Perayaan Waisak di Kota Kupang Diawali Pengambilan Air Suci di Baumata

Terkini.id, Kupang – Rangkaian peringatan hari Trisuci Waisak 2565 BE/2021 di Kota Kupang diawali seremoni pengambilan Tirta Paritta atau air suci di sumber mata air Baumata, Taebenu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 25 Mei 2021.

Penyelenggaraan Waisak sendiri untuk mengingatkan umat Buddha pada tiga peristiwa suci yang terjadi dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama, yaitu kelahiran, pencerahan sempurna, dan kemangkatan. Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari yang sama, dengan tahun yang berbeda, yaitu hari purnama raya pada bulan Waisak.

Tiga momen esensial itu di antaranya kelahiran calon Buddha tahun 623 SM di Taman Lumbini Kapilavasthu Nepal, Pencerahan Sempurna tahun 588 SM di bawah Pohon Bodhi Bodhgaya India, dan kemangkatan Buddha Gotama tahun 543 SM pada usia 80 tahun di Kusinara India.

Dalam pesan Dhamma sebelum pujabakti pengambilan Tirta Paritta, Bhikkhu Saccadhammo menyampaikan pentingnya air bagi kehidupan manusia. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Baca Juga: Trisuci Waisak dan Restorasi Moral Menuju Indonesia yang Lebih Maju

Hari Trisuci Waisak 2565 tahun ini jatuh pada 26 Mei 2021. Ini berarti umat Buddha di seluruh dunia merayakan hari Trisuci Waisak dengan penuh keyakinan guna menghayati ajaran kebenaran Dhamma sebagai pedoman hidup yang luhur.

Pengambilan Tirta Paritta yang dilakukan umat Buddha dari Vihara Pubbaratana Kota Kupang merupakan kegiatan terkait monastik yang dilakukan pertama kalinya. Kegiatan dipimpin Padesanayaka Sangha Theravada Indonesia (STI) NTT YM Bhikkhu Saccadhammo Thera yang juga akan memimpin pujabakti peringatan detik-detik Waisak di Vihara Pubbaratana Kupang, Sikumana, Maulafa, Rabu 26 Mei 2021.

Baca Juga: Pesan Waisak dari STI, Jaga Keluhuran Bangsa hingga Imbauan Taati...

Kegiatan Tirta Paritta yang diprakarsai Pemuda Buddhis Pubbaratana tersebut dihadiri Pembimas Buddha Kanwil Kemenag NTT Artadi Wijaya, Ketua Vihara Pubbaratana Kota Kupang Yan Sigar, Penyelenggara Bimas Buddha Kota Kupang Imah, Penyuluh Buddha Kota Kupang Dharmma Palla, serta pengurus Vihara Pubbaratana Kota Kupang lainnya.

Penyuluh Buddha Kota Kupang Dharmma Palla mengatakan, rangkaian kegiatan Waisak selain pengambilan air suci adalah pujabakti, pradaksina, pattidana atau pelimpahan jasa kepada arwah leluhur, dan bakti sosial ke panti asuhan. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Dalam pesan Dhamma sebelum pujabakti pengambilan Tirta Paritta, Bhikkhu Saccadhammo menyampaikan pentingnya air bagi kehidupan manusia

“Kenapa dalam peringatan Waisak kita senantiasa mengambil air suci, karena air merupakan simbol kehidupan bagi semua makhluk di dunia. Air saling berkorelasi dengan tanah, udara, cahaya (api) sehingga terciptalah harmonisasi dalam alam semesta yang menunjang keberlangsungan kehidupan,” paparnya.

Baca Juga: Waisak 2021 dalam Pengetatan Protokol Kesehatan, Esensi Kemaslahatan Guna Reduksi...

Selain itu, Bhikkhu Saccadhammo mengungkapkan korelasi alam, khususnya air dengan kehidupan Sang Buddha.

“Air menghidupi pohon. Pohon penting artinya bagi sejarah perjalanan hidup Sang Buddha. Seperti kita ketahui, Pangeran Siddharta lahir di bawah pohon (Bodhi), mencapai penerangan sempurna di bawah pohon, dan mangkat atau parinibbana juga di bawah pohon,” imbuhnya.

Sementara itu, Penyuluh Buddha Kota Kupang Dharmma Palla mengatakan, rangkaian kegiatan Waisak selain pengambilan air suci adalah pujabakti, pradaksina, pattidana atau pelimpahan jasa kepada arwah leluhur, dan bakti sosial ke panti asuhan.

Bagikan