Ini Alasan Mengapa Aksi Kecil Bersama Bisa Bantu Hentikan Pandemi Corona

Terkini.id, Kupang – Melonjaknya angka penularan corona virus disesase 2019 (Covid-19) belakangan ini memang patut diwaspadai. Kewaspadaan itu adalah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang telah diamanatkan pemerintah, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas atau disingkat 5M.

Sejatinya, situasi darurat Covid-19 tidak dapat dihentikan dengan mengandalkan aksi nyata satu-dua orang saja. Akan tetapi, semua komponen masyarakat harus terlibat dalam aksi nyata kecil namun memiliki kemaslahatan yang sangat besar, khususnya dalam menekang angka penularan virus corona.

Dengan aksi nyata kecil seperti mematuhi dan disiplin terhadap protokol kesehatan, justru terbukti dapat menekan laju penularan Covid-19.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Itulah implementasi yang diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro dalam keterangan resminya kepada wartawan, Sabtu 3 Juli 2021.

Menurut Reisa, mematuhi aturan pembatasan mobilitas dan di rumah saja, responsif dan segera diites saat demam, batuk, pilek atau kontak erat dengan kasus positif juga menjadi salah satu aksi kecil yang dimaksudnya.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

“(Harus) jujur saat ditelusuri petugas pelacak kasus, melaporkan diri ke Puskesmas akan berujung pada keberhasilan mengendalikan penularan virus Sars Cov-2 varian yang berbahaya ini dan (agar) PPKM Darurat dapat selesai,” imbaunya.

Reisa juga menegaskan, satu tindakan kecil dari seseorang berarti ribuan, bahkan jutaan nyawa dapat selamat dan kembali beraktivitas dengan sehat dan normal.

“Mari tunjukkan peran kita sebagai warga negara yang peduli untuk saling melindungi,” pesannya.

Baca Juga: Vaksin Diklaim Dapat Tekan Potensi Lahirnya Varian Baru Covid-19, Ini...

Reisa mengungkapkan, Covid-19 paling mudah menular dalam kondisi ruangan tertutup, kesempatan pertemuan panjang lebih dari 15 menit, interaksi jarak dekat, dan keramaian. Begitu juga aktivitas lainnya yang membuka risiko penyebaran percikan droplet seperti bernyanyi, berbicara, dan tertawa terutama pada saat tidak memakai masker saat berinteraksi dengan orang lain.

“Maka penggunaan masker dengan benar dan konsisten adalah protokol kesehatan paling minimal yang perlu diterapkan semua orang saat ini, sekarang juga tanpa terkecuali,” tegasnya.

Reisa mengatakan, jenis masker yang lebih baik dalam melindungi adalah masker bedah sekali pakai dan lebih baik lagi jika masker N95.

“Untuk saat in, penggunaan masker sekali pakai sebanyak dua lapis merupakan pilihan yang terbaik. Tujuannya menurunkan risiko droplet atau percikan air masuk ke rongga mulut dan hidung,” bebernya.

Selain menekankan pentingnya penggunaan masker, Reisa juga menunjukkan cara memakai dua masker, yaitu pertama membersihkan tangan terlebih dulu.

Selanjutnya, sambungnya, gunakan masker bedah sebagai lapisan pertama. Ia juga mengatakan, pastikan kawat tipis yang terdapat di bagian atas masker bedah ditekan ke arah wajah sehingga bentuknya mengikuti bentuk hidung. Kemudian, lapisi dengan masker kain yang terdiri dari tiga lapis kain.

“Pakailah masker kain yang ukurannya pas. Pastikan tali atau karet masker kain dikaitkan dengan baik pada telinga atau diikat di bagian belakang kepala. Coba hembuskan napas dan rasakan apakah masih ada udara yang mengalir dari sisi atas dan sisi samping masker. Bila masih ada, atur kembali posisi dan kekencangan masker,” jelas Reisa.

Reisa menambahkan, pastikan tetap bisa bernapas dengan nyaman dan tidak merasa pusing atau berkunang-kunang lantaran pemakaian dua masker tersebut.

“Ganti setiap empat jam sekali hanya buka apabila tidak ada orang lain yang berjarak dua meter dan selalu cuci tangan sebelum dan sesudah membuka masker,” imbuhnya.

Reisa menambahkan, masker bedah harus dibuang setelah sekali pakai kendati ditutupi masker kain. Sementara itu, masker kain masih bisa digunakan kembali, tetapi harus dicuci terlebih dulu hingga benar-benar bersih.

Selain memakai masker, imbuh Reisa, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer haruslah dilakukan berulang kali terutama setelah menyentuh benda yang disentuh orang lain, seperti gagang pintu atau pegangan tangga.

“Menyentuh daerah wajah dengan tangan perlu dihindari. Dan ingat, pakai hand sanitizer bukan asal basah atau asal semprot. Tetap lakukan enam langkah seperti mencuci tangan dengan air dan sabun. Pastikan merata ke semua bagian tangan dan jari-jari,” pesannya.

Reisa juga mengatakan, cuci tangan dengan sering dapat membunuh ribuan kuman yang ada di tangan. Bukan saja terlindungi dari Covid-19, namun juga dari bakteri virus lainnya yang saat ini juga masih ada.

“Yang tidak kalah penting, masyarakat beraktivitas dari rumah saja. Berinteraksi hanya dengan orang-orang yang tinggal serumah adalah pilihan paling aman. Jika harus meninggalkan rumah, maka upayakan jarak minimal dua meter dalam berinteraksi dengan orang lain,” paparnya.

Reisa menjelaskan, kalaupun harus kontak dengan orang lain seseorang harus memperhatikan ventilasi udara, durasi, dan jarak interaksi untuk meminimalkan risiko penularan.

“Usahakan di ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang bagus. Jangan berlama-lama, to the point langsung ke inti interaksi atau percakapan dan selalu jaga jarak,” imbaunya.

Sementara itu, bagi yang harus berkantor, Reisa mengingatkan guna memastikan jadwal dan kategori industri dan pelayanan sesuai aturan pemerintah dalam masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan bergantian atau menerapkan rotasi.

“Ruangan kantor harus selalu disemprot disinfektan, diupayakan untuk memiliki ventilasi udara yang baik. Buka pintu dan jendela. Jika pintu atau jendela tidak dapat dibuka, maka air purifier dengan hepa filter dapat digunakan di dalam ruangan,” terang Reisa.

Sementara itu, saat ditemui belum lama ini di RSUD Siloam, Jalan RW Monginsidi, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dr Oka Wijaya, dokter paru di RSUD Siloam Kupang, mengatakan langkah terbaik untuk mencegah penularan virus corona adalah dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Disiplin, mematuhi protokol kesehatan lebih baik ketimbang sudah terinfeksi (Covid-19). Jangan sampai sudah terinfeksi baru buru-buru ke rumah sakit, jadi cara terbaik adalah dengan mematuhi prokes,” tegasnya.

Bagikan