Ini Strategi Pemerintah Siapkan Faskes Khusus Penyintas Corona

Satgas Covid-19: Bed Occupancy Rate RS Penyintas Corona Mengkhawatirkan
Ilustrasi tenaga kesehatan. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro membeberkan, angka bed occupancy rate atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 termasuk tinggi. Padahal, hingga saat ini penularan Covid-19 di Indonesia juga masih tergolong tinggi. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Hingga saat ini estimasi bed occupancy rate atau tingkat kebutuhan tempat tidur khusus untuk penyintas Covid-19 naik 30 persen. Hal tersebut mengikuti estimasi kenaikan jumlah kasus aktif pasca libur panjang akhir pengujung 2020 dan awal tahu baru 2021.

Menyikapi hal itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengamanatkan rumah sakit (RS) untuk menambah ruangan dan alokasi tempat tidur khusus penyintas corona. Dari data yang dikeluarkan Kemenkes, sebelumnya 10 persen namun kini menjadi 30 persen.

Seperti diwartakan situs resmi pemerintah Covid19.go.id, Kemenkes juga merelaksasi aturan yang akan mengizinkan tenaga kesehatan (nakes) tanpa surat tanda registrasi (STR).

“Ini bertujuan untuk boleh langsung kerja dalam kondisi darurat. Hal ini berkontribusi memberi tambahan sekitar 10 ribu perawat dan tiga hingga empat ribu dokter,” demikian dipaparkan Covid.go.id, Jumat 22 Januari 2021.

Seperti diketahui, kebijakan dari pusat itu lantas ditindaklanjuti pemerintah daerah (Pemda). Salah satunya Kabupaten Tangerang.

Menarik untuk Anda:

“Kapasitas tempat tidur setiap bulan kami perbarui dengan tiga rumah sakit umum Kabupaten Tangerang dan 23 rumah sakit swasta di sekitarnya. Saat ini, keterisian kamar khusus pasien Covid-19 tinggi. Begitu pula ICU, kendati sudah ada penambahan namun rasio keterisiannya sangat tinggi,” beber Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dalam Dialog Produktif bertajuk “Kesiapan Rumah Sakit Tangani Pasien Covid-19, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat 22 Januari 2021.

Ahmed Zaki mengatakan, kondisi pasien Covid-19 di Tangerang tergolong tinggi. Per Jumat 22 Januari 2021, imbuhnya, total terkonfirmasi kasus positif ada 6.085 orang dari 80 ribu lebih tes swab yang telah dilakukan mulai Maret 2020.

“Dari total 6.085, sejumlah 5.672 dinyatakan sembuh dan masih 329 masyarakat yang dirawat baik yang diisolasi di rumah singgah maupun di rumah sakit atau isolasi mandiri. Dari jumlah total yang positif, ada 134 meninggal atau sekitar 2,2 persen,” paparnya.

Terkait tren naiknya kasus positif, Ahmed Zaki melakukan beberapa langkah antisipasi. Salah satunya dalam satu minggu terakhir ini ia dengan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dan Sekretaris Daerah keliling ke semua rumah sakit menyoal penambahan tempat tidur maupun ICU sesuai aturan baru dari Kemenkes. Sehingga, pada Februari 2021 nanti akan ada penambahan sekitar 150 tempat tidur dan 12 ICU.

“Apabila di Februari 2021 masih tinggi, Pemkab Tangerang mempersiapkan alternatif berikutnya, yaitu membuka kembali salah satu rumah singgah yang dulu pernah dioperasikan dengan kapasitas 120 pasien,” imbuh Ahmed Zaki.

Selain itu, pihaknya juga mendorong dan mengusahakan untuk kenaikan tipe beberapa rumah sakit melalui penambahan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM).

“Tantangannya adalah penyediaan SDM, karena SDM ini sangat terbatas. Namun, dengan adanya relaksasi aturan nakes dari Kemenkes, bisa menjadi solusi terbatasnya SDM di bidang kesehatan,” jelas Ahmed Zaki.

Menurutnya, langkah antisipasi di sektor penyediaan tempat perawatan pasien Covid-19 telah dilakukan Pemkab Tangerang. Hal ini perlu didukung masyarakat untuk ikut menjaga agar jangan sampai angka kasus positif Covid-19 semakin meroket.

“Semua lapisan masyarakat bisa turut berperan aktif dalam sektor pencegahan dengan disiplin protokol kesehatan (prokes) 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Juga mendukung proses tracing yang dilakukan pemerintah sampai pandemi benar-benar berhenti,” imbau Ahmed Zaki.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Lingkaran Setan Hoaks, Paradoks yang Perparah Pandemi Covid-19

Satgas Covid-19: Bed Occupancy Rate RS Penyintas Corona Mengkhawatirkan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar