Waspada, Kasus Aktif Covid-19 Naik di 10 Provinsi Pasca Lebaran

Terkini.id, Kupang – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto menjelaskan, kasus aktif Covid-19 mengalami kenaikan di 10 provinsi Tanah Air. Peningkatan kasus aktif tersebut, runutnya tersebar di berbagai pulau mulai Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi.

“Dari kasus aktif di tingkat provinsi, sebanyak 10 provinsi meningkat yaitu Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara,” beber Airlangga usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 24 Mei 2021.

Ia menambahkan, secara nasional kasus aktif Covid-19 per 23 Mei 2021 mencapai 5,32 persen. Angka itu meningkat ketimbang pekan sebelumnya. Bersamaan dengan itu, terjadi tren kenaikan kasus harian Covid-19 dari yang semula di kisaran angka 3.800-4.000 kasus, kini menjadi 5.000 kasus per hari.

Baca Juga: Tak Henti Berseru Prokes Harga Mati, Pemkot Kupang Akui 70...

Menurut Airlangga, Indonesia perlu mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19 dalam empat-lima minggu ke depan. Pasalnya, dalam kurun waktu tersebut ada kemungkinan terjadi kenaikan kasus Covid-19 akibat dampak dari liburan Lebaran belum lama ini.

“Berdasarkan perhitungan, kenaikan kasus Covid-19 tidak langsung terjadi setelah masa liburan selesai. Perlu waktu setidaknya empat-lima minggu untuk melihat dampak yang ditimbulkan,” katanya.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Airlangga mengungkapkan, hal tersebut terbukti ketika 5 Februari 2021 lalu terjadi peningkatan kasus Covid-19 akibat dampak libur Natal dan tahun baru. Kendati demikian, ia mengatakan kasus Covid-19 dalam satu minggu terakhir telah mengalami kenaikan.

“Dalam satu minggu ini, kita juga melihat beberapa kasus ada kenaikan namun masih dalam taraf yang jauh lebih kecil dibandingkan sesudah Lebaran tahun kemarin,” urainya.

Untuk itu, Airlangga mengatakan guna menekan angka kasus Covid-19, pemerintah berencana memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dan memberlakukan kebijakan ini di 34 provinsi di Indonesia.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

“Untuk PPKM mikro tahap selanjutnya 1-14 Juni 2021 mendatang, maka Gorontalo, Maluku, Maluku Utara diikutsertakan ditambah Sulawesi Barat,” imbuhnya.

Seperti diketahui, terjadi peningkatan mobilitas penduduk pada masa libur Lebaran 1442 Hijriah lalu. Sebagian warga aktif dalam mobilitas secara masif untuk mudik, sementara lainnya berlibur di tempat-tempat wisata.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menjelaskan, jumlah warga yang nekat mudik di Lebaran pada 2021 ini masih sangat besar. Ssebanyak 1,1 persen penduduk Indonesia pulang ke kampung halaman selama masa larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 lalu.

“Memang, 1,1 persen kelihatannya kecil sekali tetapi kalau dijumlah ternyata masih besar sekali, (sekitar) 1,4 juta-1,5 juta sekian orang yang masih mudik,” papar Jokowi saat memberikan arahan kepada kepala daerah se-Indonesia yang ditayangkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa 18 Mei 2021 lalu.

Jokowi menambahkan, adapun mobilitas di tempat wisata naik 38-100,8 persen. Untuk itu, ia meminta masyarakat waspada terhadap kemungkinan lonjakan Covid-19.

“Hati-hati, dua minggu ke depan ini semuanya harus hati-hati,” tutupnya.

Bagikan