Ini Cara Pemkot Kupang Sukses Eliminasi Penyakit Malaria

Terkini.id, Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berkomitmen mempertahankan raihan sertifikat yang telah mengeliminasi penyakit malaria. Penghargaan itu diperoleh usai berjuang selama lima tahun lamanya untuk keluar dari serangan penyakit akut tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang Sri Wahyuningsih kepada wartawan di Kupang seperti dilansir Pos Kupang, Selasa 4 Mei 2021.

Menurut Sri Wahyuningsih, prestasi pihaknya tersebut berdasarkan perhitungan angka kesakitan malaria yang harus di bawah satu persen. Selain itu, bukan disebabkan transmisi lokal melalui analisis epidomologi dengan pemeriksaan yang lebih detail ke laboratorium.

Baca Juga: Tekan Covid-19, Pemkot Kupang Bakal Beri Sanksi Tegas ASN yang...

“Dapat eliminasi ini tidak gampang, indikator penilaian itu sampai tiga tahun. Tetapi, kami berproses lima tahun,” katanya.

Selain itu, penyediaan obat pencegahan penyakit malaria di fasilitas kesehatan (faskes) juga menjadi hal esensial sebagai upaya pencegahan urgensi dalam menangani kasus malaria tersebut.

Baca Juga: Beredar Kabar Pemkot Kupang Bakal Terapkan PSBB Mulai 11 Januari...

Sri juga mengungkapkan sistem pelaporan kasus malaria saat ini telah menggunakan jaringan online, sehingga apabila ada kasus baru di wilayah setempat, maka langsung diketahui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau bagian yang menangani kasus tersebut.

Ia menambahkan, pasien atau orang yang telah terindikasi mengidap penyakit malaria akan diidentifikasi melalui riwayat penyakit dan perjalanannya. Ini agar dapat diketahui pasti orang tersebut positif tertular malaria atau tidak.

“Sekarang, memang kami agak berat mempertahankan eliminasi ini. Apalagi, pada setiap satu kasus harus dilakukan penyelidikan epidomologi untuk mengetahui penyakit ini bukan berasal dari kuman yang ada di Kota Kupang,” imbuh Sri Wahyuningsih.

Baca Juga: 24-26 Desember Mal-Supermarket di Kupang Ditutup Sementara Antisipasi Covid-19

Menurutnya, penilaian telah dilakukan sejak 2019 lalu. Selanjutnya, tim kesehatan akan mempresentasikan hasil tersebut guna dilanjutkan kembali berdasarkan pengkajian dan penentuan eliminasi.

Sri Wahyuningsih juga mengajak semua pihak untuk bersama menjaga capaian luar biasa itu yang dilalui dengan perjuangan yang sangat panjang. Segala bentuk kegiatan dan program yang telah dijalankan bakal terus dijalankan untuk mempertahankan hasil yang ada.

“Kalau sampai dokter menentukan didiagnosis itu (kena) malaria, itu harus dibuktikan dengan pemeriksaan parasitnya. Dari pemeriksaan ini, kami mengembangkan dengan penyelidikan epidomologi,” paparnya.

Sri Wahyuningsih menambahkan, hasil pasca penyelidikan epidomologi akan diketahui hasilnya tiga-empat hari. Selain itu, juga cara pengobatan serta penanganan akan langsung ditentukan berdasarkan hasil tersebut.

“Kalau sebelumnya, kami paling banyak penyakit malaria ini di Kecamatan Sikumana, Oesapa, dan Alak,” bebernya.

Untuk itu, Sri Wahyuningsih kembali mengingatkan agar pola hidup sehat dari warga harus terus didisiplinkan.

“Harus terus mewaspadai penularan malaria, apalagi wilayah Kota Kupang dikelilingi wilayah lainnya, yang sejauh ini belum tereliminasi dari penyakit malaria,” tutupnya.

Bagikan