Lebih Cepat, Jamaah An-Nadzir Gowa Mulai Puasa Minggu 11 April

Lebih Cepat, Jamaah An-Nadzir Gowa Mulai Puasa Minggu 11 April
Jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mulai menjalankan ibadah puasa pada hari ini, Minggu 11 April 2021. Puasa tersebut dilakukan guna menyambut bulan suci Ramadan yang akan jatuh pada Senin 12 April 2021. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Gowa – Jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mulai menjalankan ibadah puasa pada hari ini, Minggu 11 April 2021. Puasa tersebut dilakukan guna menyambut bulan suci Ramadan yang akan jatuh pada Senin 12 April 2021.

“Jadi, kami sampaikan berdasarkan musyawarah, besok mulai puasa dengan niat menyambut Ramadan,” jelas Pimpinan Jamaah An-Nadzir Samiruddin Pademmui, seperti dilansir Detik.com, Sabtu 10 April 2021.

Seperti diketahui, Jamaah An-Nadzir adalah kelompok yang Jamaahnya sebagian besar bermukim di Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Gowa. Kelompok tersebut diklaim memiliki Jamaah sekitar 100 KK atau 400 orang anggota dewasa dan anak-anak.

Samiruddin menambahkan, pada Minggu 11 April 2021, pihaknya sudah mulai memasuki Ramadan tetapi belum sempurna. Untuk hitungan sempurna 1 Ramadan, baru jatuh pada Senin 12 April 2021.

Kendati 1 Ramadan baru jatuh pada Senin 12 April 2021, Jamaah An-Nadzir sudah akan melakukan puasa guna menyambut bulan suci.

“Kebiasaan kami, ada istilah menyambut Ramadan. Artinya, dalam keadaan berpuasa Ramadan masuk. Tetapi, hitungan sempurna 1 Ramadan itu pada Senin,” kata Samiruddin.

An-Nadzir memiliki sejumlah metode dalam menentukan apakah Ramadan sudah masuk atau belum. Salah satunya dengan cara melakukan pemantauan akhir bulan, yaitu sejak 27, 28, dan 29 bulan berjalan.

Pada akhir bulan, beber Samiruddin, timnya akan memantau apakah terbitnya bulan sudah masuk fajar shadiq atau masih fajar kadzib.

“Jadi, tadi subuh itu kami pantau terbitnya bulan masih fajar kadzib, itu pukul 04.00 Wita lewat tadi itu. Terus besok (Minggu 11 April 2021) pukul 05.00 Wita lewat itu terbitnya bulan sudah masuk fajar shadiq, sehingga perjalanan bulan kita berdasarkan pengalaman kita sudah terjadi perpisahan bulan,” ungkapnya.

Samiruddin menjelaskan, perpisahan bulan itu maksudnya sudah masuk bulan baru atau Ramadan. Itulah yang dimaksudnya berpuasa guna menyambut Ramadan.

“Itu artinya, kita dalam keadaan berpuasa, baru Ramadan masuk,” katanya.

Selain mengamati bulan,Jamaah An-Nadzir juga menggunakan fenomena alam sebagai cara melihat apakah sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Fenomena alam bagi Jamaah An-Nadzir, kata Samiruddin, juga disebut sebagai tanda terakhir terjadinya pergantian bulan, yaitu ketika air laut sudah mengalami pasang kondak.

“Pasang kondak adalah pasang puncak dan tertinggi air laut yang terjadi karena adanya gaya gravitasi bumi akibat antara bumi, bulan, dan matahari berada pada posisi sejajar dalam bentuk horizontal. Pada saat terjadi pasang kondak air laut, berarti pergantian bulan telah terjadi,” urainya.

Selain di Gowa, An-Nadzir juga diklaim memiliki Jamaah di beberapa daerah lainnya di Sulawesi Selatan, juga di beberapa yang menetap sebagai diaspora di provinsi lain Indonesia.

Samiruddin menjelaskan, Jamaah yang bermukim di Pondok Perkampungan Mukmin An-Nadzir sekitar 100 KK dengan jumlah jiwa sekitar 400-an orang dewasa dan anak anak.

“Namun, banyak juga Jamaah yang tinggal di luar Pondok Perkampungan Mukmin An-Nadzir, seperti di Makassar, Maros, dan Takalar. Ada juga di Kota Palopo dan Bone,” imbuhnya.

Menurut Samiruddin, itu yang khusus Sulawesi, sementara di luar Sulawesi juga ada seperti yang tinggal di Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Batam, Medan, Dumai, dan sejumlah daerah lainnya. Jika ditotalkan, jumlah Jamaah An-Natzir ada ribuan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ini Provinsi dengan Tingkat Penggunaan Masker Tertinggi di Indonesia

Ini Solusi yang Bakal Diterapkan Jika Kasus Covid-19 Tak Bisa Dikendalikan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar