Urgensi Tes Swab Bagi Guru dan Peserta Didik, Ini Alasan Kepala Sekolah SMAN 5 Kupang

Terkini.id, Kupang – Guna mencegah penyebaran Covid-19, SMAN 5 Kupang menggelar tes Swab tahap kedua bagi guru maupun peserta didik yang dilakukan Tim Surveillance Biomolekuler Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Kamis 3 Juni 2021.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di depan Aula SMAN 5 Kupang, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat.

Dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Kupang, Minggu 6 Juni 2021, Kepala Sekolah SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo Dheo mengungkapkan, Tim Surveillance Biomolekuler Undana telah melaksanakan tes tahap kedua bagi 320 orang, di antaranya 220 peserta didik serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMAN 5 Kupang.

Baca Juga: Vaksinasi Diklaim Bentuk Herd Immunity, Ini yang Dilakukan Komunal Keagamaan...

“Pelaksanaan tes Swab ini diperuntuhkan bagi 220 peserta didik yang sudah melewati test Swab tahap pertama serta para guru dan pegawai lainnya,” katanya.

Veronica menambahkan, proses tes Swab dilakukan para tenaga kesehatan (nakes) dari Tim Surveillance Biomolekuler Undana tersebut, sangat berkontribusi membantu kelancaran proses tes Swab tahap kedua pihaknya.

Baca Juga: Sinergi Pemkot dan Polres Kota Kupang Efektif Pantau Kepatuhan Prokes...

Dijelaskan, proses pelaksanaan tes Swab tahap kedua ini mencapai 25 persen peserta didik, serta akan dilanjutkan tahap kedua dengan persentase 50 persen, dan diharapkan dapat tercapai 100 persen ke depannya.

Menurut Veronica, semua yang dilakukan pihaknya adalah guna dapat menjalankan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) offline atau tatap muka pada tahun ajaran baru ini.

Ia menjelaskan, saat pelaksanaan tes swab tahap pertama yang sudah berlangsung selama satu bulan, dampaknya cukup mumpuni. Pasalnya, dalam proses pembelajaran tatap muka terbatas itu, tidak ada peserta didik maupun tenaga pendidik yang terjangkit positif Covid-19, sehingga pihaknya melanjutkan proses tahapan tes Swab tahap kedua.

Baca Juga: Ini Urgensi Evaluasi Penanganan Perkembangan Kasus Covid-19 bagi Pemda

“Saya mengaharapkan, di tahun ajaran baru ini peserta didik sudah mencapai angka 50 persen yang sudah berhasil di-Swab, hingga dapat mengikuti KBM offline,” bebernya.

Veronica juga berharap agar di tahun ajaran baru ini, kuota peserta didik sudah mencapai 50 persen guna mengikuti KBM tatap muka terbatas. Sehingga, jika satu bulan sesudah tahun ajaran tidak ada yang terpapar Covid-19, maka akan dinaikan kuota peserta didik menjadi 75 persen.

“Diharapkan, sebelum memasuki ujian semester sudah mencapai 100 persen peserta didik yang dapat mengikuti KBM oflline,” katanya.

Untuk itu, Veronica mengimbau seluruh peserta didik yang telah melakukan tes Swab agar dapat menjaga pola makan, rajin berolahraga, serta wajib mengikuti semua prokes Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman (3M).

Terkait kepatuhan terhadap prokes, Veronica mengatakan sudah menjadi tanggung jawab semua peserta didik dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah.

“Ini merupakan kesadaran dan tanggung jawab dalam berperilaku, maka (suatu saat) dapat menjadi kebiasaan,” imbuhnya.

Veronica berharap, ke depannya SMAN 5 Kupang dapat menjalankan proses KBM dengan offline, tetapi tetap dipantau atau diawasi instansi lain guna memonitoring proses KBM offline.

Bagikan