Perketat Prokes, NTT Masuk dalam Daftar Provinsi Kasus Corona Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Terkini.id, Kupang – Dalam masa pandemi dan melonjaknya kasus corona di Indonesia, maka ‘obat’ terbaik untuk menangkal dan mencegah penularan coronavirus disease 2019 (Covid-19) adalah 5M. Seperti diketahui, 5M adalah akronim dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang masuk dalam narasi protokol kesehatan (prokes).

Selain itu, vaksinasi dan atensi kesadaran masyarakat untuk mau divaksin agar terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok dan komunal, juga termasuk ‘obat’ yang manjur, murah, dan sederhana.

Hal itu diungkapkan Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi NTT Artadi Wijaya saat mensosialisasikan pentingnya kepatuhan masyarakat, khususnya dalam internal umat Buddha di Kota Kupang dalam keterangan tertulisnya belum lama ini.

Baca Juga: Tak Henti Berseru Prokes Harga Mati, Pemkot Kupang Akui 70...

Sekadar diketahui, sebagai bagian dari pemangku kepentingan dalam pemerintahan, Kemenag gencar menekankan kepada masyarakat terkait esensi kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu dapat dilihat dari sosialisasi ke tempat-tempat ibadah, tokoh umat, dan pemangku kepentingan lainnya. Selain sosialiasi melalui tulisan dalam bentuk pamflet terkait 5M yang ditempelkan di rumah-rumah ibadah, Kemenag juga menyumbangkan perangkat wastafel untuk mencuci tangan.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Hal sama pun dilakukan LaporCovid-19 yang sejak awal-awal Covid-19 mewabah di Tanah Air yang sudah getol menggemakan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Terkini.id, Sabtu 3 Juli 2021, bekerja sama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), perwakilan LaporCovid-19, Said Fariz Hibban melaporkan selama Juni-Juli 2021 ada 265 pasien Covid-19 meninggal saat sedang isolasi mandiri (isoman).

Kasus-kasus tersebut terjadi di 47 kota dan kabupaten dari 10 provinsi, di antaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Kepulauan Riau, Riau, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

NTT sendiri masuk dalam daftar salah satu provinsi penyumbang kasus meninggal saat isolasi mandiri. Hal itu terjadi pasca meninggalnya karyawan salah satu mal ternama di Kota Kupang, Iswahyudi. Iswahyudi adalah pasien positif Covid-19 yang ditemukan meninggal di kamar indekosnya di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang pada 22 Juni 2021 lalu.

Kejadian itu bertepatan melonjaknya kasus Covid-19 di Pulau Jawa yang dikabarkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) lantaran dipicu masuknya Covid-19 varian Delta dari India. Varian baru Delta juga diklaim lebih cepat menular ketimbang awal Covid-19.

Kendati lebih cepat menular, namun belum ada penelitian sahih jika varian tersebut dapat merusak imunitas vaksinasi yang saat ini gencar dilakukan pemerintah.

Iswahyudi bukanlah satu-satunya pasien Covid-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri. Di Kabupaten Karang Anyar, Jawa Tengah, seorang dalang sohor, Ki Manteb Soedharsono meninggal dunia saat isolasi mandiri lantaran Covid-19 di rumahnya.

Ki Manteb dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis 1 Juli 2021 setelah menjalani rapid antigen. Sempat mendatangi rumah sakit setempat untuk menjalani perawatan, namun karena rumah sakit penuh sehingga Ki Manteb harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya hingga meninggal.

Sama halnya penegasan pemangku kepentingan dalam Kemenag, LaporCovid-19 juga menyerukan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Semua demi kemaslahatan kesehatan dan keamanan mereka sendiri dari ancaman penularan virus corona.

Bagikan