Ini Alasan Masyarakat Harus Bijak Pilah Informasi Terkait Covid-19

Kabar Baik, Pemerintah: Vaksin Aman, Terbukti Lolos Uji Klinis
Ilustrasi vaksin. Pemerintah saat ini tengah mengakselerasi persiapan logistik dan sumber daya manusia (SDM) untuk persiapan vaksin Covid-19. Pendistribusian vaksin akan disesuaikan urutan prioritas seperti kelompok berisiko serta penduduk dengan risiko wilayahnya. (Shutterstock)

Terkini.id, Kupang – Terkait sejumlah berita Covid-19 yang menjurus hablur baik misinformasi maupun disinformasi yang masif beredar, Satgas Covid-19 mengimbau agar masyarakat bijak memilah informasi demi kesuksesan vaksinasi.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 5 Januari 2021.

Seperti diwartakan situs resmi pemerintah Covid19.go.id, Rabu 6 Januari 2021, Wiku dalam keterangan resminya itu mengatakan, salah satu berita yang berkembang adalah terkait Italia yang menduga Covid-19 bukanlah virus melainkan bakteri. Sehingga, Satgas Penanganan Covid-19 berkepentingan meluruskan hal itu.

“Hal seperti ini berkembang sejalan juga dengan tahapan program vaksinasi yang sedang dilakukan pemerintah. Perlu dipahami, berita tersebut adalah hoaks atau tidak benar,” tegasnya.

Wiku menjelaskan, Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus-2 (Sars Cov-2) yang lebih dikenal dengan sebutan virus corona adalah jenis baru dari coronavirus.

“Virus ini menular dari manusia ke manusia. Untuk itu, masyarakat perlu bijak dalam mengolah dan menerima informasi yang diterimanya. Serta berpartisipasi dalam menyebarkan informasi yang benar pada orang-orang terdekat yang bisa dipercaya sumbernya,” imbuhnya.

Untuk itu, Wiku berharap masyarakat tetap dapat menjaga diri dan tidak lengah selama masa pandemi Covid-19. Menurutnya, pemerintah sendiri pun saat ini tengah bekerja keras mempersiapkan program vaksinasi Covid-19.

Ia memaparkan, vaksin akan lebih efektif melindungi masyarakat terutama saat vaksinasi dilakukan pada kondisi yang lebih terkendali dengan laju penularan rendah, ketimbang vaksinasi saat laju penularannya tinggi.

“Karena peluang tidak tercapainya kekebalan komunitas (herd immunity) akan semakin besar apabila laju penularannya tinggi,” beber Wiku.

Terkait vaksin Covid-19, ia menjelaskan saat ini tengah didistribusikan ke berbagai daerah kendati tahap uji klinik fase tiga belum selesai dilakukan. Apalagi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus melakukan pengawasan terhadap distribusi vaksin yang tengah berjalan.

Selain itu, BPOM juga terus mengawasi dan mengevaluasi pengadaan vaksin secara berkala mulai tahapan pre-klinik hingga uji klinik fase satu, fase dua, dan fase tiga yang tengah berlangsung di Bandung. Ini juga termasuk juga uji klinis yang dilakukan Brasil dan Turki.

“Jika uji klinis fase tiga telah selesai, barulah BPOM mengeluarkan Emergency Use of Authorization (EUA). Pada intinya, upaya distribusi yang telah dilakukan ini bertujuan menjamin ketersediaan vaksin yang merata, dengan prosedur kehati-hatian memanfaatkan waktu yang ada. Pemerintah menjamin distribusi vaksin ke berbagai daerah di Indonesia dan dapat efektif tanpa merusak kualitas vaksin,” imbuh Wiku.

Dijelaskan, pada saat kedatangan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu, BPOM telah memberi sertifikat “Lot Release” sebagai upaya dalam mengawal mutu vaksin yang masuk ke Indonesia.

“Vaksin yang saat ini sedang didistribusikan ke berbagai daerah, akan tetap diawasi dengan melakukan sampling berbasis risiko di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia,” beber Wiku.

Terkait penyuntikan vaksin tersebut, ia mengatakan pemerintah terus berpegang pada prinsip dan prosedur kesehatan yang berlaku. Penyuntikan vaksin baru akan dijalankan setelah EUA yang didasarkan hasil data saintifik dikeluarkan BPOM.

“Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga akan menerima vaksin, jika vaksin sudah mendapatkan EUA dari BPOM. Kami harapkan, komitmen ini bisa secepatnya dilaksanakan agar masyarakat bisa menerima vaksin Covid-19,” tutup Wiku.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ini Strategi Pemerintah Siapkan Faskes Khusus Penyintas Corona

Satgas Covid-19: Bed Occupancy Rate RS Penyintas Corona Mengkhawatirkan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar