Satgas Covid-19 Kembali Ingatkan Jangan Nekat Mudik, Ini Alasannya

Terkini.id, Kupang – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Satgas Covid-19) Wiku Adisasmito mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 rawan terjadi bila masyarakat terus memaksakan diri mudik Lebaran. Menurutnya, peningkatan itu baru dapat dilihat dalam dua hingga tiga pekan pasca mudik.

“Pada prinsipnya, terdapat potensi peningkatan kasus apabila masyarakat terus memaksakan diri untuk mudik karena mereka berpeluang tertular dan menularkan Covid-19,” ungkap Wiku dalam konferensi pers secara virtual yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa 11 Mei 2021.

Menurutnya, dampak dari peningkatan kasus dapat dilihat dalam dua-tiga minggu pasca kegiatan mudik. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah (Pemda) dan Satgas Covid-19 di daerah untuk mengkarantina masyarakat yang datang dari luar daerah selama lima kali 24 jam atau selama lima hari. Sebab, dengan demikian penularan Covid-19 dapat diminimalisir.

Baca Juga: Tak Henti Berseru Prokes Harga Mati, Pemkot Kupang Akui 70...

Wiku mengatakan, hampir semua orang saat ini sangat merindukan keluarga di kampung halaman, sowan, dan melakukan silaturahim fisik. Terlebih, pandemi Covid-19 telah memasuki tahun kedua. Akan tetapi, ia berharap masyarakat bersabar.

“Kalau kita paksakan mudik maka berpotensi merugikan diri sendiri, baik dari segi kehilangan waktu, materi, mengingat pada akhirnya dipaksa untuk putar balik,” bebernya.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Ia mengingatkan, menahan diri dan tidak mudik merupakan salah satu langkah arif. Ini penting dilakukan guna menekan laju penularan kasus Covid-19 dan kematian yang disebabkan virus akut itu.

“Semoga di tahun depan, melalui usaha dan ikhtiar kita dapat merayakan Idul Fitri di kampung halaman masing-masing. Sampai hari tersebut tiba, saya harap kita dapat sama-sama berlaku bijaksana dan bersabar,” imbuh Wiku.

Sebelumnya, ia menjelaskan saat ini ada 12 daerah di Tanah Air berstatus zona merah dan 324 daerah berstatus zona oranye Covid-19. Khusus untuk daerah berstatus zona oranye, mayoritas berada di provinsi-provinsi yang menjadi tujuan mudik.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

“Saya sampaikan, berdasarkan perkembangan hingga 9 Mei 2021 terdapat 12 kabupaten dan kota yang berada di zona merah dan 324 kabupaten dan kota di zona oranye,” paparnya.

Wiku menambahkan, sebagai catatan jumlah kabupaten dan kota di zona oranye didominasi yang berada di provinsi tujuan mudik, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.

Wiku menekankan, kondisi ini harus menjadi perhatian. Pasalnya, zona oranye adalah keadaan atau kondisi suatu wilayah dalam kontaminasi penularan Covid-19 berstatus rawan sedang.

“Di provinsi-provinsi ini, penularan lebih mungkin terjadi dengan cepat. Adapun keputusan ini akan menjadi kebijakan dari masing-masing pemerintah daerah,” katanya.

Untuk itu, ia berharap seluruh bupati dan wali kota dari seluruh kabupaten dan kota tersebut untuk segera menindaklanjuti imbauan ini dengan menyusun Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) agar ada landasan kuat penegakan kebijakan di masing-masing wilayah.

Sekadar diketahui, sebagaimana hasil keputusan bersama dari rapat terbatas Presiden, kapasitas fasilitas umum seperti tempat wisata dan pusat perbelanjaan di kabupaten dan kota bertatus zona kuning dan zona hijau selama masa periode peniadaan mudik pada 6-17 Mei 2021 akan dibatasi maksimal 50 persen.

Sementara itu, untuk kabupaten kota di zona merah dan oranye, operasional fasilitas umum dan tempat wisata akan diberhentikan sementara. Hal itu bertujuan meminimalisir kerumunan yang mungkin terjadi mengingat pada periode ini masyarakat cenderung membanjiri tempat-tempat umum bersama keluarga atau kerabat secra masif.

“Diharapkan, dengan adanya keputusan ini penularan di tengah masyarakat selama periode itu dapat semakin ditekan,” kata Wiku.

Bagikan