Jangan Takut Efek Samping Vaksin Covid-19, Ini Alasan Kemenkes

Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi dan Upaya Reduksi Disinformasi Terkait Covid-19
Ilustrasi vaksinasi. Guna mencegah terjadinya disinformasi atau informasi yang simpang-siur dan keliru terkait vaksinasi, pemerintah sedang mengkaji dan mempersiapan penunjukan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bio Farma dan Telkom untuk melakukan sistem informasi satu data vaksinasi Covid-19. (penntoday.upenn.edu)

Terkini.id, Kupang – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat agar jangan takut dan tidak perlu khawatir terhadap efek samping yang mungkin timbul setelah disuntik vaksin Covid-19.

Seperti diketahui, vaksinasi Covid-19 di Tanah Air bakal dimulai Rabu, 13 Januari 2020. Hal itu telah diumumkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin 11 Januari 2021 lalu.

Menurut Nadia, Presiden Joko Widodo (Jokowi), seperti juga yang telah diumumkan Menkes, bakal menjadi orang yang mendapatkan suntikan pertama.

“Yang pasti, jangan takut terhadap efek samping (vaksin Covid-19). Hasil uji klinis di Bandung, (efek samping itu) hanya berupa gatal dan kemerahan, hanya kurang dari satu persen,” tegas Nadia saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021.

Ia menjelaskan, bagi  mereka yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dari Sinovac harus memenuhi kondisi kesehatan yang sudah ditetapkan. Sementara, bagi mereka yang tidak memenuhi syarat itu maka tidak bisa mendapatkan suntikan.

Menarik untuk Anda:

“Penerima vaksin juga diminta tidak langsung meninggalkan lokasi penyuntikan selama 30 menit. Hal ini dilakukan untuk melihat reaksi yang mungkin muncul setelah penerima vaksin disuntik.

Sebelumnya, dalam jumpa pers terkait vaksinasi Covid-19, Senin 11 Januari 2021, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito juga telah menegaskan, berdasarkan hasil uji klinis dipastikan vaksin Covid-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi nasional aman.

“Vaksin Covid-19 tidak menimbulkan efek samping serius. Secara keseluruhan, menunjukkan vaksin CoronaVac aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringat hingga sedang,” beber Penny.

Sekadar diketahui, dalam Surat Keputusan (SK) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, disebutkan ada beberapa reaksi yang mungkin akan muncul setelah divaksin.

Reaksi ini, sesuai bunyi SK, hampir sama dengan reaksi yang ditimbul dalam proses vaksinasi pada umumnya. Beberapa reaksi tersebut antara lain Reaksi Lokal di antaranya nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan dan reaksi lokal lain yang berat misalnya selulitis.

Adapun Reaksi Sistemik antara lain demam nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala. Sementara, Reaksi Lain di antaranya reaksi alergi seperti urtikaria dan oedem, dan reaksi anafilaksis syncope (pingsan).

Terkait langkah penanganan, sejumlah petunjuk penanganan telah disiapkan. Sesuai petunjuk teknis (juknis) Kemenkes, untuk reaksi ringan lokal, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut dan meminum paracetamol sesuai dosis.

Sementara itu, untuk mereduksi reaksi ringan sistemik, penerima vaksin dianjurkan minum air lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

Sekadar informasi, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dapat terjadi. Oleh karena itu, persiapan sistem pelayanan vaksinasi yang terdiri dari petugas pelaksana yang berkompeten, peralatan yang lengkap, serta juknis yang jelas harus dipersiapkan secara maksimal.

KIPI yang tidak terkait vaksin atau biasa disebut “koinsiden” patut diwaspadai. Pasalnya, pendataan status kesehatan sasaran yang bakal divaksinasi juga harus dijalankan semaksimal mungkin.

Sementara itu, saat dihubungi wartawan pada awal Januari 2021 lalu, Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap vaksinasi Covid-19. Ia mengatakan, ketika dilakukan proses vaksinasi, ada yang disebut pharmacovigilance.

Pharmacovigilance ini akan memantau KIPI selama program vaksinasi berlangsung. Pemantauan dilakukan lembaga independen yaitu Komisi Nasional (Komnas) KIPI. Komnas KIPI bertugas memantau apabila ada kejadian,” imbuhnya.

Saat itu, Bambang mengatakan di setiap daerah juga ada Komisi Daerah (Komda) KIPI. Pemantauan seperti ini merupakan hal yang wajar lantaran sudah berlangsung lama. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir.

Pasalnya, tegasnya, vaksin secara umum tidak menimbulkan reaksi pada tubuh. Apabila terjadi, hal itu hanya menimbulkan reaksi ringan.

“Vaksinasi memicu kekebalan tubuh dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung dalam vaksin. Reaksi lokal dan sistemik seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam dapat terjadi sebagai bagian dari respons imun,” beber Bambang.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Lingkaran Setan Hoaks, Paradoks yang Perparah Pandemi Covid-19

Ini Strategi Pemerintah Siapkan Faskes Khusus Penyintas Corona

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar