Perketat Prokes! Besok 6 Juli 2021 Pemkot Kupang Larang Mal Beroperasi, Ini Alasannya

Terkini.id, Kupang – Pemerintah Kota Kupang (Pemkot Kupang) melarang mal-mal yang ada di Kota Kupang untuk membuka pelayanan sejak diterbitkan surat edaran (SE) Wali Kota Kupang tentang pengendalian Covid-19 di Kota Kupang.

Surat edaran itu sendiri akan diterbitkan besok, Selasa 6 Juli 2021 dan berlaku hingga 21 Juli 2021 mendatang.

Usai rapat bersama Satgas Penanganan Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man mengungkapkan, surat edaran yang diterbitkan pihaknya tidak berbeda jauh dengan surat edaran sebelumnya yang akan mengatur tentang pembatasan kegiatan di sejumlah sektor.

Baca Juga: Tak Henti Berseru Prokes Harga Mati, Pemkot Kupang Akui 70...

“Rapat tadi itu kita mengatur dua hal, yang pertama internal ASN dan pemerintahan tentang work from home, shift, vaksinasi, dan arahan lurah serta camat. Yang kedua adalah PPKM Darurat melalui penebalan yang telah dilakukan,” imbuhnya di Kota Kupang, Senin 5 Juli 2021.

Hermanus mengatakan, dalam surat edaran tersebut yang lebih ditekankan adalah penutupan mal secara total, terkecuali adanya restoran yang berada dalam mal. Usaha sektor kuliner itu hanya akan melayani pengunjung dengan penerapan take away atau tidak makan di tempat.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Sementara itu, sektor lainnya seperti supermarket, pasar, dan pusat perbelanjaan akan beroperasi hingga pukul 20.00 WITA.

Selama Juli 2021, imbuh Hermanus, pemberkatan nikah di gereja akan ditunda. Adapun untuk sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) akan berlaku hingga 22 Juli 2021 pengecualian aktivitas di gereja.

“Mungkin di beberapa paroki yang sudah tercatat tapi hanya akan melakukan pemberkatan dan tetap (mematuhi) protokol kesehatan, tidak ada pesta,” terang Hermanus.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

Menurutnya, pemberlakuan surat edaran tersebut juga dimaksudkan untuk mengantisipasi perayaan hari raya Idul Adha 2021.

Untuk aturan mengenai tata laksana hari raya Idul Adha, Hermanus mengatakan akan membahas dalam rapat selanjutnya, namun penerapan bakal dilakukan sama dengan perayaan hari raya Idul Fitri 2021 lalu.

Penerapan itu dilakukan dengan mengarahkan umat yang merayakannya untuk melakukan salat di masjid, namun tetap akan dipantau berdasarkan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Kupang.

Untuk itu, Hermanus kembali mengimbau warga Kota Kupang untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Warga juga diimbau untuk segera melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat sebagai upaya melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan dari penularan Covid-19.

Masyarakat yang kedapatan tidak menaati aturan tersebut, bakal diberi tindakan berupa hukuman push-up tanpa denda. Baginya, hanya diberikan hukuman ringan lantaran sejauh ini belum ada aturan yang khusus mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Hermanus juga mengingatkan, guna menyadarkan masyarakat agar taat terhadap protokol kesehatan wajib dilakukan edukasi dan tanpa hukuman berat. Namun, bagi tempat umum yang melanggar protokol kesehatan itu akan dilakukan tindakan tegas dengan menutup tempat usaha tersebut.

“Andai kata ada undang-undang yang mengatur tentang pelanggaran prokes pasti kita laksanakan, kita lihat undang-undang. Orang tidak pakai helm kan ditilang, itu karena ada undang-undang. Kita tidak mungkin tilang orang yang tidak pakai masker karena tidak ada undang-undang (yang mengaturnya),” jelasnya.

Hermanus juga mengakui, fasilitas kesehatan yang merawat pasien Covid-19 di Kota Kupang hampir penuh. Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Kupang telah menyediakan satu tempat karantina terpusat yang akan digunakan untuk menampung pasien Covid-19.

Bagikan