Rusak Berat akibat Badai Siklon Seroja, Vihara Pubbaratana Kupang Mulai Dibangun Kembali

Terkini.id, Kupang – Bencana badai siklon tropis seroja yang menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kota Kupang pada Minggu-Senin 4-5 April 2021 lalu, masih menyisakan derita bagi para korban.

Mereka bukan saja kehilangan materi seperti tempat tinggal, namun juga tidak sedikit yang kehilangan sanak saudara dan keluarga yang meninggal terdampak bencana alam yang memicu banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang tersebut.

Selain merusak banyak hunian warga, badai siklon tropis seroja juga merusak rumah ibadah, termasuk rumah ibadah bagi umat Buddha, Vihara Pubbaratana Kupang yang merupakan satu-satunya vihara di NTT.

Kondisi Vihara Pubbaratana Kupang pasca diterjang badai siklon tropis seroja. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Baca Juga: Pasca Sebulan Berlalu, Korban Badai Siklon Seroja di Kupang Masih...

Vihara yang terletak di Sikumana, Maulafa, Kota Kupang tersebut, diporak-porandakan angin mahadahsyat sehingga atap lantai dua rusak dan roboh. Begitu pun terlihat pada pintu gerbang vihara yang tumbang pada saat kejadian.

“Tidak hanya bangunan vihara, tetapi kantor sekretariat yang kami jadikan kuti (tempat tinggal bhikkhu) sementara, juga bocor parah sehingga hujan deras pada saat badai merembes masuk dan merusak plafon dengan kerangka-kerangka alumunium yang bengkok,” terang Ketua Vihara Pubbaratana Kupang Yan Sigar saat ditemui di Duta Multi Computer (DMC), Jalan RW Monginsidi A-21/22 Ruko Oebobo, Kota Kupang, Selasa 27 April 2021.

Ketua Vihara Pubbaratana Kupang Yan Sigar saat menyerahkan bantuan sosial untuk korban bencana NTT. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Baca Juga: Ini Alasan WKRI NTT Prihatin Kondisi Sabu Raijua Pasca Badai...

Menurut pengusaha yang bergerak dalam bidang komputer ini, hampir dua pekan pasca bencana tersebut, umat Buddha tidak dapat melaksanakan ibadah bersama seperti biasanya. Pasalnya, selain rusak aliran listrik pada saat itu juga mati. Beberapa lampu sorot penerangan beranda vihara bahkan hilang tersapu angin kencang.

Yan menambahkan, Vihara Pubbaratana Kupang sebenarnya masih dalam tahap pembangunan, terutama untuk lantai dua dan lantai tiga, namun dengan terjadinya musibah itu pembangunan untuk sementara dihentikan.

“Kami memperbaiki dulu kerusakan-kerusakan yang terjadi, terutama atap vihara dan kanopi-kanopinya. Ini harus segera kami perbaiki karena khawatir jika terjadi hujan lebat malah akan merusak dharmasala (ruang ibadah) di lantai satu,” ungkapnya.

Kondisi Vihara Pubbaratana Kupang pasca diterjang badai siklon tropis seroja. Atap dan kanopi vihara ambruk dan jatuh di beranda vihara. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Baca Juga: Hampir Sebulan Pasca Bencana NTT, Vihara Pubbaratana Kupang Masih Salurkan...

Yan mengatakan, pembangunan vihara yang tanahnya dihibahkan oleh Wali Kota Kupang tersebut harus segera terealiasi agar umat Buddha di NTT, khususnya di Kota Kupang, dapat beribadah dengan nyaman.

Kendati demikian, ia mengatakan pembangunan maupun perbaikan dari kerusakan pasca bencana badai siklon tropis seroja perlu mendapat uluran tangan atau bantuan dari umat Buddha di Tanah Air.

“Untuk itu, kami berharap saudara se-Dharma di Indonesia atau di manapun berada, bisa membantu progres pembangunan Vihara Pubbaratana Kupang yang masih jauh dari kata rampung. Apalagi, dengan adanya bencana ini yang merusak sebagian vihara, tentu kondisi kami akan tambah sulit dan berat,” imbuh Yan.

Kendati pihaknya mengalami fase sulit, namun ia mengapresiasi beberapa bantuan atau donasi yang masuk untuk pembangunan Vihara Pubbaratana Kupang dari umat Buddha di berbagai daerah.

Kondisi Vihara Pubbaratana Kupang pasca diterjang badai siklon tropis seroja. Kantor sekretariat vihara yang dijadikan kuti sementara untuk para bhikkhu jebol diterjang badai siklon tropis seroja. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

“Saya selaku Ketua Vihara Pubbaratana Kupang, mewakili umat Buddha di NTT, khususnya Kota Kupang, mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dana untuk perbaikan maupun kelanjutan pembangunan vihara kami dari donatur, baik dari umat Buddha sendiri maupun pihak swasta atau pemerintah,” ujar Yan yang juga merupakan owner DMC yang menjadi satu-satunya Authorized Epson Indonesia di NTT.

Yan mengungkapkan, meskipun terkendala keterbatasan dana namun ia tetap optimistis Vihara Pubbaratana Kupang suatu saat akan rampung seperti yang dicita-citakan umat Buddha di NTT.

Anumodana atas bantuan para donatur selama ini yang sudah sangat mendukung pendirian dan pembangunan vihara, termasuk yang memberi bantuan pasca bencana. Bagi saudara se-Dharma yang ingin memberi bantuan, dapat berdonasi di rekening BRI 4670-01-025908-53-7 atas nama Pengurus Vihara Pubbaratana NTT,” tutupnya.

Sekadar diketahui, seperti yang diwartakan Kompas.com pada 22 Oktober 2019 lalu, Vihara Pubbaratana Kupang didirikan pada 2017 lalu namun pembangunannya sempat terhenti lantaran terkendala biaya.

Sementara itu, dalam pemberitaan yang diwartakan Kupang.Terkini.id pada 27 November 2020 lalu sewaktu vihara satu-satunya di Bumi Flobamora ini mendapat kunjungan Menteri Agama Fachrul Razi, progres pembangunan Vihara Pubbaratana Kupang selanjutnya dapat berjalan perlahan berkat bantuan swadaya dari umat Buddha di Tanah Air dan Kementerian Agama (Kemenag).

Bagikan