifnya 14.231.840 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 11.814.052 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 97.545 orang.

Sementara itu, positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 28,24 persen dan positivity rate orang mingguan (27 Juni 2021 hingga 3 Juli 2021) di angka 24,11 persen. Secara sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten dan kota.

Bagikan