Peduli Bencana NTT, Yayasan Buddha Tzu Chi Mulai Kirim Bantuan

Peduli Bencana NTT, Yayasan Buddha Tzu Chi Mulai Kirim Bantuan
Pasca badai siklon seroja memporak-porandakan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Minggu-Senin 4-5 April 2021, bantuan dari berbagai penjuru Indonesia mulai berdatangan, termasuk dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Pasca badai siklon seroja memporak-porandakan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Minggu-Senin 4-5 April 2021, bantuan dari berbagai penjuru Indonesia mulai berdatangan, termasuk dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Vihara Pubbaratana, Yan Sigar dalam pesan singkatnya di grup WA Kalyanamitta Kupang, Rabu 7 April 2021.

“Kita (masyarakat NTT terdampak bencana) mendapat bantuan yang akan dikirim Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia,” tulisnya.

Dalam penyaluran bantuan bencana tersebut, Yayasan Buddha Tzu Chi akan menyalurkan kebutuhahan utama masyarakat korban bencana saat ini.

“Pengiriman bantuan akan dilakukan menggunakan pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia (TNI). Relawan tanggap darurat dan staf badan misi dari bagian Zhen Shan Mei dan DAAI TV hingga saat ini tengah bersiap mendapatkan informasi terkait penerbangan dan pengangkutan,” imbuhnya.

Saat ini, sebut Yan, beberapa barang bantuan tahap pertama telah disiapkan di gudang logistik Yayasan Buddha Tzu Chi di Jakarta untuk dikirimkan ke lokasi bencana di NTT.  Adapun tahap awal bantuan bencana yang akan disalurkan antara lain genset 2.000 watt sebanyak 20 unit, sarung 3.000 picis, selimut garis 3.000 picis, dan tikar plastik 3.000 picis.

Selanjutnya, juga akan dikirim bersamaan mi instan 300 kardus, beras 38,7 ton, temulawak 360 botol dan tolak angin lima kardus (multivitamin herbal), lampu LED delapan unit, air mineral 20 kardus, minyak angin 1.200 botol, vitamin 140 kotak, baju layak pakai 300 kilogram, dan obat-obatan 5.700 picis.

“Bantuan tersebut akan dikirimkan secara bertahap menggunakan Hercules, untuk beras akan dikirimkan langsung ke lokasi bencana,” kata Yan.

Yayasan Buddha Tzu Chi sendiri telah membuka donasi untuk menghimpun bantuan masyarakat se-Indonesia melalui bank BCA dengan rekening BCA Virtual Account 00602-005-198-0018.

Bencana Badai Siklon Seroja, 3 Wilayah Jadi Fokus BNPB

Pasca bencana besar badai siklon seroja, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini masih mengupayakan pencarian korban hilang lantaran bencana banjir bandang dan tanah longsor di bumi Flobamora, sebutan untuk NTT.

Dalam keterangan persnya, Selasa 6 April 2021 malam, Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan, pencarian korban bakal difokuskan pada tiga wilayah, di antaranya Kabupatan Lembata, Alor, dan Adonara.

“(Saat ini) pencarian korban masih terkendala karena (keterbatasan) alat berat yang ada. Sebenarnya, sudah (kami) siapkan namun belum bisa dikirim ke tujuan, terutama ke Adonara dan juga Alor,” bebernya.

Doni menambahkan, BNPB bersama TNI dan Polri akan menambah personel, alutsista dan membangun rumah sakit lapangan.

“Jajaran TNI dan Polri menambah personel termasuk alutsista dan rumah sakit lapangan, terutama di tiga wilayah ini yang terdampak paling parah,” katanya.

Terkini, sebut Doni, dapur umum sudah berdiri di seluruh wilayah terdampak bencana di NTT. Sehingga, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang tidak terjangkau logistik.

Sementara itu, berdasarkan data BNPB, sebanyak 117 orang meninggal dunia akibat bencana di NTT dan Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 60 orang meninggal dunia di Flores Timur (Flotim).

Selanjutnya, 21 korban meninggal di Alor dan tiga korban jiwa di Kabupaten Belu. Sementara di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, masing-masing terdapat satu korban jiwa.

Ada 28 korban meninggal dunia di Kabupaten Lembata, dua korban jiwa di Kabupaten Sabu Raijua dan satu korban jiwa di Ende. Adapun banjir disertai longsor terjadi di sejumlah kabupatan di NTT pada Minggu 4 April 2021.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Lebih Cepat, Jamaah An-Nadzir Gowa Mulai Puasa Minggu 11 April

Per Kamis 8 April, Korban Bencana NTT 163 Meninggal dan 45 Hilang

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar