Beredar Kabar Pemkot Kupang Bakal Terapkan PSBB Mulai 11 Januari 2021?

Satgas Covid-19: Pemda Harus Konsisten Evaluasi Penerapan Prokes
Perkembangan penanganan novel coronavirus disease 2019 (Covid-19) pekan ini, terjadi peningkatan yang signifikan pada zona merah (risiko tinggi) bertambah menjadi 27 kabupaten/kota dibanding pekan lalu sebanyak 19 kabupaten/kota. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Terkait perkembangan kasus konfirmasi penyintas Covid-19 yang belum mereda di Kota Kupang, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji mengungkapkan rencana pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagaimana juga merupakan arahan dari pemerintah pusat.

“Jadi, rencana PSBB yang akan kita terapkan itu sesuai arahan pemerintah pusat. Per 11 Januari 2021, akan dilakukan PSBB untuk wilayah Jawa dan Bali sebagaimana yang dilakukan di Jakarta.  Hal ini dilakukan karena karena tingginya angka penambahan Covid-19 yang ada di Indonesia. Untuk Kota Kupang, kami tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat,” ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan di Kupang, Kamis 7 Januari 2021, sesuai yang diwartakan Pos Kupang pada hari yang sama.

Menurutnya, pemerintah kota (Pemkot) Kupang sementara mempersiapkan perangkat peraturan, dalam hal ini surat edaran Wali Kota Kupang terkait rencana penerapan PSBB tersebut.

“Yang diamanatkan dalam PSBB itu adalah yang pertama pembatasan-pembatasan kegiatan di ruang terbuka di ruang publik, yaitu menyangkut pusat-pusat perbelanjaan itu akan beroperasi maksimal sampai jam tujuh malam (19.00 Wita). Untuk pengadaan (kegiatan) pesta, itu dilarang sama sekali dalam bentuk apapun. Jadi, tidak diperkenankan pesta-pesta dalam bentuk apapun, (juga kegiatan) syukuran-syukuran dalam bentuk apapun,” papar Ernest.

Menyoal pelaksanaan kegiatan perkantoran, ia mengatakan porsinya antara lain 25 persen masuk kantor dan sisanya 75 persen melakukan pekerjaan dari rumah atau work from home (WFH). Adapun kegiatan sekolah, Ernest menambahkan dilarang melakukan pertemuan atau sekolah tatap muka.

“Terkait pasar tradisional akan diatur jam operasi di pasar-pasar tersebut. Juga untuk pelaksanaan kegiatan perekonomian seperti rumah makan dan restoran, itu juga tetap akan dibatasi dan akan diprioritaskan untuk take away,” imbuhnya.

Ernest mengatakan, untuk itu pemerintah berharap masyarakat tetap dapat mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menjalankan disiplin atau gerakan 4M, yaitu memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir, menjaga jarak aman, dan menghindari kerumunan. Sehingga, pihaknya berharap masyarakat dapat menerapan 4M tersebut dengan baik.

“Selanjutnya, pemerintah akan melakukan yang namanya 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment. Dalam waktu dekat, akan dilakukan vaksinasi bagi tahap satu untuk petugas-petugas kesehatan atau tenaga-tenaga kesehatan (nakes),” katanya.

Menurut Ernest, hal tersebut dilakukan pemerintah semata-mata untuk melindungi warga masyarakat dari penularan Covid-19 yang semakin masif menginfeksi. Dijelaskan, per Kamis 7 Januari 2021, jumlah pasien positif di Kota Kupang sudah mendekati 1.100 orang.

“Oleh karena itu, ini (PSBB) dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus corona di Kota Kupang. Jadi, pemerintah memohon semua pihak, baik teman-teman (pelaku) dunia usaha, teman-teman akademisi, teman-teman media (jurnalis), dan komunitas masyarakat yang sering kita sebut ‘pentaheliks’, mari kita bersama berupaya dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, kita tekan angka virus corona ini di Kota Kupang,” tegasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Per Kamis 8 April, Korban Bencana NTT 163 Meninggal dan 45 Hilang

Peduli Bencana NTT, Yayasan Buddha Tzu Chi Mulai Kirim Bantuan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar