Cepat Tangggap Dinas Kesehatan Kota Kupang Tangkal Masuknya Varian Baru Delta

Terkini.id, Kupang – Mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 memang sudah seharusnya menjadi kepatutan. Ketegasan itu mutlak dan tak dapat ditawar-tawar lagi. Kendati demikian, dalam praktiknya sebagian masyarakat masih ada yang tidak mengindahkan imbauan terkait kemaslahatan kesehatan dan keamanan tersebut.

Buktinya, saat libur Lebaran 2021 lalu, kendati pun sudah dilarang, akan tetapi masih saja ada warga yang tidak menghiraukan hal itu. Sehingga, pasca libur Lebaran terlihat signifikansi melonjaknya penularan virus corona.

Padahal, protokol kesehatan yang diserukan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, juga demi melindungi diri sendiri dan juga keluarga dari penularan virus corona. Apalagi, varian virus corona baru bernama Delta sudah masuk dan mewabah di Tanah Air.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Seperti diketahui, varian Delta telah merambah di sejumlah daerah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Guna mendeteksi adanya varian virus baru di Kota Kupang, Dinas Kesehatan (Dinkes) telah mengirim dua kali sampel ke laboratorium di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Retnowati, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Kupang, Rabu 23 Juni 2021, mengatakan pihaknya telah mengirim sampel pertama bersama sampel-sampel lainnya melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sejak dua minggu lalu. Pengiriman sampel tersebut dimaksudkan untuk memeriksa varian virus baru itu.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

Retnowati mengatakan, hingga saat ini belum mendapat informasi apapun terkait hasil pemeriksaan sampel itu. Kendati demikian, ia menduga tidak adanya informasi tersebut berarti varian virus baru Delta tidak terdeteksi di Kota Kupang.

“Secara analisis di lapangan, sejauh ini kami belum menemukan varian baru virus (Delta) ini. Hal itu dikarenakan varian baru virus tersebut memiliki gejala berbeda dengan virus dari Covid-19, sehingga pemeriksaan di laboratorium menjadi hal yang wajib untuk mengetahui kepastiannya,” imbuhnya.

Retnowati mengungkapkan, dalam waktu dekat Dinas Kesehatan Kota Kupang akan kembali mengirim 50 sampel khusus dari Kota Kupang untuk diperiksa di Jakarta.

Baca Juga: Vaksin Diklaim Dapat Tekan Potensi Lahirnya Varian Baru Covid-19, Ini...

Sementara itu, data kasus Covid-19 hingga Rabu 23 Juni 2021 yang yang diperoleh dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Retnowati, menyebutkan jumlah kasus sejauh ini tercatat sebanyak 7.156 orang atau naik sebanyak 27 orang dari data sehari sebelumnya.

“Untuk pasien yang sedang dirawat, sebanyak 149 orang atau mengalami pengurangan sebanyak sembilan orang, sedangkan pasien sembuh sebanyak 6.824 orang atau bertambah 35 orang,” paparnya.

Terkait kasus kasus kematian, Retnowati menjelaskan, saat ini berjumlah 235 orang dengan rincian jumlah pasien meninggal terkonfirmasi positif sebanyak 183 orang, pasien meninggal dunia dengan probable sebanyak 38 orang, dan pasien meninggal dengan suspek sebanyak 14 orang.

Adapun ketersediaan jumlah tempat tidur di rumah sakit, sambung Retnowati, sejauh ini fasilitas kesehatan di rumah sakit masih mencukupi, begitu pula ketersediaan alat rapid test yang masih bisa digunakan.

“Hingga saat ini juga, tiga kelurahan yaitu Kelurahan Fatululi, Manulai II, dan Kelapa Lima, menjadi tiga daerah dengan kategori zona merah. Sedangkan kelurahan Naikoten I, Naikoten II, Oepura, Maulafa, Liliba, Tuak Daun Merah, dan Oesapa merupakan daerah dengan zona orange. Sementara, kelurahan lainnya berada di zona hijau dan kuning,” bebernya. 

Dengan jumlah kasus yang terus meningkat tersebut, Retnowati menegaskan masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.  Menurutnya, dengan mematuhi protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M) sangat mumpuni mereduksi penyeberaan Covid-19 di Kota Kupang.

Sementara itu, dihubungi terpisah pada Selasa 22 Juni 2021, Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man mengatakan, dari data yang diperoleh pihaknya, penyebaran kasus Covid-19 telah terjadi hampir di semua kelurahan di Kota Kupang. Untuk itu, pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tidak hanya difokuskan terhadap RT, namun juga akan fokus pada tingkatan kelurahan.

Kendati demikian, Hermanus menegaskan tidak akan segan menutup (lockdown) RT apabila diketahui wilayah itu terdapat jumlah kasus Covid-19 di atas 10 orang. Sejauh ini, semua RT jumlah kasusnya berada di bawah angka 10 orang.

“Daerah zona merah akan kami perketat dengan warganya dianjurkan mengonsumsi makanan bervitamin (bergizi). Sementara, untuk daerah zona hijau, kami terus melakukan pemantauan terhadap orang baru yang masuk ke wilayah itu sambil menunggu hasil rapid test-nya,” imbuh Hermanus.

Hermanus mengaku, dalam petunjuk pelaksanaan yang diberikan kepada seluruh jajaran OPD, hanya berisi imbauan berkaitan pengetatan protokol kesehatan dan edukasi vaksinasi.

“Sehari dua hari keliling, masuk ke tempat-tempat kecil sampaikan edukasi vaksin dan penerapan 5M,” terangnya.

Sebelumnya, ditemui di Kota Kupang, Senin 22 Juni 2021, Ahli Gizi dan Nutrisi Ni Made Oka Arpini mengungkapkan, masyarakat tidak hanya bisa berpangku tangan dan bertumpu harap kepada para tenaga kesehatan (nakes).

“Artinya, diri kita sendirilah yang harus berperan aktif agar terhindar dari virus corona. Salah satu caranya adalah mengonsumsi makanan dan nutrisi yang sehat dan berimbang. Ini akan memperkuat imunitas diri kita dari virus Covid-19. Tentu saja, tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas (5M),” imbaunya.

Terkait angka kesembuhan secara nasional yang cukup mumpuni seperti data per Senin 21 Juni 2021 yang dirujuk dari laman resmi pemerintah Covid19.go.id, Oka juga mengatakan tidak terlepas dari faktor suksesnya imunisasi vaksin Covid-19. Sehingga, ia kembali berpesan agar masyarakat tidak usah khawatir untuk divaksin.

“Vaksin aman, kok. Jadi tidak perlu khawatir. Selain itu, selalu jaga kesehatan dengan makan makanan bergizi, dan patuhi prokes tentunya,” tutupnya.

 

Bagikan