Ini Upaya yang Dilakukan Wawalkot Kupang Guna Tekan Penularan Covid-19

Terkini.id, Kupang – Wakil Wali Kota (Wawalkot) Kupang Herman Man mendukung para lurah di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk menekan angka penularan Covid-19.

Adapun upaya yang dianggap dapat merealisasikan usaha tersebut adalah dengan menghentikan, bahkan melarang perayaan pesta yang masif di Kota Sasando, demikian julukan wilayah Kupang.

Seperti diketahui, pertambahan penyintas kasus konfirmasi atau positif Covid-19 di Kota Kupang semakin meningkat. Apalagi, hal itu diperparah merebaknya transmisi lokal di beberapa tempat.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

“Oleh karena itu, butuh peran serta semua pihak untuk menekan angka penyebaran virus akut ini. Terutama, para lurah sebagai garda terdepan di tengah masyarakat,” ungkap Herman kepada wartawan di Kota Kupang, Kamis 10 Desember 2020.

Menurutnya, pada wilayah-wilayah kelurahan, para lurahlah yang dianggap berkontribusi dalam memantau langsung aktivitas warganya. Aktivitas yang dimaksud orang nomor dua di jajaran Pemkot Kupang tersebut di antaranya gelaran pesta pernikahan, wisuda, hajatan atau syukuran, serta acara lainnya terkait pesta.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

Herman menilai, ada beberapa lurah di Kota Kupang yang apresiatif bertindak tegas dengan bekerja sama pihak keamanan, seperti dari TNI/Polri guna menyetop perayaan pesta yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

“Selain itu, ada lurah di Oesapa Selatan yang melarang warganya melakukan pesta dalam bentuk apapun selama pandemi masih ada. Tujuannya, tentu agar kasus positif tidak bertambah di kelurahan tersebut. Saya mendukung, karena lurahlah yang paling tahu kondisi di lapangan,” bebernya.

Herman menambahkan, para lurah lainnya dapat meneladani apa yang telah dilakukan beberapa lurah tersebut. Salah satunya di Kelurahan Oesapa Selatan dalam kondisi situasional pandemi.

Baca Juga: Vaksin Diklaim Dapat Tekan Potensi Lahirnya Varian Baru Covid-19, Ini...

“Kelurahan harus berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebagai gugus tugas mereka. Kemudian, mendekati tuan rumah yang mempunyai acara agar mereka patuh (terhadap prokes). Sehingga, angka penyebaran Covid-19 ini bisa ditekan,” imbaunya.

Terkait perayaan Natal dan Tahun Baru yang bakal dirayakan umat Kristiani, khususnya di Kota Kupang, Herman menekankan beberapa hal terkait pentingnya penerapan prokes dalam peribadatan.

“Perlu disadari, Kota Kupang berada pada zona cokelat menuju hitam Covid-19 karena kasus positif masih terus terjadi dan ada peningkatan. Untuk itu, prinsip utama yang diperhatikan saat melakukan ibadah Natal terutama di gereja, harus mengutamakan prokes 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman dengan menghindari kerumunan,” pesannya.

Untuk itu, sebut Herman, pihaknya mengimbau agar peribadatan sebaiknya dilakukan di rumah secara virtual atau daring (online).

“Tujuannya untuk menghindari kerumunan. Tetapi, saya tidak melarang melaksanakan ibadah di gereja,” katanya.

Kendati demikian, Herman mengingatkan pihak gereja harus menyiapkan sarana dan prasarana prokes seperti thermo-gun, sabun, tempat cuci tangan, dan disinfektan.

“Selama ini, saya melihat di semua gereja sudah menjaga jarak dan itu harus diteruskan. Berarti, ibadah di gereja bisa beberapa kali menjelang Natal,” katanya.

Herman kembali mengingatkan masyarakat untuk menghindari kerumuman. Ini berarti, ada kemungkinan di rumah jabatan (rujab) Wawalkot Kupang tidak akan membuka open house pada saat perayaan Natal lantaran khawatir munculnya klaster penularan baru.

Terkait euforia menyambut Tahun Baru yang lazim terjadi di pengujung tahun, Pemkot akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Jadi, tidak ada izin-izin keramaian. Bila ada ibadah Natal yang berlebihan, tidak dilarang tetapi untuk ibadah kapasitasnya maksimal 50 persen. Paling lama durasi waktu ibadah selesai pada pukul 21.00 Wita.

“Lewat dari (durasi waktu ibadah) itu, saya akan minta TNI/Polri dan Satpol PP untuk melakukan tindakan. Oleh karena itu, lurah harus persuasif dan edukatif,” pesan Herman.

Ia menambahkan, menjelang Natal mobil-mobil informasi dari instansi terkait akan berkeliling mensosialisasikan ketertiban dan disiplin kepatuhan terhadap prokes.

“Ini agar jelang Natal, masyarakat dapat merayakan ibadah Natal dengan khusyuk dan khidmat dengan tetap menjaga prokes,” ungkap Herman.

Adapun kegiatan mudik setiap jelang perayaan keagamaan seperti Natal yang sudah menjadi tradisi di Tanah Air, ia mengatakan juga tidak melarangnya.

“Tetapi, tentunya dengan mematuhi prokes secara ketat. Bila di bandara atau pelabuhan ditemukan orang dengan kasus positif, maka harus langsung diisolasi. Saya akan minta KKP di bandara dan pelabuhan untuk lebih ketat,” tutup Herman.

Bagikan