Gawat, Dampak Wabah Hama Tikus di Australia Mengerikan

Terkini.id, Kupang – Tikus, hewan pengerat yang sangat dihindari manusia, hampir ditemukan di seluruh dunia. Kendati banyak subfamili, tetapi tikus hanya dapat ditemukan di daerah tertentu. Tikus tidak ditemukan di Antartika atau pada banyak pulau yang terletak di tengah samudera.

Meskipun tidak satupun dari mereka berasal dari Amerika, beberapa spesies terutama tikus rumah dan tikus hitam telah tersebar ke seluruh dunia. Tikus menempati berbagai ekosistem dari hutan tropis hingga tundra.

Sekadar diketahui, tundra adalah suatu bioma tempat terhambatnya pertumbuhan pohon dengan rendahnya suhu lingkungan sekitar. Oleh karena itu, daerah ini disebut daerah tanpa pohon. Terkait tikus, terdapat pula spesies yang hidup sepenuhnya di dalam tanah (fossorial), di atas pepohonan (arboreal), dan semiakuatik, tetapi sebagian besar merupakan hewan terestrial hidup di atas tanah.

Suku tikus-tikusan atau muridae adalah salah satu famili hewan pengerat dari ordo Rodentia. Spesies tikus yang paling dikenal adalah mencit serta tikus got (Rattus norvegicus) yang ditemukan hampir di semua negara dan merupakan suatu organisme model yang penting dalam biologi; juga merupakan hewan peliharaan yang populer seperti hamster.

Namun, secara umum tikus adalah musuh manusia. Seperti yang diwartakan The Guardian dan Reuters, pada Minggu 30 Mei 2021, wabah tikus melanda Australia beberapa waktu belakangan. Tidak hanya merusak ladang pertanian, tikus-tikus ini juga menggigit kabel hingga manusia dan menyebabkan insiden kebakaran rumah.

Warga Australia, khususnya di New South Wales sering menemukan tikus-tikus ini di seluruh rumah, di furnitur, langit-langit, tempat sampah, ruang kelas, bahkan di rumah sakit.

“Wabah tikus membuat warga melakukan aktivitas baru dan merepotkan. Para penjaga toko memasang perangkap dan menenggelamkan tikus yang mereka tangkap. Ada pula yang harus rutin membakar bangkai tikus di halaman belakang rumahnya,” demikian ungkap The Guardian.

Pemerintah New South Wales sendiri telah menyetujui tindakan darurat guna mengizinkan penggunaan racun tikus paling mematikan di dunia. Belum diketahui pasti kapan wabah akan berakhir lantaran tikus-tikus tersebut hanya berkembang biak, menurun lantas berkembang biak lagi.

Sementara itu, Reuters mewartakan, salah seorang petani yang juga turut berjuang melawan wabah tikus adalah Kodi Brady. Selama beberapa bulan terakhir, ia rutin membersihkan bangkai tikus di ladangnya di Coonabarabran, sekitar 490 kilometer barat laut Sydney.

“Peternak itu mengambil ratusan bangkai tikus mati yang berhasil ditenggelamkannya dalam ember atau racun. Menurut Kodi Bray, hal ini memang berdampak besar pada kesehatan mental Anda. Saya tidak tidur karena saya paranoid, Anda tahu, Anda bisa mendengarnya di dinding dan atap rumah Anda,” beber Reuters mengutip perkataan Kodi Bray.

Untuk mereduksi serangan hama tikus, banyak petani terpaksa membakar jerami dan biji-bijian senilai ratusan ribu dolar yang kini beracun akibat serangan wabah tikus. Tikus-tikus tersebut juga memicu kebakaran rumah penduduk dan menggigit manusia.

Dalam pemberitaannya terkait hewan pengerat tersebut, laman news.com.au mengungkapkan, wabah tikus yang melanda wilayah New South Wales bahkan memicu kebakaran. Pasalnya, tikus-tikus tersebut mengunyah kabel listrik di sebuah rumah, sehingga satu keluarga harus kehilangan rumah akibat kebakaran.

Masih terkait dampak serangan hama tikus, seorang pemilik pub Trevor Hardie (70), juga terkena infeksi mematikan dari wabah tikus yang melanda New South Wales. Lansia tersebut mengalami gagal ginjal akut, gagal hati, dan katup jantung bocor.

Trevor Hardie diklaim terinfeksi leptospirosis, yang disebabkan bakteri leptospira yang ditemukan dalam urin hewan yang terinfeksi termasuk tikus, sapi, babi, dan anjing.

“Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka atau melalui selaput mulut, hidung, dan mata karena paparan air, tanah atau lumpur yang terkontaminasi air seni dari hewan yang terinfeksi,” demikian ulas news.com.au.

Bagikan