Vaksin Sinovac untuk UMKM Kembali Dikirim ke NTT, Ini Tujuannya

Terkini.id, Kupang – Guna mengeradikasi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih mewabah di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satunya adalah dengan vaksinasi dengan tujuan terbentuk herd immunity atau kekebalan komunal dalam masyarakat.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT) kembali menerima distribusi vaksin Sinovac dari pemerintah pusat pada Kamis 10 Juni 2021. Vaksin sebanyak 80 vial itu tiba di Bandara El Tari Kota Kupang pada pukul 07.00 WITA dengan penerbangan Batik Air ID.6540.

Pasca sterilisasi di Terminal Kargo Bandara El Tari, vaksin itu kemudian diangkut menggunakan mobil biofarma dengan nomor D 8095 FD ke Gudang Obat Dinas Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil NTT. Terlihat, pengangkutan vaksin Sinovac itu dikawal ketat aparat kepolisian dari Polda NTT.

Baca Juga: Vaksinasi Diklaim Bentuk Herd Immunity, Ini yang Dilakukan Komunal Keagamaan...

Serah terima vaksin dilakukan di Gudang Obat Dinas Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil NTT dari pihak Biofarma kepada pihak Dinas Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil NTT yang diwakili Koordinator Vaksin Edward Muni.

Edward mengungkapkan, sebanyak 80 vial vaksin Sinovac itu ditujukan bagi pelayanan publik, khususnya para pelaku di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kendati demikian, ia sendiri tidak menjelaskan secara terperinci bakal didistribusikan di wilayah mana vaksin Sinovac bagi sektor UMKM tersebut.

Baca Juga: Ini Urgensi Evaluasi Penanganan Perkembangan Kasus Covid-19 bagi Pemda

Kedatangan vaksin Sinovac hari ini merupakan distribusi ke-18 vaksin untuk NTT dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Adapun perinciannya, distribusi ke Dinas Kesehatan NTT sebanyak 11 kali, distribusi ke pihak distributor Anugerah Pharmindo Lestari (APL) sebanyak tujuh kali, dan distribusi ke distributor Kimia Farma sebanyak enam kali.

Sebelum kedatangan 80 vial vaksin Sinovac, masih terdapat stok vaksin di gudang Obat Dinas Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil NTT, terdiri dari 143 viral vaksin Sinovac dan 163 vial vaksin AstraZeneca untuk purnawirawan TNI.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil NTT dr Messerasi Ataupah mengakui lambatnya pelaksanaan vaksinasi di NTT juga lantaran keterlambatan dan keterbatasan pasokan vaksin dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Harapan Percepatan Vaksinasi Gotong Royong, Satu Juta Dosis Vaksin Sinopharm...

Ia mengatakan, pemerintah provinsi terus mendorong pemerintah kabupaten kota melalui Dinas Kesehatan untuk mempercepat progres vaksinasi di daerah guna menciptakan heard immunity atau kekebalan komunal di NTT.

Sementara itu, di Jakarta, Kementerian Kesehatan memberikan izin untuk DKI Jakarta mulai melakukan vaksinasi pada penduduk berusia 18 tahun ke atas.

Perluasan sasaran vaksinasi Covid-19 ini dilakukan dengan tetap memprioritaskan pemberian vaksinasi kepada target vaksinasi, seperti tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan dan kelompok masyarakat lanjut usia (lansia).

Selain itu, juga diprioritaskan kepada petugas pelayanan publik dan kelompok masyarakat rentan seperti masyarakat di daerah kumuh, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dan pralansia yang belum mendapatkan vaksinasi maupun belum lengkap vaksinasinya.

Bagikan