Bukan Hasil Pabrikan, Mi untuk Cwie Mie Ini Ternyata Buatan Tangan

Bukan Hasil Pabrikan, Mi untuk Cwie Mie Ini Ternyata Buatan Tangan
Cwie Mie Ayam. Sebagai salah satu pelopor makanan unik dan lezat di Kota Kupang, Waroenk Oebufu juga tidak ketinggalan menyajikan menu berbahan mi. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Sebagai makanan pokok selain nasi, mie atau mi dalam bahasa Indonesia baku sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), memiliki arti penting dalam dunia kuliner Nusantara.

Mi sendiri sudah tidak dapat dipisahkan dari konsumsi masyarakat Indonesia. Sehingga, makanan berbahan pokok mi hampir dapat ditemui di mana saja. Bahkan, produksi mi sudah menjadi industri yang masif diekspor ke luar negeri. Sebut  saja mi instan dalam kemasan yang sudah mendunia.

Sebagai salah satu pelopor makanan unik dan lezat di Kota Kupang, Waroenk Oebufu juga tidak ketinggalan menyajikan menu berbahan mi. Menu mi di Waroenk yang resmi dibuka pada 8 Juli 2017 lalu ini, bahkan menempati rating-rating teratas dalam penjualan dan permintaan pelanggan.

“Menu mi di Waroenk disajikan secara istimewa. Istimewa, karena memang sajian menu mi kami rasanya berbeda ketimbang mi-mi lainnya,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk Oebufu, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Oebufu, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang Sabtu 27 Maret 2021.

Beda yang dimaksudnya lantaran bahan dasar untuk minya merupakan buatan sendiri, bukan membeli dari pabrikan seperti kebanyakan resto lainnya.

“Semua bahan mi untuk menu mi kami dibuat sendiri dari chef Waroenk. Tentu, hasilnya berbeda jika membeli dari pabrikan atau produksi mesin. Sebab, kami dapat menjaga standar dan higienisnya. Selain itu, tentu lebih bergizi karena menggunakan bahan pendukung yang berkualitas,” imbuh Merlin.

Terkait kelezatan menu mi pihaknya yang diklaim berbeda ketimbang menu mi lainnya, ia mengatakan tidak lain lantaran penggunaan beberapa bumbu signature yang khas.

“Salah satunya adalah minyak wijen. Seperti yang kita ketahui, wijen adalah bumbu khas Indonesia yang berfungsi sebagai penyedap alami,” bebernya.

Adapun menu mi pihaknya di antaranya Cwie Mie Ayam, Cwie Mie Ayam Bakso, Cwie Mie Ayam Jamur, dan Cwie Mie Ayam Waroenk,” urai Merlin.

Sekadar diketahui, mi adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk terhadap mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air.

Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur di Tiongkok, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, artefak mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.

Orang Eropa menyebut mi sebagai “pasta” yang berasal dari bahasa Italia. Sementara, secara generik mereka menyebut pasta yang berbentuk memanjang dengan kata “noodle” yang berasal dari bahasa Inggris.

Kendati demikian, di Eropa bahan baku mi biasanya dari jenis-jenis gandum, sementara di Asia bahan baku mi lebih bervariasi.

Di Asia sendiri, pasta yang dibuat selalu berbentuk memanjang. Berbagai bentuk mi dapat ditemukan di berbagai tempat. Perbedaan tekstur dan corak mi terjadi lantaran campuran bahan, asal usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan.

Beberapa koki atau chef di Tiongkok dapat membuat mi hanya dengan kemampuan tangan tanpa bantuan mesin pembuat mi yang lazim digunakan di pabrik-pabrik mi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ini Kuliner Kuah ala Tiongkok yang Enak Disantap saat Udara Dingin

Chicken Parmiggia, Steik Ayam Khas Italia-Amerika yang Menggiurkan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar