Bimas Buddha Kemenag dan LPTG NTT Adakan Lokakarya Swayamvara Tripitaka Gatha

Terkini.id, Kupang – Guna meningkatkan kualitas pendalaman terhadap kitab suci agama Buddha, Tripitaka, Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur (Bimas Buddha Kanwil Kemenag NTT) bersama Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha (LPTG) NTT, mengadakan lokakarya dan pembinaan bagi peserta Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) di Kota Kupang, Minggu 6 Desember 2020.

Selain mempersiapkan kemampuan dari para peserta STG, lokakarya yang dilaksanakan di Vihara Pubbaratana, Bello, Maulafa tersebut juga diisi kegiatan dhammadesana atau ceramah pemahaman terkait agama Buddha yang dibawakan Romo Pandita Widya Dharmma Pala.

Dalam sambutannya, Ketua LPTG NTT Indra Effendy yang juga Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) NTT mengatakan, pembekalan terhadap peserta STG dianggap penting tidak hanya saat kegiatan nantinya, tetapi juga pemahaman terhadap Buddha Dharma, khususnya bagi anak-anak didik Sekolah Minggu Buddhis (SMB) yang tersebar di berbagai wilayah NTT.

Baca Juga: Pemberdayaan Rumah Ibadah Dianggap Penting, Ini Alasan Pembimas Buddha Kemenag...

“Kegiatan pembekalan ini rutin kami adakan dan akan terus kami lakukan agar anak didik SMB dapat memiliki kemampuan mumpuni dalam menghayati Tripitaka,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pembimas Buddha Kemenag NTT Artadi Wijaya saat membuka lokakarya yang dihadiri sekitar 30 umat Buddha, menjelaskan kegiatan STG diharap dapat mempersatukan umat Buddha melalui kegiatan yang sudah masuk dalam program Bimas Buddha Kemenag.

Baca Juga: Kunjungi Vihara Pubbaratana Kupang, Menag Fachrul Razi: Rawat Terus Toleransi...

“STG merupakan salah satu program unggulan Direktorat Jenderal Bimas Buddha. Selain STG, kami juga memiliki pembekalan terhadap peserta kegiatan Sippa Dhamma Samajja (SDS), yang pelaksanaannya rutin setiap dua tahun sekali. Seharusnya, kegiatan jatuh pada tahun ini, tetapi karena Indonesia mengalami pandemi Covid-19, maka kegiatan diundur hingga pandemi dianggap sudah kondusif,” beber Artadi.

Ia menjelaskan, sebelum mengadakan kegiatan akbar secara nasional mekanisme STG dan SDS dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu pada tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, dan terakhir tingkat nasional.

“Tentunya, tidak hanya sekadar kegiatan namun tujuan utamanya untuk memfasilitasi talenta umat Buddha dalam program yang telah disiapkan penyelenggara dengan baik. Ini sekaligus untuk menjalin komunikasi yang efektif di antara peserta lomba sehingga dapat mempererat rasa persaudaraan antarumat Buddha,” imbuh Artadi.

Baca Juga: Ketua Magabudhi NTT Bilang Tak Ingin Tergesa Sikapi Wacana Pembukaan...

Sementara itu, Penyelenggara Bimas Buddha Kemenag Kota Kupang Imah menambahkan, STG juga bertujuan membentuk siswa yang cerdas dan berkarakter, khususnya siswa-siswa SMB Kota Kupang.

Lokakarya yang dilaksanakan di satu-satunya vihara di NTT yang sedang dalam tahap pembangunan tersebut, juga dihadiri Ketua Vihara Pubbaratana Yan Sigar dan Bendahara Panitia Pembanguan Vihara Pubbaratana Wahyu Hidayat.

Sekadar diketahui, Swayamvara Tripitaka Gatha secara harfiah berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Swayamvara, Tripitaka, dan Gatha. Kata Swayamvara memiliki arti perlombaan atau pertandingan dalam usaha untuk merebut suatu kemenangan atau kejuaraan.

Sementara, kata Tripitaka memiliki arti tiga bagian atau tiga wadah kitab suci agama Buddha. Adapun kata Gatha memiliki arti melantunkan atau melafalkan rangkuman doa (Paritta) dan sejenisnya.

Dalam kaitannya dengan program nasional Direktorat Jenderal Bimas Buddha Kemenag, terdapat tiga jenis kegiatan yang serupa tetapi tidak sama. Di antaranya, Sippa Dhamma Samajja yang diperuntukkan kepada peserta didik dari tingkat SD hinggga SMA/SMK.

Sementara, Mahaniti Loka Dhamma dikhususkan untuk mahasiswa perguruan tinggi Buddhis dan STG untuk umat Buddha dengan rentang usia 16 tahun hingga 35 tahun.

Komposisi pembinaan STG sendiri meliputi kompartemen pembacaan Dhammapada dan Dhammadesana atau khotbah Buddhis dalam tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin dengan sasaran utama para guru agama Buddha dan pemuda Buddhis.

SDS serupa visi STG merupakan ajang kompetisi dan edukatif yang bertujuan meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan pengembangan inovasi siswa-siswa Buddhis dari 34 provinsi se-Indonesia.

Lomba SDS secara nasional biasanya mempertandingkan enam jenis lomba untuk masing-masing tingkatan, baik SD, SMP, maupun SMA. Adapun lomba yang dihelat di antaranya Dhamma Gita atau menyanyi lagu rohani Buddhis, Dhamma Vijja atau cerdas cermat Dhamma, Dhamma Vikata atau cerita visual yang bersumber dari kitab suci Tripitaka, Dhammapada atau melafalkan syair suci Dhammapada, Dhamma Kathana atau pidato Buddhis, dan Dhamma Jataka atau bercerita terkait Buddhisme.

Diketahui sebelumnya, dalam situasi pandemi Covid-19 beberapa agenda Direktorat Jenderal Bimas Buddha terpaksa diselenggarakan secara virtual. Pada 19-23 Oktober 2020 lalu misalnya, mahasiswa Buddhis Indonesia melaksanakan Mahaniti Loka Dhamma tingkat nasional secara daring selama lima hari.

Bagikan