Beredar Kabar Gubernur NTT Bakal Beli Vaksin Covid-19 Sendiri, Ini Alasannya

Masyarakat NTT Resmi Beraktivitas dalam New Normal pada 15 Juni
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam siaran persnya yang dibacakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jelamu Ardu Marius di Kupang, Selasa 26 Mei 2020, meminta masyarakat untuk masuk dan hidup dalam tatanan kehidupan baru yang disebut New Normal. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dikabarkan mengungkapkan wacana ingin membeli sendiri vaksin Covid-19 menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) agar seluruh masyarakat di provinsi ini dapat divaksin secara massal.

Seperti diwartakan Kantor Berita Antara, Rabu 6 Januari 2021, melalui Karo Humas Pemprov NTT Jelamu Ardu Marius pada hari yang sama di Kupang, mengungkapkan memang Gubernur NTT sudah berbicara bahwa nanti NTT akan membeli vaksin sendiri agar semua masyarakat NTT bisa segera divaksin.

“Alasan pemerintah NTT ingin membeli sendiri vaksin tersebut menggunakan APBD karena tidak ingin membebankan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah membelinya dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negera (APBN),” terang Marius.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah provinsi NTT masih menghitung kekuatan APBD provinsi itu. Jika memungkinkan, maka akan diatur untuk membeli vaksin itu secara mandiri tanpa mengharapkan distribusi vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat.

“Gubernur melihat pemerintah Indonesia saat ini tengah menyebarkan jutaan vaksin ke setiap daerah di Indonesia. Tentu saja, hal ini membebankan APBN. Apalagi, saat ini APBN kita defisit karena Covid-19 ini,” imbuh Marius.

Ia menambahkan, rencana itu juga merupakan bagian dari cara pemerintah NTT di bawah kepemimpinan Viktor untuk membantu pemerintah pusat meringankan APBN yang sudah terkuras lantaran pandemi virus corona.

Terkait jenis vaksin yang akan dibeli sendiri, Marius mengatakan adalah jenis vaksin yang sama yang saat ini sudah dikirim pemerintah ke 34 provinsi, yaitu vaksin Sinovac.

Ia menegaskan, pernyataan Viktor ingin membeli sendiri vaksin tersebut bukan berarti Gubernur NTT akan membeli sendiri untuk dirinya sendiri atau pribadi, namun akan membelinya agar dapat divaksinkan kepada masyarakat.

Menyoal apakah Gubernur NTT menjadi orang pertama yang menerima vaksin, Marius membeberkan, lantaran saat ini vaksin yang dikirim itu kurang maka yang lebih diutamakan adalah petugas atau tenaga kesehatan (nakes).

“Kita utamakan terlebih dulu petugas kesehatan sesuai anjuran pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” paparnya.

Sebelumnya, memang santer beredar kabar terkait pernyataan Gubernur NTT itu yang menyatakan akan membeli vaksin sendiri lantaran tidak ingin menggunakan yang “gratis” dari pemerintah pusat.

Pernyataan itu sendiri mendapat reaksi dari berbagai pihak, khususnya masyarakat NTT terlebih masyarakat di ibu kota provinsi NTT, Kota Kupang.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Masyarakat Jangan Resah, Wawalkot Kupang Tegaskan Tak Ada PSBB

Klarifikasi Terkait PSBB di Kota Kupang, Herman Man: Tidak Benar Itu

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar