Semakin Melonjak, per Jumat 18 Juni 2021 Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 12.990

Terkini.id, Kupang – Kasus baru corona yang mewabah di Indonesia belum mereda, bahkan tambahan kasus baru melonjak tinggi. Harus diakui, ketidakpatuhan dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) memang berkontribusi dalam masifnya penularan yang terjadi, khususnya pasca libur Lebaran 2021 lalu.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, hingga Jumat 18 Juni 2021, ada tambahan 12.990 kasus baru yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia. Sehingga, total menjadi 1.963.266 kasus positif corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari virus akut yang diklaim menular perdana di Wuhan, Hubei, Tiongkok, bertambah 7.907 sehingga menjadi sebanyak 1.778.127 orang.

Baca Juga: Tak Henti Berseru Prokes Harga Mati, Pemkot Kupang Akui 70...

Adapun jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia bertambah 290 menjadi sebanyak 54.043 orang.

Akibat masih tingginya tambahan kasus positif Covid-19, pemerintah meminta masyarakat untuk memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif guna mematuhi prokes. Pasalnya, untuk mengeradikasi virus tersebut diperlukan kesadaran terhadap bahaya melalaikan prokes, terutama 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Berdasarkan berbagai penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus corona sebesar 35 persen. Sementara itu, memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus corona hingga 45 persen kalau memakai masker kain. Akan tetapi, jika menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75 persen.

Sejatinya, kasus virus corona di Indonesia diklaim semakin memburuk. Ada beberapa pemicu yang menyebabkan kondisi tersebut. Beberapa di antaranya adalah moblitas penduduk dan menyebarnya corona varian baru seperti varian Delta.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis 17 Juni 2021 kemarin, mengatakan jika varian virus corona Delta yang berasal dari India sangat berbahaya.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

“Kini, varian Delta telah banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Virus-virus itu, seperti hasil yang didapat dari penelitian ilmiah di berbagai negara, tentunya itu virus yang berbahaya,” beber Wiku.

Ia menambahkan, terkait virus Delta tersebut harus dilakukan penelitian lebih lanjut guna memastikan apakah varian virus yang dianggap berbahaya di suatu negara juga bahaya di negara lainnya.

Untuk itu, Wiku mengimbau masyarakat agar selalu mendisiplin diri mematuhi prokes demi mencegah menyebarnya varian virus itu.

“Memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan harus selalu diterapkan. Langkah-langkah tersebut, efektif mencegah penularan virus corona varian apa pun. Yang utama kita lakukan adalah menjalankan prokes, karena dengan 3M itu apapun varian virusnya pasti tidak akan meningkatkan penularan,” imbuhnya.

Bagikan