Kendati Pandemi, Airlangga Hartanto Optimistis Pertumbuhan Indonesia Tumbuh Tujuh Persen

Terkini.id, Kupang – Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Satgas Covid-19) masih terus berupaya mengeradikasi virus corona yang saat ini masih menyebar di Indonesia. Sejatinya, hal yang dilakukan Satgas Covid-19 tersebut juga tidak saja menjadi masalah di Tanah Air, tetapi juga persoalan global.

Pasalnya, Covid-19 telah menjadi musuh utama dalam kesehatan masyarakat dunia tersebut sejauh ini masih menghantui banyak negara, termasuk kasus melonjaknya angka kematian akibat Covid-19 di India pasca pengendoran kegiatan keagamaan di Negeri Bollywood itu.

Di Asia Tenggara, kasus serupa juga memaksa pemerintah Singapura dan Malaysia melakukan lockdown guna menekan penularan virus yang diklaim menular pertama kali di Wuhan, Hubei, Tiongkok pada pengujung 2019 lalu.

Baca Juga: Ini Upaya Penyelenggara Bimas Buddha Kupang Bentengi Keluarga dari Destruksi...

Tujuan utama Satgas Covid-19 sendiri adalah mengurangi laju penularan, sehingga tidak membebani sistem kesehatan. Selain itu, yang terpenting adalah untuk melindungi kelompok rentan dari fatalitas risiko dampak penularan Covid-19.

Secara empiris, seperti yang terjadi pada 2020 lalu, pergerakan masyarkat diikuti dengan pola peningkatan kasus terkonfirmasi positif, yang mengakibatkan melonjaknya keterisian tempat tidur perawatan atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit, bahkan memicu tingginya kematian dokter dan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Percepat Tercapainya Herd Immunity, Wali Kota Kupang Perintahkan Lurah-Camat Data...

Kendati saat ini control variable Covid-19 menunjukkan tren positif, namun perlu kewaspadaan terhadap terjadinya peningkatan jumlah kasus secara signifikan selama satu bulan terakhir di beberapa provinsi di Sumatera, serta potensi penyebaran varian B1617 yang mewabah di India, yang mayoritas terdeteksi di Sumatera Selatan.

Oleh karena itu, seiring terjadinya pergerakan penduduk sebelum dan selama libur Idul Fitri 1442 Hijriah, serta mengantisipasi terjadinya efek “pingpong” kenaikan kasus di Sumatera dan Jawa yang saat ini sedang melandai, pemerintah kembali menerapkan sejumlah kebijakan untuk mecegah peningkatan kasus selepas libur Lebaran 2021.

Dalam webinar di aplikasi Zoom, Sabtu 15 Mei 2021, Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) melalui Satgas Covid-19 bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membahas upaya yang dilakukan pemangku kepentingan dengan menggandeng semua elemen masyarakat guna mereduksi penularan corona, khususnya pasca libur Lebaran 2021.

Baca Juga: Ini Peran Kesbangpol dalam Upaya Penanggulangan Covid-19 di NTT

Selain membahas kesiagaan terhadap lonjakan arus mudik yang dikhawatirkan bakal memicu penularan masif, juga dibahas potensi perkembangan perekonomian Indonesia dalam masa pandemi.

Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melesat hingga tujuh persen di kuartal ketiga 2021. 

Dalam keterangan persnya dalam kegiatan bertajuk “Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran” yang juga disiarkan melalui kanal Youtube BNPB, ia memaparkan data-data terkait potensi kenaikan itu.

“Awal bulan ini, Badan Pusat Statistik (BPS) produk domestik bruto (PDB) melansir, Indonesia tumbuh negatif atau terkontraksi 0,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (yoy),” imbuh Airlangga.

Dengan demikian, menurutnya kontraksi ekonomi Indonesia genap terjadi selama empat kuartal beruntun atau tepat setahun. Indonesia sendiri, masih terjebak di jurang resesi ekonomi.

Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2021 memang minus 0,74 persen. Namun, trennya ke arah positif hingga membentuk V curve. Pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua masuk jalur positif dan diperkirakan mencapai tujuh persen.

Menko Perekonomian ini menambahkan, ada sejumlah indikator di balik optimistis itu. Hal itu dapat dilihat dari membaiknya purchasing manufacturing indeks (PMI) hingga indeks keyakinan konsumen (IKK).

Airlangga mengungkapkan, kinerja ekspor impor juga membaik. Begitu pula dengan belanja pemerintah dan performa sektor komunikasi dan informasi hingga properti.

Kegiatan secara virtual yang diikuti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Satgas Covid-29/Kepala BNPB Doni Monardo, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito tersebut, juga diikuti sekitar 220 jurnalis peserta program Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) Gelombang 3/2021.

Bagikan