Implementasi Sosial Umat Buddha untuk Kemanusiaan dalam Peduli Bencana NTT

Terkini.id, Kupang – Senin 5 April 2021, dinihari sekitar pukul 01.00 Wita, wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diterjang Badai Siklon Seroja. Badai ini menerjang beberapa wilayah yang mengakibatkan banyak kerusakan, seperti pohon tumbang, rumah penduduk rusak, fasilitas umum pun tidak luput dari terjangan Badai Siklon Seroja ini.

Vihara Pubbaratana yang menjadi satu-satunya tempat ibadah umat Buddha yang ada di Kota Kupang, tidak luput menjadi korban dalam bencana ini berupa pagar vihara roboh, kuti bhikkhu rusak dan atap vihara yang baru saja dibangun juga rusak.

Bantuan dari Yayasan Karuna Mitta Wijaya yang didistribusikan tim relawan Vihara Pubbaratana Kupang. (Kupang.Terkini.id/Istimewa)

Mendengar berita bencana terkait kondisi miris umat Buddha yang terdampak, juga kondisi Vihara Pubbaratana Kota Kupang yang mengalami kerusakan, memantik simpati dari umat Buddha yang berada di dalam maupun luar negeri. Umat Buddha dari berbagai wilayah Nusantara dan luar negeri mengirim berbagai jenis bantuan.

Baca Juga: Semringah, Ada 426 Penyintas Covid-19 di NTT yang Sembuh dalam...

Mengapresiasi bantuan yang datang secara terus menerus, maka bantuan tersebut tidak hanya diberikan kepada umat Buddha yang terdampak bencana tetapi diberikan juga kepada masyarakat umum yang menjadi korban bencana alam.

Penyuluh Buddha Kota Kupang Widya Dharmma Palla, kepada Kupang.Terkini.id, Kamis 15 April 2021, mengungkapkan sehari pasca bencana Badai Siklon Seroja yang melanda Kota Kupang dan sekitarnya, tim Vihara Pubbaratana Kota Kupang melakukan pendataan umat Buddha yang terdampak. Selain itu, pihaknya melakukan survei lokasi sasaran bantuan sosial yang berlangsung mulai 6 April 2021 lalu.

Bantuan dari Yayasan Karuna Mitta Wijaya dan Vihara Dhammacakka Jaya Jakarta yang didistribusikan tim relawan Vihara Pubbaratana Kupang. (Kupang.Terkini.id/Istimewa)

Baca Juga: Pasca Sebulan Berlalu, Korban Badai Siklon Seroja di Kupang Masih...

“Kegiatan survei dan baksos hingga kini masih terus kami lakukan. Bantuan sosial ini didonasikan umat Buddha Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Yayasan Karuna Mitta Wijaya, umat Buddha Bali, umat Buddha Medan, dan lain-lain,” paparnya di Vihara Pubbaratana, Bello, Maulafa, Kota Kupang.

Widya menguraikan, wilayah sasaran baksos yang sudah dilakukan umat Buddha Kota Kupang di antaranya:

Kamis 8 April 2021

Baca Juga: Ini Alasan WKRI NTT Prihatin Kondisi Sabu Raijua Pasca Badai...

– Masyarakat Noelbaki dengan jumlah 85 paket sembako.
– Masyarakat di sekitaran Vihara Pubbaratana 30 paket sembako.

Jumat 9 April 2021

– Masyarakat Desa Bolok dengan jumlah 60 paket sembako.
– Masyarakat Desa Tuafukan dengan jumlah 30 paket sembako.

Sabtu 10 April 2021

– Masyarakat Kota Kupang dengan jumlah 30 paket sembako.

Minggu 11 April 2021

– Posko Pengungsian di Oesao dengan jumlah beras satu ton, piring, baju layak pakai, dan tikar.
– Masyarakat Oesao 1 dengan jumlah 165 paket sembako, baju layak pakai, piring, dan tikar.
– Masyarakat Oesao 2 dengan jumlah 69 paket sembako.

Rabu 14 April 2021

– Masyarakat Kelurahan Manulai 2 berupa 392 lembar seng, paku, dan 52 sembako.

Kamis 15 April 2021

– Masyarakat Tuapukan 192 paket sembako dan 192 kardus air mineral.

Bantuan dari Yayasan Karuna Mitta Wijaya yang didistribusikan tim relawan Vihara Pubbaratana Kupang. (Kupang.Terkini.id/Istimewa)

“Peduli kemanusiaan tersebut berupa bantuan sembako dan lainnya, merupakan salah satu bentuk implementasi pelaksanaan dana yang ada dalam ajaran Buddha. Semoga dengan berbagai bentuk bantuan yang diberikan, mengkondisikan timbunan kebajikan yang akan membawa kebahagiaan, kesejahteraan, umur panjang, dan kekuatan bagi para donatur yang budiman,” kata Widya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mengajak saudara se-Tanah Air yang ingin membantu meringankan penderitaan warga terdampak bencana NTT, bisa berdonasi di rekening BRI 467001025908537 atas nama Pengurus Vihara Pubbaratana Kupang.

“Nantinya, akan kami salurkan kepada warga terdampak bencana NTT lainnya, karena hingga kini donatur dari berbagai daerah masih terus mengirimkan bantuan,” tutup Widya.

Bantuan dari Pemuda-Pemudi Pemaru Peduli NTT di Lombok untuk korban bencana di NTT. (Kupang.Terkini.id/Istimewa)

Sekadar diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT rutin melansir data korban, kerusakan rumah warga, kerusakan fasilitas umum hingga proses recovery atau pemulihan akibat terjangan badai siklon tropis seroja tersebut.

Melalui Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, posko Komando Tanggap Darurat Badai Siklon NTT, menyampaikan hingga pukul 23.00 Wita, Senin 12 April 2021 yang dilaporkan pada pukul 11.00 Wita, Selasa 13 April 2021, secara keseluruhan total korban meninggal dunia di NTT akibat bencana alam ini sebanyak 178 jiwa, korban hilang 47 jiwa, korban luka-luka 258 jiwa, total pengungsi 34. 838 jiwa, dan total warga terdampak 405.765 jiwa.

Di Kota Kupang sendiri, korban meninggal ada enam orang, luka-luka delapan orang, pengungsi saat ini 1.558 jiwa, rumah rusak berat 2.482, rusak sedang 2.825, rusak ringan 13.133, dan yang terdampak 18.658 jiwa.

Bagikan