Menkes Umumkan Vaksinasi Mulai Rabu 13 Januari, Disuntikkan Pertama kepada Jokowi

Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi dan Upaya Reduksi Disinformasi Terkait Covid-19
Ilustrasi vaksinasi. Guna mencegah terjadinya disinformasi atau informasi yang simpang-siur dan keliru terkait vaksinasi, pemerintah sedang mengkaji dan mempersiapan penunjukan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bio Farma dan Telkom untuk melakukan sistem informasi satu data vaksinasi Covid-19. (penntoday.upenn.edu)

Terkini.id, Kupang – Ada kabar baik datang dari pemerintah terkait vaksinasi Covid-19 yang rencananya dimulai pada pekan ini, tepatnya pada Rabu 13 Januari 2021. Sementara itu, penerima suntikan vaksin pertama adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin 11 Januari 2021.

“Mengenai vaksinasi, Insya Allah, Bapak, Ibu, kita akan mulai di Rabu (13 Januari 2021) dan akan dimulai oleh Bapak Presiden,” beber Budi Gunadi.

Apalagi, imbuhnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan kabar baik terkait kehalalan vaksin. Untuk itu, ia meminta pemerintah pusat, daerah, badan usaha, hingga swasta agar bahu-membahu dalam proses distribusi vaksin ke 34 provinsi di Indonesia. Pasalnya, distribusi vaksin membutuhkan cold chain atau jalur dingin sehingga prosesnya lebih kompleks.

Kendati demikian, Budi Gunadi meminta seluruh masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman guna mencegah penularan virus corona secara ketat.

Sementara itu, secara terpisah Menteri Badan Usama Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumumkan keputusan fatwa halal vaksin Covid-19 produksi Sinovac Tiongkok sudah keluar. Kabar tersebut disampaikannya melalui akun Instagramnya @erickthohir, Senin 11 Januari 2021.

“Alhamdulillah, sudah keluar keputusan fatwa halal dari Komite Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga diberikannya persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac bekerja sama Bio Farma,” demikian tulisnya di Instagram.

Dalam tulisannya, Erick menyambung, ini adalah kabar menyejukkan dan sangat dinanti. Kini, para tenaga kesehatan, pelayanan publik dan masyarakat bisa divaksinasi tanpa keraguan. Vaksin Sinovac aman, berkhasiat, dan halal.

“Insya Allah, vaksinasi disertai disiplin protokol kesehatan akan melindungi diri, orang sekitar, dan negeri,” tulisnya lagi.

Sekadar diketahui, vaksinasi perdana rencananya diselenggarakan pada Rabu 13 Januari 2021. Adapun penerima vaksinasi pertama adalah para tenaga kesehatan (nakes). Selain itu, Presiden Jokowi juga menyatakan akan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Per Kamis 8 April, Korban Bencana NTT 163 Meninggal dan 45 Hilang

Peduli Bencana NTT, Yayasan Buddha Tzu Chi Mulai Kirim Bantuan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar