Peduli Bencana NTT, Pikat Serahkan Bantuan ke Posko KAK

Terkini.id, Kupang – Kepedulian atas musibah bencana alam badai siklon tropis seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu 4 April 2021 lalu, menggugah berbagai elemen masyarakat. Hal itu juga dapat dilihat dari aksi Komunitas Pendalaman Iman Katolik (Pikat) yang menyerahkan bantuan terhadap korban yang terdampak bencana.

Dengan mengusung slogan “Pikat Peduli Kasih”, bantuan diserahkan ke Posko Respons Bencana Siklon Tropis Seroja, Keuskupan Agung Kupang (KAK).

Bantuan tersebut diserahkan Ketua Pikat, Jhon GF Seran kepada penanggung jawab Posko Romo Andre Lanus. Selain itu, juga hadir beberapa anggota Komunitas Pikat.

Baca Juga: Pasca Sebulan Berlalu, Korban Badai Siklon Seroja di Kupang Masih...

Usai penyerahan bantuan, Jhon mengatakan, Komunitas Pikat tergerak untuk berbagi kepada sesama yang tengah berduka dilanda bencana.

“Walau bencana ini merata, termasuk para anggota Pikat yang terkena dampak, tetapi kami tetap memberi. Ada satu semangat yang menjadi spirit dan pegangan anggota Pikat, yaitu ‘masih ada orang lain yang lebih susah dari kami’. Kami ingin memberi dalam segala keterbatasan, jadi bukan memberi dengan kelebihan,” bebernya di Kota Kupang, Jumat 16 Maret 2021.

Baca Juga: Ini Alasan WKRI NTT Prihatin Kondisi Sabu Raijua Pasca Badai...

Jhon menambahkan, sumbangan yang diberikan baru diinisiasai dua hari lalu. Kendati begitu, pihaknya bersyukur sumbangan seperti beras, mi instan, handuk mandi, kasur, paku, dan terpal bisa terkumpul.

“Bantuan lain seperti seng dan bahan bangunan lainnya, diberikan secara pribadi langsung kepada korban karena mendesak. Ini kami tujukan kepada mereka yang ditampung di tempat pengungsian. Juga ada informasi terakhir dari Pengendali Posko, bantuan akan dikirim ke Kabupaten Sabu Raijua,” imbuhnya.

Menurut Jhon, Pikat bersyukur Posko KAK dapat menyalurkan bantuan tersebut kepada pihak yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, pasca badai bantuan juga diserahkan langsung secara pribadi kepada korban yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga: Hampir Sebulan Pasca Bencana NTT, Vihara Pubbaratana Kupang Masih Salurkan...

Ia menjelaskan, Pikat yang telah berdiri 15 tahun beranggotakan para pengusaha dengan visi edukatif pendalaman terhadap ajaran spiritual Gereja Katolik.

 “Banyak anggota Pikat adalah pengusaha, setiap hari mengurus toko. Mereka kemudian membentuk Komunitas Pikat. Di sini, ada kelompok koor, setiap bulan misa ke luar kota mengunjungi kapela, sambil wisata rohani dan berbagi kasih,” urai Jhon.

Ia menambahkan, pihaknya ingin menyampaikan pesan kepada mereka di kampung-kampung dan umat di kapela bahwa mereka masih memiliki saudara di kota.

“Kami sudah membangun beberapa gereja, tiga gereja, dan saat ini sedang membangun di Kapela Maria Bertaburan Rahmat (MBR) di Perumahan MBR Fatukoa senilai Rp 1,3 miliar,” ungkap Jhon.

Sementara itu, Koordinator Posko KAK, Romo Andre Lanus menyampaikan apresiasinya kepada Pikat yang telah menyalurkan bantuan melelaui Posko KAK.

“Bantuan ini akan kami salurkan ke paroki-paroki, tidak hanya untuk umat Katolik tetapi umat lain yang berada di sekitar gereja yang terkena dampak,” katanya.

Romo Andre mengakui, pihaknya mengalami kesulitan data lantaran komunikasi yang kurang lancar. Untuk itu, pihaknya berusaha mendatangi langsung dengan membawa apa yang ada.

“Terima kasih kepada Pikat, yang dengan senang hati mempercayakan Posko Keuskupan untuk menyalurkan bantuan. Bantuan ini akan kami alokasikan ke Kabupaten Rote Ndao, karena salah satu paroki di sana terdampak badai siklon tropis seroja. Kami juga akan mengambil data dari paroki-paroki di Kota Kupang untuk memberikan bantuan,” paparnya.

 Menurut Romo Andre, bantuan lain yang masuk ke Posko KAK adalah Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera (PHIS), Asosiasi Aspal Beton Indonesia, Alumni Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atmajaya, serta Alumni FK UGM.

“Kami berkomunikasi dengan Sahabat Mgr Gabriel Manek, turun bersama komunitas lain di gereja Katolik untuk menyalurkan bantuan, juga untuk berbagi peran sehingga semua titik yang terdampak bencana dapat terjangkau,” imbuhnya.

Untuk wilayah Oepoli Kabupaten Kupang, sebut Romo Andre, sudah ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggunakan helikopter lantaran daerah tersebut terisolir.

“Salah satu Paroki Naikliu, sudah ada bantuan BPBD ke sana bekerja sama para kepala desa setempat serta TNI dan Polri,” ungkapnya.

Adapun bantuan dari perorangan dan komunal di Paroki Asumpta, sambung Romo Andre, gereja sudah melakukan aksi sosial dengan menyalurkan bantuan ke Stasi Batuna, Paroki BTN, Susteran PRR dan Sahabat Gabriel Manek, Claretian, dan Suster PI.

“Saat ini, yang sudah terjangkau di Kabupaten Kupang, yaitu Paroki Taklale, Paroki Pariti, Paroki Tarus, dan Noelmina,” tutupnya.

Bagikan