Klarifikasi Terkait PSBB di Kota Kupang, Herman Man: Tidak Benar Itu

Implementasi Vaksinasi dan 3M Diklaim Bisa Cegah Covid-19, Ini Alasannya
Ilustrasi vaksin. Covid-19 yang diklaim berasal dari Wuhan, Hubei, Tiongkok yang mewabah perdana di pengujung 2019 lalu, dinyatakan sebagai penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Covid-19 yang disertai penyakit penyerta atau komorbid, bisa berakibat fatal bagi kesehatan penyintas atau pasien. (newstalk.com)

Terkini.id, Kupang – Informasi yang tengah beredar di masyarakat yang menyebutkan Pemerintah Kota Kupang akan melakukan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB mulai 11-25 Januari 2021 mendatang tidak benar.

Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man di ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Jumat 8 Januari 2021, menegaskan PSBB hanya diterapkan di Jawa dan Bali sementara Kota Kupang belum akan menerapkan PSBB. Oleh karena itu, jika ada informasi yang menyebutkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akan menerapkan PSBB dari 11-25 Januari 2021 adalah tidak benar dan orang yang menyampaikan hal tersebut dipastikan salah mendengar.

“Kalau sekarang istilahnya PPKM atau Penentuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Istilah sekarang bukan PSBB lagi tetapi PPKM. Yang ada itu kan hanya untuk Jawa dan Bali. Jadi Kota Kupang itu belum. Kalau ada yang mengatakan, kita akan PSBB dari 11-25 Januari 2021, itu mungkin salah mendengar atau miss perception. Jadi tidak benar Kota Kupang akan menerapkan PSBB dari 11-25 Januari 2021 sesuai dengan nasional,” tegas Herman Man didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kota Kupang Ernest Ludji.

Menurut Herman Man, penerapan pembatasan kegiatan bergantung pada empat faktor, yaitu tingkat kematian akibat Covid-19, tingkat kesembuhan akibat Covid-19, pemakaian tempat tidur di ruang isolasi yang melebihi kapasitas. Dari empat indikator tersebut, Kota Kupang hanya memenuhi dua kriteria yaitu tingkat kesembuhan yang rendah dan pemakaian tempat tidur di ruang isolasi yang melebihi kapasitas.

“Indikator pertama itu tingkat kematian. Kalau kematian kita akiabat Covid-19 di atas rata-rata kematian nasional, maka indikator ini terpenuhi. Data kita mengatakan, kematian akibat Covid-19 di Kota Kupang itu 2,96 persen. Artinya, 100 kasus tiga orang yang mati. (Dalam skala ) nasional hampir mendekati tiga, jadi kita abaikan itu kriteria atau indikator karena Kota Kupang tidak termasuk,” terangnya.

Kedua, imbuh Herman Man, adalah tingkat kesembuhan. Menurutnya, dalam skala nasional itu orang sembuh 82,6 persen. Artinya, dari 100 pasien yang sembuh itu 82 atau 83 pasien. Tetapi Kota Kupang itu tidak sampai 40 persen.

“Artinya, dari 100 pasien yang dirawat yang sembuh itu tidak sampai 40 pasien. Jadi kriteria atau indikator ini sudah terpenuhi. Indikator berikutnya adalah pemakaian tempat tidur ruang isolasi. Kita sudah melebihi kapasitas 100 persen. Artinya, tidak ada lagi tempat tidur yang kosong. Dari empat indikator ini, ia mengatakan Kota Kupang hanya memenuhi dua indikaotr yaitu tingkat kesembuhan yang rendah dan pemakaian tempat tidur yang melebihi kapasitas,” paparnya.

Dijelaskan, berdasarkan dua indikator ini dan sesuai Permenkes 9 tahun 2020 tentang pedoman PSBB pasal 3 dan 4, maka Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore akan mengajukan permohonan ke Gubernur NTT dan Menteri Kesehatan (Menkes) dengan melampiran data-data penyebaran kasus dan peta gambaran transmisi lokal Covid-19.

“Jadi, jika Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyetujui barulah Pemkot Kupang akan mendeklarasikan penutupan kegiatan masyakarakat Kota Kupang. Namun, saat ini Pemerintah Kota Kupang belum akan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Karena itu, informasi yang beredar di masyarakat adalah tidak benar,” tegas Herman Man.

Sebelumnya, telah beredar di masyarakat informasi yang menyebutkan Pemerintah Kota Kupang akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau yang disingkat PSBB mulai 11-25 Januari 2021 mendatang. PSBB dilakukan lantaran penyebaran virus korona melalui transmisi lokal sudah sangat mengkhawatirkan. Transmisi lokal berarti kasus infeksi yang terjadi antarmasyarakat atau hanya melibatkan masyarakat dalam suatu wilayah dan tidak membutuhkan orang luar wilayah.

Informasi yang beredar di masyarakat itu juga menyebutkan, saat pemberlakukan PSBB nanti maka pasar tradisional di Kota Kupang hanya diperbolehkan buka selama enam jam, yaitu dari pagi hari selama empat jam mulai pukul 06.00-10.00 Wita. Lalu, dua jam pada sore hari mulai pukul 16.00 hingga 18.00.Wita. Sementara, untuk bongkar muat barang di pasar akan diatur kemudian.

Sementara itu, pusat-pusat perbelanjaan hanya boleh buka sampai pukul 19.00 Wita. Kemudian restoran dan rumah makan hanya akan diberi izin buka sampai pukul 20.00 Wita atau pukul delapan malam. Pemerintah Kota Kupang meminta masyarakat untuk tidak panik karena pembatasan kegiatan masyarakat belum akan diterapkan di Kota Kupang pada 11-25 Januari mendatang. 

Hingga berita ini diturunkan, kasus positif Covid-19 di Kota Kupang tercatat 1.095 kasus. Dari jumlah tersebut, 402 dinyatakan sembuh, 662 tengah dirawat, dan 31 orang meninggal dunia.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Per Kamis 8 April, Korban Bencana NTT 163 Meninggal dan 45 Hilang

Peduli Bencana NTT, Yayasan Buddha Tzu Chi Mulai Kirim Bantuan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar