Atensi Masyarakat dalam Kepesertaan Vaksinasi, Kabar Baik dalam Rundungan Pandemi

Terkini.id, Kupang – Indonesia akan kuat bila rakyatnya sehat. Mungkin ungkapan tersebut terbilang klise, tetapi itulah kenyataannya. Pasalnya, coronavirus disease 2019 yang disingkat Covid-19 sejak mewabah menjadi pandemi, telah terbukti menghancurkan berbagai sendi kehidupan.

Ekonomi, sudah pasti. Kesehatan, apalagi! Namun, semuanya itu dapat ditangkal dengan tekad dan kemauan yang kuat. Selain vaksinasi, kepatuhan terhadap protokol kesehatan adalah hal mutlak yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Sejatinya, hampir dua tahun pandemi berlangsung telah mengajarkan masyarakat untuk sadar betapa pentingnya protokol kesehatan ini. Terutama, dalam mengeradikasi virus akut yang sudah bermutasi dalam berbagi varian virus corona, termasuk varian Delta yang sudah menyebar pada beberapa daerah di Tanah Air.

Baca Juga: Ini Upaya yang Dilakukan Kadin NTT Guna Percepat Herd Immunity

Guna menahan laju penularan yang masif, sederhana sebenarnya. Hanya ada lima hal yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobiltas yang kerap disebut 5M. Kepatuhan terhadap 5M berdasarkan pengalaman terbukti menjadi zirah mumpuni yang efektif dan mampu melindungi diri dari Covid-19.

Apalagi, hal tersebut diperkuat dengan vaksinasi yang saat ini tengah digenjot pemerintah. Contohnya, program satu juta vaksinasi per hari yang diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini, yang mendapat respons baik dari berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga: Dorong Percepatan Kekebalan Kelompok, TNI AL Lantamal VII Gencarkan Vaksinasi...

Demi kemaslahatan kesehatan, program yang terbilang sulit tersebut harus terimplementasi guna menjamah ratusan juta rakyat Indonesia dalam waktu yang singkat. Kendati sulit lantaran keterbatasan vaksin, kurangnya tenaga kesehatan, dan luasnya wilayah di Negeri Khatulistiwa ini, bukanlah hal muskil jika pemerintah dan masyarakat bersinergi. Bila sudah demikian, niscaya program vaksinasi satu juta vaksin per hari itu dapat terealisasi.

Atensi masyarakat dalam kepesertaan vaksinasi adalah kabar baik di tengah rundungan melonjaknya angka penularan Covid-19 di Indonesia. Vaksin bukan lagi hal tabu yang perlu dikhawatirkan. Keniscayaan itu, paling tidak dapat dilihat dari antusiasnya masyarakat yang ingin divaksin.

Kabar hablur yang dulunya mengaburkan pandangan warga dengan rumor tak sedap terkait vaksin, kini sudah melamur. Hoaks yang destruktif sudah tidak lagi mempan membebat benak dan persepsi masyarakat dalam riuh yang diinginkan sekelompok kepentingan. Masyarakat sudah cerdas dan dapat memilah mana yang benar dan mana yang salah.

Baca Juga: Apresiatif, Serbuan Vaksinasi Makin Gencar Dilakukan TNI-Polri di NTT

Sehingga, itulah yang mendorong masyarakat berbondong-bondong ke berbagai tempat vaksinasi, baik pada fasilitas kesehatan seperti Puskesmas hingga berbagai area publik lainnya seperti mal sekalipun!

Tidak kurang, para pengusaha juga cepat tanggap dengan melaksanakan vaksinasi internal bagi karyawan-karyawan mereka dengan mengusung vaksinasi Gotong Royong. Beberapa kaum filantropi juga melakukan hal yang sama, atas nama kemanusiaan mereka menggelar vaksinasi gratis bagi warga sekitar lingkungan mereka.

Jangkauan area vaksinasi sudah menjamah berbagai wilayah, tak hanya di kota-kota besar namun juga di kabupaten dan pelosok pedesaan.

Di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya, antusiasme warga di sana untuk mengikuti vaksinasi patut diapresiasi. Andil itu tentu juga tidak lepas dari peran Polres Ende yang menggelar vaksinasi Covid-19 gratis pada Rabu 30 Juni 2021 kemarin.

Vaksinasi massal itu sendiri merupakan program Polri guna merealisasikan pencapaian target satu juta orang divaksin setiap hari.

Kapolres Ende AKBP Albertus Andreana, saat ditemui Rabu 30 Juni 2021, mengaku pihaknya baik di Mapolres dan di Polsek, kewalahan terhadap tingginya permintaan warga untuk divaksin. Sementara, masalahnya adalah kuota vaksin pihaknya sangat terbatas.

Ia menyebut, kuota untuk Ende adalah sebanyak 6.100 penerima vaksin. Namun, yang mendaftar melampaui kuota.

“Berdasarkan ceklist-nya dulu sudah melampaui kuota. Jadi masih banyak masyarakat yang sudah mendaftar tapi belum divaksin,” demikian ungkap Albertus.

Untuk itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang sudah terdaftar namun belum divaksin.

“Antusias warga mau divaksin tinggi, bukan hanya di Mapolres tetapi juga di Polsek-polsek,” beber Albertus.

Melihat antusiasme warga yang ingin divaksin, Kapolres mengatakan hal itu merupakan kabar baik sebab masyarakat sudah sadar betapa pentingnya vaksinasi demi melindungi diri mereka sendiri dan keluarga dari penularan Covid-19.

“Ada kesadaran masyarakat untuk divaksin. Oleh karena itu, saya berharap agar program vaksinasi ini tetap dilanjutkan. Sementara, warga yang sudah mendaftar akan masuk daftar tunggu,” kata Albertus.

Menurutnya, pada Agustus 2021 mendatang, pihaknya bakal kembali menggelar kegiatan vaksinasi dengan kuota yang diperkirakan lebih banyak dua kali lipat. Untuk itu, ia meminta warga yang belum kebagian vaksin untuk bersabar.

“Kita akan usahakan kegiatan (vaksinasi) dapat berlangsung terus, dengan harapan Kabupaten Ende ini bisa bebas dari Covid-19,” pesan Albertus.

Semringah, 14 juta Vaksin Sinovac Tiba di Tanah Air

Harapan Kapolres Ende AKBP Albertus Andreana seperti gayung bersambut. Bagaimana tidak, Indonesia kedatangan vaksin tahap ke-18 yang memberi harapan bakal tercapainya program satu juta vaksinasi per hari.

Vaksin yang tiba pada Rabu 30 Juni 2021 itu sebanyak 14 juta dalam bentuk bulk atau bahan baku produksi Sinovac. Vaksin yang disimpan dalam tujuh envirotainer besar itu, tiba dengan pesawat Garuda GA 891. Selanjutnya, vaksin tersebut akan diberangkatkan ke fasilitas Bio Farma di Bandung, Jawa Barat.

“Alhamdulillah, siang ini pada telah datang lagi tambahan 14 juta vaksin dalam bentuk bahan baku dari Sinovac Biotech. Artinya, perlu proses sekitar satu bulan di Bio Farma untuk menjadi vaksin jadi yang siap dipakai,” demikian diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada hari yang sama.

Menkes memaparkan, dengan kedatangan vaksin tahap ke-18 tersebut, hingga saat ini total vaksin yang telah diterima Indonesia adalah 118, 7 juta dosis vaksin. Ini terdiri dari 13,2 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

Selanjutnya, 105,5 juta dosis vaksin produksi Sinovac dalam bentuk bahan baku, yang setelah diolah di Bio Farma akan menghasilkan 85 juta vaksin bentuk jadi. Sehingga, secara total dari berbagai merek hingga 30 Juni 2021, Indonesia memiliki sebanyak 98,2 juta dosis vaksin bentuk jadi.

“Hal ini menggambarkan jumlah vaksin yang masuk ke Indonesia semakin banyak. Nanti, ada donasi dari COVAX GAVI, AstraZeneca, bulan Agustus (masuk) vaksin Pfizer sehingga jumlah vaksin yang masuk di semester kedua makin banyak,” terang Budi Sadikin.

Menkes Budi menekankan pemerintah akan mempercepat program vaksinasi agar di akhir tahun sebanyak 181,5 juta rakyat Indonesia sudah divaksin paling tidak satu kali. Ia juga mengingatkan, vaksin ini tidak membuat jadi kebal seperti “Superman” terhadap virus Covid-19. Namun, vaksin ini membuat tubuh lebih tahan, lebih cepat mengindikasikan jika terpapar virus, dan respons jadi lebih cepat melawan virus tersebut.

“Sehingga orang yang divaksin masih bisa terkena virus Covid-19, tetapi yang tadinya penyakitnya berat jadi ringan, kalau ringan jadi tanpa gejala. Intinya membuat daya tahan tubuh lebih baik,” imbuhnya.

Untuk itu, Budi Sadikin berharap, meskipun sudah divaksin minta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Menurutnya, saat ini kondisi kasus penularan Covid-19 tengah melonjak tinggi. Sebenarnya, sebut Menkes Budi, pemerintah telah mengantisipasi sejak sebelum Lebaran dengan mempersiapkan rumah sakit, ketersediaan obat, tenaga kesehatan yang sudah divaksin, dan tabung oksigen.

“Sekarang, tolong bantu kami dengan cara kalau tidak ada kegiatan yang penting tinggallah di rumah. Supaya bisa mengurangi laju penularan. Melindungi diri, dan keluarga, masyarakat, dan negara kita,” imbaunya.

Seperti diketahui, pemerintah terus mempercepat dan memperluas pelaksanaan vaksinasi. Kini, vaksinasi sudah bisa dilakukan untuk masyarakat berumur 18 tahun ke atas. Hingga 29 Juni 2021, total jumlah vaksinasi dosis pertama di Indonesia mencapai 28,3 juta, sementara vaksinasi dosis kedua mencapai 13,3 juta. Ini belum termasuk jumlah yang divaksinasi melalui program vaksinasi Gotong Royong.

Menkes Budi menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk melipatgandakan segala upaya, termasuk testing, tracing, dan treatment (3T), sekaligus mempercepat dan memperluas vaksinasi. Oleh karena itu, ia kembali berpesan agar semua individu, pelaku usaha, pemerintah pusat dan daerah, tanpa terkecuali untuk juga berupaya melipatgandakan protokol kesehatan.

“Ayo kita semakin serius, semakin disiplin, semakin saling mengingatkan. Agar tidak ada lagi yang kehilangan anggota keluarganya, karyawan yang dirumahkan, dan pelaku usaha yang menutup usahanya karena pandemi ini. Kita bangun Indonesia sehat, Indonesia bekerja, Indonesia tumbuh,” tegasnya.

Bagikan