Asah Kepemimpinan Kader, Pemuda Buddhis Pubbaratana NTT Gelar Lokakarya

Terkini.id, Kupang – Guna mengasah kemandirian dan jiwa kepemimpinan para anggotanya, pemuda yang tergabung dalam komunal Pemuda Buddhis Pubbaratana Nusa Tenggara Timur (PBP NTT) menggelar lokakarya bertajuk “Latihan Dasar Kepemimpinan dan Pembinaan Kerohanian Pemuda” di Dharmasala Vihara Pubbaratana, Sikumana, Maulafa, Kota Kupang, Minggu 20 Desember 2020.

Kegiatan yang dihadiri 30 pemuda Buddhis se-Kota Kupang tersebut dibuka Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTT Artadi Wijaya sekaligus didapuk menjadi narasumber dalam kegiatan dengan membawa materi lokakarya bertajuk “Membangun Kerja Sama dalam Organisasi”.

Sebelumnya, saat membuka kegiatan, ia menekan pentingnya menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam suatu organisasi. Pasalnya, ketua pemuda yang notabene pemimpin organisasi memiliki fungsi seperti memberi masukan dan solusi dalam sebuah permasalahan yang lazim terjadi dalam kegiatan berorganisasi.

Baca Juga: Ini Kuliner Kuah ala Tiongkok yang Enak Disantap saat Udara...

“Ketua pemuda memiliki fungsi sentral dalam membangun komunikasi dengan para anggotanya. Seorang pemimpin harus memiliki karakteristik yang kuat, berinisiatif dan juga arif,” papar Artadi.

Ia menyebut, seorang pemimpin yang efektif berkepentingan melatih dan memberi ruang gerak kepada anggotanya untuk berinisiatif. Tak hanya hal tersebut, Artadi menambahkan, seorang pemimpin dalam hal ini ketua pemuda, harus menyadari fungsi dan batasnya.

Baca Juga: Ini yang Dilakukan Dinsos Kota Kupang Antisipasi Membeludaknya Penyintas Covid-19

“Fungsinya adalah memberi masukan, batasnya adalah menyerahkan keputusan akhir kepada atasannya (dalam hal ini pemangku kepentingan yang lebih berkompeten). Inilah yang saya maksud dengan arif, dan tahu kapan berkata namun tahu kapan untuk diam,” katanya.

Selain Artadi, Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) NTT Indra Effendy turut mengisi kegiatan kepemudaan dalam komunitas Buddha itu dengan memaparkan makalah bertajuk “Pokok-pokok Dasar Agama Buddha”.

Indra mengatakan, sengaja mengaitkan representativitas keteladanan Buddha dengan kepemimpinan yang diangkat sebagai tematik lokakarya Pemuda Buddhis Pubbaratana NTT kali ini.

Baca Juga: Apresiasi Menag, Ketua FKUB Kupang: Fachrul Razi Hormati Komunitas Agama...

“Dalam kehidupannya setelah mencapai penerangan sempurna, Buddha tidak hanya mengajarkan moralitas bagi umatnya, tetapi juga telah mengimplementasikan suri teladan sebagai seorang pemimpin yang ideal. Sehingga, saat ini bisa dilihat dari pengikut Buddha yang mencapai tujuh persen dari populasi manusia di dunia,” ungkapnya.

Selain itu, sebut Bendahara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTT tersebut, dari kepemimpinan yang solid Buddha semasa hidupnya, agama Buddha hingga saat ini menjadi salah satu agama terbesar di dunia.

Sementara itu, Ketua Pemuda Buddhis Pubbaratana NTT Charles Chritianus saat menyampaikan laporan pertanggung jawaban kegiatan, mengatakan lokakarya yang diadakan pihaknya merupakan agenda rutin yang bakal dilaksanakan secara berkala hingga 2021 mendatang.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Pembimas Buddha Kanwil Kemenag NTT atas dukungan dan kepedulian terhadap kegiatan kepemudaan Buddhis, baik di Kota Kupang maupun NTT secara umum.

“Saya mewakili Pemuda Buddhis Pubbaratana, mengucapkan terima kasih kepada Pembimas Buddha Artadi Wijaya, juga Ketua Magabudhi Indra Effendy dan Ketua Vihara Pubbaratana Yan Sigar, sehingga kegiatan-kegiatan kepemudaan kami dapat terlaksana dengan baik,” imbuhnya.

Bagikan