Ini Urgensi Evaluasi Penanganan Perkembangan Kasus Covid-19 bagi Pemda

Terkini.id, Kupang – Dalam perkembangan peta zonasi risiko penularan Covid-19 per 6 Juni 2021, seperti diwartakan dalam laman resmi pemerintah Covid19.go.id, Sabtu 12 Juni 2021, terjadi kenaikan kasus pada sejumlah kabupaten/kota di zona merah yang tergolong tinggi.

Uraiannya, zona merah itu dari 13 menjadi 17, zona oranye atau sedang naik dari 322 menjadi 33, zona kuning turun dari 171 menjadi 158, dan zona hijau tidak ada kasus baru tetap tujuh, serta zona hijau tidak terdampak tetap satu kabupaten/kota.

Pada pekan ini, ada 12 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye menjadi zona merah, yaitu Kota Banda Aceh (Aceh), Kota Medan (Sumatera Utara), Lima Puluh Kota dan Dharmasraya (Sumatera Barat), Siak dan Kuantan Singingi (Riau), Tebo (Jambi), Ciamis dan Bandung Barat (Jawa Barat), Tegal (Jawa Tengah), dan Kota Bima (NTB).

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

“Saya ingatkan, bagi daerah yang pada minggu ini mengalami perkembangan kurang baik yang dibuktikan dari status zonasi yang memburuk, untuk segera melakukan evaluasi pada kasus positif, kesembuhan, kematian, testing maupun pelayanan pasien Covid-19 di daerahnya masing-masing,” terang Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jumat 11 Juni 2021 yang juga disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Namun, yang perlu diwaspadai adalah 10 kabupaten/kota yang saat ini berada pada zona oranye dengan skor mendekati zona merah. Di antaranya, Pati, Brebes dan Semarang di Jawa Tengah, Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru di Riau, Muara Enim di Sumatera Selatan, Tanah Datar di Sumatera Barat, Dairi di Sumatera Utara, Bintan di Kepulauan Riau dan Sumba Tengah di NTT.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

“Daerah-daerah ini jika tidak segera diperbaiki penanganannya, kemungkinan besar pada minggu berikutnya akan berpindah ke zona merah. Tentunya, hal ini perlu kita antisipasi sejak dini,” imbau Wiku.

Satgas Covid-19 meminta pemerintah tingkat kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan untuk upaya antisipasi. Urgensi perlu adanya evaluasi pengendalian lebih lanjut dari Pemda, seperti dituturkan Wiku, dimaksudkan agar koordinasi dengan tenaga kesehatan (nakes) setempat dapat terjalin dengan baik. Ini guna merumuskan solusi pengendalian efektif sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing daerah.

“Saya juga meminta pemerintah provinsi untuk mulai memikirkan strategi untuk memperbaiki perkembangan kasus di wilayah tanggung jawab masing-masing, maupun mempersiapkan rencana antisipatif, khususnya daerah yang berbatasan langsung dengan daerah yang sedang mengalami kasus dan mengalami perubahan ke zona risiko yang lebih buruk,” pesannya.

Baca Juga: Vaksin Diklaim Dapat Tekan Potensi Lahirnya Varian Baru Covid-19, Ini...

Menurut Wiku, koordinasi Pemda yang erat kaitannya antardaerah, diperlukan untuk menyusun rencana antar kabupaten/kota solid dalam pemberian pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Ini tanpa memandang asal daerahnya. Karena pada prinsipnya, setiap setiap rakyat Indonesia berhak mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan,” bebernya.

Untuk itu, ia berharap ke depannya dengan semakin sadarnya masyarakat terhadap pentingnya upaya antisipatif dan pencegahan lonjakan kasus, bersama Pemda dan pemangku kepentingan lainnya, dapat berkontribusi pada upaya mengeradikasi Covid-19 agar terkendali.

Seperti diketahui, pada hari ini Sabtu 12 Juni 2021, Indonesia mencatat penambahan 7.465 kasus baru Covid-19, sehingga total kasus positif saat ini sebanyak 1.901.490.

Provinsi DKI Jakarta mencatat penambahan kasus terbanyak dengan jumlah 2.455 kasus. Di bawahnya, terdapat Jawa Tengah dengan 915 kasus dan Jawa Barat dengan 876 kasus.

Berikut detail perkembangan Covid-19 di Indonesia:

Kasus positif bertambah 7.465 menjadi 1.901.490, pasien sembuh bertambah 5.292 menjadi 1.740.436, dan pasien meninggal bertambah 164 menjadi 52.730. semenara itu, sebanyak 97.959 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sementara jumlah suspek tercatat sebanyak 106.894.

Adapun sebaran 7.465 kasus baru Covid-19 di Indonesia pada Sabtu 12 Juni 2021:

DKI Jakarta: 2.455 kasus

Jawa Tengah: 915 kasus

Jawa Barat: 876 kasus

DI Yogyakarta: 436 kasus

Riau: 388 kasus

Jawa Timur: 358 kasus

Kepulauan Riau: 282 kasus

Sumatera Barat: 232 kasus

Banten: 214 kasus

Sumatera Selatan: 184 kasus

Kalimantan Barat: 146 kasus

Jambi: 145 kasus

Kalimantan Tengah: 120 kasus

Aceh: 108 kasus

Sumatera Utara: 99 kasus

Lampung: 96 kasus

Kalimantan Timur: 78 kasus

Bangka Belitung: 57 kasus

Nusa Tenggara Timur: 50 kasus

Bengkulu: 43 kasus

Sulawesi Selatan: 36 kasus

Kalimantan Selatan: 23 kasus

Bali: 22 kasus

Nusa Tenggara Barat: 20 kasus

Papua: 20 kasus

Sulawesi Barat: 13 kasus

Papua Barat: 13 kasus

Maluku Utara: 10 kasus

Sulawesi Tengah: 8 kasus

Kalimantan Utara: 7 kasus

Sulawesi Tenggara: 6 kasus

Gorontalo: 4 kasus

Maluku: 1 kasus.

Bagikan