Masyarakat Jangan Resah, Wawalkot Kupang Tegaskan Tak Ada PSBB

Implementasi Vaksinasi dan 3M Diklaim Bisa Cegah Covid-19, Ini Alasannya
Ilustrasi vaksin. Covid-19 yang diklaim berasal dari Wuhan, Hubei, Tiongkok yang mewabah perdana di pengujung 2019 lalu, dinyatakan sebagai penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Covid-19 yang disertai penyakit penyerta atau komorbid, bisa berakibat fatal bagi kesehatan penyintas atau pasien. (newstalk.com)

Terkini.id, Kupang – Wakil Wali Kota (Wawalkot) Kupang Hermanus Man menegaskan, tidak ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kupang pada 11-25 Januari 2021.

Ia mengatakan, imbauan untuk menerapkan PPKM berlaku di wilayah Jawa dan Bali, sementara di Kota Kupang belum.

“Kalau ada yang mengatakan, Kota Kupang (akan menerapkan) PSBB itu salah dengar atau mispersepsi. Tidak benar Kota Kupang ini ditutup sesuai dengan nasional (Jawa-Bali),” kata Herman Man, Jumat 8 Januari 2021, seperti diwartakan Pos-Kupang.com pada hari yang sama.

Aturan itu, imbuh Herman, hanya berlaku untuk Jawa dan Bali. Namun, Kota Kupang bisa menerapkan PPKM tergantung dari empat indikator, yaitu tingkat kematian.

“Jika kematian di Kota Kupang di atas kematian nasional maka indikator ini terpenuhi. Tetapi, data menunjukkan dari 100 kasus, tiga orang meninggal. Kemudian tingkat kesembuhan, nasional 82,6 persen artinya dari 100 pasien yang sembuh 82 orang, sementara Kota Kupang tidak sampai 40 persen, sebanyak 100 persen yang dirawat, yang sembuh tidak sampai 40 orang. Kriteria ini sudah terpenuhi. Pemakaian tempat tidur ruang isolasi sudah melebihi kapasitas di atas 100 persen, ini berarti tidak ada lagi tempat tidur yang kosong,” bebernya.

Dari empat indikator ini, imbuhnya, dua indikator terpenuhi. Berdasarkan dua indikator dan sesuai Permenkes No 9 tahun 2020 tentang pedoman PSBB pasal 3 dan 4, maka Wali Kota akan mengajukan permohonan tersebut ke Gubernur dan Menteri Kesehatan (Menkes), dengan melampirkan dua penyebaran kasus dan peta gambaran transmisi lokal. Jika menteri menyetujui barulah pemerintah kota (pemkot) mendeklarasikan penutupan Kota Kupang.

Ia menjelaskan, konsep menutup kota Kupang misalnya work from home 75 persen, belajar online dan pengaturan operasional pasar dan toko. Misalnya, mungkin pasar dibuka pukul 05.00 sampai 09.00 Wita, sore pukul 16.00 sampai 18.00 Wita.

“Kita akan sesuaikan dengan kondisi lokal. Kita boleh berantas penyakit tetapi pemulihan ekonomi nasionl tidak boleh hilang. Nanti mall-mall kita batasi hanya mungkin sampai jam tujuh malam. Restoran hanya 30 persen, tetapi restoran yang take away kita buka 100 persen. Jadi masyarakat tidak usah resah karena ekonomi masih berjalan,” tegas Herman.

Ia menambahkan, mudah-mudahan minggu depan Forkompinda dan Gugus Tugas melakukan rapat untuk membahas persoalan teknis terkait indikator-indikator tersebut serta langkah-langkah penutupan.

“Masyarakat jangan resah dengan informasi yang beredar. Sehingga, menimbulkan spekulasi penumpukan sembako yang mengakibatkan kenaikan harga,” tutup Herman.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Per Kamis 8 April, Korban Bencana NTT 163 Meninggal dan 45 Hilang

Peduli Bencana NTT, Yayasan Buddha Tzu Chi Mulai Kirim Bantuan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar